SIS Gandeng Cambridge International Hadirkan Pendidikan Internasional Terjangkau
Selasa, 09 September 2025 - 22:00 WIB
loading...
SIS Group of Schools mengundang Cambridge untuk menghadirkan pendidikan internasional berkualitas dan terjangkau. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Dalam kerja sama besar yang jadi perhatian, SIS Group of Schools yang sudah mendapakan banyak penghargaan internasional menggandeng Cambridge International Education (Cambridge). Tujuannya menunjukkan bagaimana pendidikan internasional berkualitas tinggi dapat dihadirkan dengan lebih terjangkau untuk berbagai kalangan.
Inisiatif ini berawal dari obrolan antara Pendiri & Ketua SIS, Jaspal Sidhu, dengan Rod Smith, Group Managing Director Cambridge, saat kunjungannya ke Indonesia.
Cambridge kemudian melakukan review independen di beberapa sekolah SIS di Indonesia. Fokusnya: bagaimana SIS dapat menjaga standar kelas dunia tapi tetap menjaga supaya terjangkau — tantangan yang dirasakan banyak penyelenggara pendidikan maupun lembaga pendukung pendidikan di seluruh dunia.
Baca juga: Pendaftaran SMA Taruna Nusantara 2025 Resmi Dibuka, Ada Beasiswa Penuh
Dipimpin oleh Ben Schmidt, Director of International Network, tim senior Cambridge mengunjungi sekolah SIS di dua lokasi berbeda: SIS South Jakarta yang berada di kota besar, dan SIS Palembang di Sumatra yang melayani komunitas regional.
Penilaian mereka bukan cuma soal kurikulum. Tim Cambridge juga berbicara langsung dengan pimpinan sekolah, guru, orang tua, dan murid. Mereka menilai model biaya SIS, program pengembangan guru, dan strategi operasional yang dijalankan.
Hasil Utama dari Review Cambridge di antaranya mengenai integrasi kurikulum Cambridge di SIS, efisiensi operasional, investasi pada guru, dan tersedianya akses Pendidikan Berkualitas – Model yang bisa diterapkan di berbagai kota, menggabungkan mutu akademik, kesejahteraan siswa, dan biaya terjangkau.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Ini Profil Pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa yang Dilantik Jadi Menkeu
SIS Group of Schools mengundang Cambridge untuk membagikan temuan ini ke komunitas pendidikan internasional, agar sekolah lain bisa mencontoh dan menyesuaikan model yang sudah terbukti berhasil ini.
Kolaborasi ini melanjutkan pengakuan global yang sudah diraih SIS, termasuk penghargaan bergengsi dari World Bank (IFC) dan Financial Times pada 2019 atas inovasi mereka di bidang pendidikan.
“Kami berhasil menekan biaya sekolah lewat model Half-Fees yang telah mendapatkan penghargaan dan lewat kerangka pelatihan guru EFFECTOR," ujar Pendiri & Ketua SIS & Inspirasi Group of Schools, Jaspal Sidhu, melalui siaran pers, Selasa (9/9/2025).
"Kami membuktikan kurikulum Cambridge tetap bisa dijalankan dengan kualitas tinggi, tapi dengan biaya lebih rendah, bahkan di kota kecil atau berkembang. Cambridge kami undang untuk memvalidasi perjalanan ini supaya makin banyak sekolah di dunia bisa mengikutinya," lanjutnya.
Sementara Senior Country Manager untuk Indonesia, Cambridge, Dian mengatakan, pihaknya senang bisa bekerja sama dengan SIS Group of Schools dalam inisiatif penting ini.
"Komitmen mereka untuk menjaga biaya tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas sejalan dengan misi Cambridge: membuka akses pendidikan internasional untuk lebih banyak siswa di dunia. Model SIS menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama bisa menghadirkan pendidikan global ke lebih banyak komunitas," pungkasnya.
Inisiatif ini berawal dari obrolan antara Pendiri & Ketua SIS, Jaspal Sidhu, dengan Rod Smith, Group Managing Director Cambridge, saat kunjungannya ke Indonesia.
Cambridge kemudian melakukan review independen di beberapa sekolah SIS di Indonesia. Fokusnya: bagaimana SIS dapat menjaga standar kelas dunia tapi tetap menjaga supaya terjangkau — tantangan yang dirasakan banyak penyelenggara pendidikan maupun lembaga pendukung pendidikan di seluruh dunia.
Baca juga: Pendaftaran SMA Taruna Nusantara 2025 Resmi Dibuka, Ada Beasiswa Penuh
Dipimpin oleh Ben Schmidt, Director of International Network, tim senior Cambridge mengunjungi sekolah SIS di dua lokasi berbeda: SIS South Jakarta yang berada di kota besar, dan SIS Palembang di Sumatra yang melayani komunitas regional.
Penilaian mereka bukan cuma soal kurikulum. Tim Cambridge juga berbicara langsung dengan pimpinan sekolah, guru, orang tua, dan murid. Mereka menilai model biaya SIS, program pengembangan guru, dan strategi operasional yang dijalankan.
Hasil Utama dari Review Cambridge di antaranya mengenai integrasi kurikulum Cambridge di SIS, efisiensi operasional, investasi pada guru, dan tersedianya akses Pendidikan Berkualitas – Model yang bisa diterapkan di berbagai kota, menggabungkan mutu akademik, kesejahteraan siswa, dan biaya terjangkau.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Ini Profil Pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa yang Dilantik Jadi Menkeu
SIS Group of Schools mengundang Cambridge untuk membagikan temuan ini ke komunitas pendidikan internasional, agar sekolah lain bisa mencontoh dan menyesuaikan model yang sudah terbukti berhasil ini.
Kolaborasi ini melanjutkan pengakuan global yang sudah diraih SIS, termasuk penghargaan bergengsi dari World Bank (IFC) dan Financial Times pada 2019 atas inovasi mereka di bidang pendidikan.
“Kami berhasil menekan biaya sekolah lewat model Half-Fees yang telah mendapatkan penghargaan dan lewat kerangka pelatihan guru EFFECTOR," ujar Pendiri & Ketua SIS & Inspirasi Group of Schools, Jaspal Sidhu, melalui siaran pers, Selasa (9/9/2025).
"Kami membuktikan kurikulum Cambridge tetap bisa dijalankan dengan kualitas tinggi, tapi dengan biaya lebih rendah, bahkan di kota kecil atau berkembang. Cambridge kami undang untuk memvalidasi perjalanan ini supaya makin banyak sekolah di dunia bisa mengikutinya," lanjutnya.
Sementara Senior Country Manager untuk Indonesia, Cambridge, Dian mengatakan, pihaknya senang bisa bekerja sama dengan SIS Group of Schools dalam inisiatif penting ini.
"Komitmen mereka untuk menjaga biaya tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas sejalan dengan misi Cambridge: membuka akses pendidikan internasional untuk lebih banyak siswa di dunia. Model SIS menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama bisa menghadirkan pendidikan global ke lebih banyak komunitas," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :