Dear Mahasiswa, Ini 3 Keterampilan yang Wajib Dimiliki di Era AI
Jum'at, 19 September 2025 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
GLOBIS University—sebuah universitas yang didirikan di Jepang, negara yang dikenal sebagai motor inovasi global—merumuskan hal ini melalui konsep yang disebut “augmented leadership” yang diperkenalkan oleh Wakil Dekan, Dr. Jorge Calvo.
Menurutnya, pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang paham teknologi, melainkan mereka yang bisa menggabungkan kecakapan digital dengan visi dan kebijaksanaan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Calvo, ada tiga kemampuan utama yang mendefinisikan pemimpin tangguh di era AI:
Teknologi memang bisa mempercepat pengambilan keputusan, tetapi tidak bisa menentukan apa yang benar. Pemimpin perlu memiliki kompas moral, menanamkan pandangan yang etis, tanggung jawab, dan memiliki visi jangka panjang dalam memanfaatkan AI.
Kepemimpinan di era AI bukan soal beradaptasi secara pasif, melainkan aktif membentuk perubahan. Pemimpin perlu menumbuhkan kreativitas, ketangguhan, dan kecerdasan lintas budaya untuk menggerakkan tim menuju visi yang lebih jelas dan bermakna.
Kemampuan ini bukan sekadar soft skills yang generik, tetapi juga kapasitas kepemimpinan tingkat lanjut yang kini menjadi agenda pembelajaran modern.
Bagi para profesional yang ingin tetap relevan dan berpengaruh di dunia kerja berbasis AI, mengasah kekuatan manusiawi yang lebih dalam ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Seperti yang ditegaskan Dr. Calvo, “Tantangan terbesar bagi pemimpin masa depan adalah menggabungkan aspek fisik (manusia dan talenta) dengan aspek virtual. Jika dilakukan dengan benar, hal ini tidak hanya akan menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.”
Menurutnya, pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang paham teknologi, melainkan mereka yang bisa menggabungkan kecakapan digital dengan visi dan kebijaksanaan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Calvo, ada tiga kemampuan utama yang mendefinisikan pemimpin tangguh di era AI:
1. Kemampuan untuk Mengorkestrasi Kolaborasi antara Manusia dengan AI
Pemimpin masa depan tidak cukup sekadar menggunakan teknologi sebagai alat bantu pekerjaannya, tapi perlu merancang organisasi di mana manusia dan AI bisa bekerja secara sinergis. Ini berarti menemukan keseimbangan antara efisiensi dan empati, memastikan inovasi bermanfaat bagi bisnis sekaligus masyarakat.2. Kapasitas Memimpin dengan Tujuan dan Etika
Teknologi memang bisa mempercepat pengambilan keputusan, tetapi tidak bisa menentukan apa yang benar. Pemimpin perlu memiliki kompas moral, menanamkan pandangan yang etis, tanggung jawab, dan memiliki visi jangka panjang dalam memanfaatkan AI.
3. Kekuatan untuk Menginspirasi Transformasi
Kepemimpinan di era AI bukan soal beradaptasi secara pasif, melainkan aktif membentuk perubahan. Pemimpin perlu menumbuhkan kreativitas, ketangguhan, dan kecerdasan lintas budaya untuk menggerakkan tim menuju visi yang lebih jelas dan bermakna.
Kemampuan ini bukan sekadar soft skills yang generik, tetapi juga kapasitas kepemimpinan tingkat lanjut yang kini menjadi agenda pembelajaran modern.
Bagi para profesional yang ingin tetap relevan dan berpengaruh di dunia kerja berbasis AI, mengasah kekuatan manusiawi yang lebih dalam ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Seperti yang ditegaskan Dr. Calvo, “Tantangan terbesar bagi pemimpin masa depan adalah menggabungkan aspek fisik (manusia dan talenta) dengan aspek virtual. Jika dilakukan dengan benar, hal ini tidak hanya akan menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.”
Lihat Juga :