Wamen Stella Beberkan Alasan Prabowo Ingin Sekolah Garuda Ada di Penjuru Negeri
Sabtu, 13 September 2025 - 10:12 WIB
loading...
Wamendiktisaintek Stella Christie meninjau langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda, salah satunya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Sekolah Garuda dilakukan secara bertahap. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie pun meninjau langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda, salah satunya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari tahap seleksi penentuan lokasi sekolah unggul yang digagas Presiden Republik Indonesia, sebagai wujud nyata empati dan komitmen Presiden dalam memajukan kualitas pendidikan, terutama di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM).
Kabupaten Katingan, masuk dalam lima besar nominasi daerah yang berpeluang ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Garuda dari total 20 sekolah yang akan dibangun hingga 2029.
Baca juga: 2 MAN Insan Cendekia Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda, Ini Profilnya
Wamen Stella menegaskan bahwa Sekolah Garuda lahir dari visi Presiden untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia. Program ini memiliki dua skema utama, yaitu membangun sekolah baru di daerah yang belum memiliki SMA unggul, serta membina sekolah-sekolah yang sudah ada, agar siswanya mampu bersaing hingga ke perguruan tinggi tingkat dunia.
“Bapak Presiden percaya bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok, termasuk di Katingan. Namun peluang tidak tercipta begitu saja, peluang harus dibangun. Itulah alasan Sekolah Garuda hadir, sebagai wujud nyata empati yang direalisasikan melalui tindakan,” ujar Wamen Stella, melalui siaran pers, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: 4 Provinsi Jadi Prioritas Pembangunan Sekolah Garuda, Beroperasi 2026
Sekolah Garuda dengan tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses, inkubasi kepemimpinan, serta prestasi akademik yang disertai pengabdian kepada masyarakat. Dengan konsep ini, siswa-siswi terbaik Indonesia akan berkumpul, belajar bersama, dan hidup berdampingan di lingkungan yang menumbuhkan wawasan global sekaligus kepekaan lokal.
“Kami ingin Sekolah Garuda menjadi inkubator pemimpin bangsa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” tambah Wamen Stella.
Baca juga: Anggota DPR Soroti Sekolah Garuda Transformasi: Kenapa Harus Disubsidi?
Dari sisi pembangunan, sekolah ini akan memanfaatkan hingga dua hektare lahan dari total 20 hektare yang disediakan. Sisa lahan akan dipertahankan sebagai kawasan alami dan diberdayakan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan kampus setempat, seperti Universitas Palangkaraya. Pemanfaatan ini dapat berupa pusat penelitian, lahan produktif, atau riset lokal yang sesuai dengan potensi daerah, misalnya karbon capture, konservasi gambut, hingga pengembangan durian khas Katingan.
“Kami ingin sekolah ini tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi katalisator ekonomi dan penelitian daerah,” jelas Wamen Stella.
Bupati Katingan, Saiful menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Wamensiktisaintek dan kesempatan besar bagi daerahnya untuk menjadi tuan rumah Sekolah Garuda. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penuh program nasional tersebut.
“Sekolah unggul ini adalah cita-cita Presiden untuk melahirkan SDM berkualitas dan pemimpin bangsa di masa depan. Kami berharap anak-anak Katingan bisa turut menjadi bagian dari generasi unggul itu. Pemerintah daerah dan masyarakat siap mendukung keputusan Presiden agar Katingan menjadi salah satu lokasi Sekolah Garuda,” tegas Saiful.
Kunjungan ini merupakan bagian dari tahap seleksi penentuan lokasi sekolah unggul yang digagas Presiden Republik Indonesia, sebagai wujud nyata empati dan komitmen Presiden dalam memajukan kualitas pendidikan, terutama di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM).
Kabupaten Katingan, masuk dalam lima besar nominasi daerah yang berpeluang ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Garuda dari total 20 sekolah yang akan dibangun hingga 2029.
Baca juga: 2 MAN Insan Cendekia Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda, Ini Profilnya
Wamen Stella menegaskan bahwa Sekolah Garuda lahir dari visi Presiden untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia. Program ini memiliki dua skema utama, yaitu membangun sekolah baru di daerah yang belum memiliki SMA unggul, serta membina sekolah-sekolah yang sudah ada, agar siswanya mampu bersaing hingga ke perguruan tinggi tingkat dunia.
“Bapak Presiden percaya bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok, termasuk di Katingan. Namun peluang tidak tercipta begitu saja, peluang harus dibangun. Itulah alasan Sekolah Garuda hadir, sebagai wujud nyata empati yang direalisasikan melalui tindakan,” ujar Wamen Stella, melalui siaran pers, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: 4 Provinsi Jadi Prioritas Pembangunan Sekolah Garuda, Beroperasi 2026
Sekolah Garuda dengan tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses, inkubasi kepemimpinan, serta prestasi akademik yang disertai pengabdian kepada masyarakat. Dengan konsep ini, siswa-siswi terbaik Indonesia akan berkumpul, belajar bersama, dan hidup berdampingan di lingkungan yang menumbuhkan wawasan global sekaligus kepekaan lokal.
“Kami ingin Sekolah Garuda menjadi inkubator pemimpin bangsa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” tambah Wamen Stella.
Baca juga: Anggota DPR Soroti Sekolah Garuda Transformasi: Kenapa Harus Disubsidi?
Dari sisi pembangunan, sekolah ini akan memanfaatkan hingga dua hektare lahan dari total 20 hektare yang disediakan. Sisa lahan akan dipertahankan sebagai kawasan alami dan diberdayakan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan kampus setempat, seperti Universitas Palangkaraya. Pemanfaatan ini dapat berupa pusat penelitian, lahan produktif, atau riset lokal yang sesuai dengan potensi daerah, misalnya karbon capture, konservasi gambut, hingga pengembangan durian khas Katingan.
“Kami ingin sekolah ini tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi katalisator ekonomi dan penelitian daerah,” jelas Wamen Stella.
Bupati Katingan, Saiful menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Wamensiktisaintek dan kesempatan besar bagi daerahnya untuk menjadi tuan rumah Sekolah Garuda. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penuh program nasional tersebut.
“Sekolah unggul ini adalah cita-cita Presiden untuk melahirkan SDM berkualitas dan pemimpin bangsa di masa depan. Kami berharap anak-anak Katingan bisa turut menjadi bagian dari generasi unggul itu. Pemerintah daerah dan masyarakat siap mendukung keputusan Presiden agar Katingan menjadi salah satu lokasi Sekolah Garuda,” tegas Saiful.
(nnz)
Lihat Juga :