Anggarkan Rp13,2 Triliun, Ini Program Kesejahteraan Guru yang Disalurkan Kemendikdasmen
Jum'at, 19 September 2025 - 10:49 WIB
loading...
Untuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru pemerintah mengalokasikan anggaran Rp13,2 triliun. Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Implementasi program prioritas Pendidikan Bermutu untuk Semua sepanjang periode Oktober 2025 hingga September 2025 Kemendikdasmen berdampak langsung ke masyarakat. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru salah satunya.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, program prioritas ini memberikan dampak lansung bagi guru, siswa, dan masyarakat. Termasuk juga tunjangan guru lebih cepat sampai dan juga pemberian insentif guru non ASN.
Baca juga: Pengumuman Finalis OSN Tingkat Nasional 2025 SD-SMA Dirilis, Cek Namamu di Link Ini
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermutu dan merata untuk semua,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (19/9/2025).
Dirinci, untuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru pemerintah mengalokasikan anggaran Rp13,2 triliun. Tunjangan Profesi bagi guru non-ASN yang mengalami kenaikan sebesar Rp500 ribu dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan menyasar lebih dari 785 ribu guru.
Baca juga: 4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp300 ribu juga disalurkan bagi 253 ribu guru PAUD nonformal non-ASN. Selain itu, program fasilitasi pengembangan karir S1/D4 menjangkau 16.197 guru. Sebanyak 804 ribu guru pun difasilitasi untuk mengikuti sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu, guru non-ASN juga mendapat insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, yang untuk tahun 2025 diberikan selama 7 bulan mulai Juni 2025. Dengan demikian setiap guru mendapatkan Rp2,1 juta yang diberikan sekaligus dan penyalurannya diberikan antara bulan Agustus sampai September 2025.
Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Taraf hidup guru semakin meningkat, akses pengembangan kompetensi semakin terbuka, dan proses penyaluran tunjangan lebih efisien.
Program tunjangan guru ASN melalui DAK Nonfisik juga membawa perubahan besar. Penyaluran yang kini langsung ke rekening penerima mempercepat proses, memangkas birokrasi, dan memastikan manfaat segera dirasakan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, program prioritas ini memberikan dampak lansung bagi guru, siswa, dan masyarakat. Termasuk juga tunjangan guru lebih cepat sampai dan juga pemberian insentif guru non ASN.
Baca juga: Pengumuman Finalis OSN Tingkat Nasional 2025 SD-SMA Dirilis, Cek Namamu di Link Ini
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermutu dan merata untuk semua,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (19/9/2025).
Dirinci, untuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru pemerintah mengalokasikan anggaran Rp13,2 triliun. Tunjangan Profesi bagi guru non-ASN yang mengalami kenaikan sebesar Rp500 ribu dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan menyasar lebih dari 785 ribu guru.
Baca juga: 4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp300 ribu juga disalurkan bagi 253 ribu guru PAUD nonformal non-ASN. Selain itu, program fasilitasi pengembangan karir S1/D4 menjangkau 16.197 guru. Sebanyak 804 ribu guru pun difasilitasi untuk mengikuti sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu, guru non-ASN juga mendapat insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, yang untuk tahun 2025 diberikan selama 7 bulan mulai Juni 2025. Dengan demikian setiap guru mendapatkan Rp2,1 juta yang diberikan sekaligus dan penyalurannya diberikan antara bulan Agustus sampai September 2025.
Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Taraf hidup guru semakin meningkat, akses pengembangan kompetensi semakin terbuka, dan proses penyaluran tunjangan lebih efisien.
Program tunjangan guru ASN melalui DAK Nonfisik juga membawa perubahan besar. Penyaluran yang kini langsung ke rekening penerima mempercepat proses, memangkas birokrasi, dan memastikan manfaat segera dirasakan.
(nnz)
Lihat Juga :