Program Student Goes to Nature: Pelajar Diajarkan Pentingnya Melestarikan Orang Utan
Rabu, 24 September 2025 - 18:22 WIB
loading...
Program Student Goes to Nature (SGTN) 2025 membawa 200 pelajar SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se-Kecamatan Samboja dan Samboja Barat belajar langsung di kawasan Konservasi Orang Utan BOSF, Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 200 pelajar tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se-Kecamatan Samboja dan Samboja Barat mendapat kesempatan untuk belajar langsung di kawasan Konservasi Orang Utan BOSF, Samboja Lestari, Kalimantan Timur melalui program Student Goes to Nature (SGTN) 2025.
SGTN diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung Bakti BCA kembali bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Baca juga:Koeksistensi Manusia-Orang Utan Tapanuli Butuh Kolaborasi
Tidak hanya seputar konservasi, SGTN 2025 juga memperkaya wawasan pelajar dengan edukasi literasi keuangan. Hal ini menjadi bekal tambahan agar para peserta mampu mengelola masa depan mereka secara berkelanjutan, sejalan dengan visi BCA untuk menghadirkan kontribusi yang holistik bagi masyarakat.
Kegiatan SGTN 2025 dibagi ke dalam lima pos, yakni Pos Makaka, Pos Keruing, Pos Durian, Pos Orang Utan, dan Pos Beruang Madu. Setiap pos menghadirkan aktivitas tematik yang memberikan pengalaman langsung seperti penanaman pohon, demonstrasi filter air dan dekomposisi sampah, sekaligus pemahaman mendalam tentang konservasi satwa endemic Kalimantan.
Baca juga: Untan Lepas Tim Survei Orang Utan ke Areal Hutan Mayawana Persada di Kalbar
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, “BCA percaya bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui Student Goes to Nature, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian hutan dan satwa dengan cara yang menyenangkan serta mudah dipahami. Upaya ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan yang pada akhirnya juga menopang kehidupan manusia.”
Sejak 2012 sampai 2025, BCA bersama Yayasan BOS telah mendukung pemerintah menorehkan sejumlah kontribusi nyata dalam upaya konservasi orang utan, antara lain pelepasliaran 54 orang utan ke habitat alami, rehabilitasi 57 orang utan, serta penanaman 9.000 pohon di area konservasi Yayasan BOS.
Selain itu juga ada edukasi pelestarian orang utan terhadap 4.484 pelajar, peningkatan awareness publik melalui 2.060 kartu Flazz edisi khusus dan edukasi konservasi melalui LED di momen Orangutan Day sebanyak 7 kali, dan perbaikan 4 pulau pra-pelepasliaran dan renovasi Sekolah Hutan.
Langkah berkelanjutan ini menjadi bukti konsistensi BCA dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan di setiap aktivitasnya, sekaligus mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga warisan alam Indonesia.
SGTN diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung Bakti BCA kembali bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Baca juga:Koeksistensi Manusia-Orang Utan Tapanuli Butuh Kolaborasi
Tidak hanya seputar konservasi, SGTN 2025 juga memperkaya wawasan pelajar dengan edukasi literasi keuangan. Hal ini menjadi bekal tambahan agar para peserta mampu mengelola masa depan mereka secara berkelanjutan, sejalan dengan visi BCA untuk menghadirkan kontribusi yang holistik bagi masyarakat.
Kegiatan SGTN 2025 dibagi ke dalam lima pos, yakni Pos Makaka, Pos Keruing, Pos Durian, Pos Orang Utan, dan Pos Beruang Madu. Setiap pos menghadirkan aktivitas tematik yang memberikan pengalaman langsung seperti penanaman pohon, demonstrasi filter air dan dekomposisi sampah, sekaligus pemahaman mendalam tentang konservasi satwa endemic Kalimantan.
Baca juga: Untan Lepas Tim Survei Orang Utan ke Areal Hutan Mayawana Persada di Kalbar
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, “BCA percaya bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui Student Goes to Nature, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian hutan dan satwa dengan cara yang menyenangkan serta mudah dipahami. Upaya ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan yang pada akhirnya juga menopang kehidupan manusia.”
Sejak 2012 sampai 2025, BCA bersama Yayasan BOS telah mendukung pemerintah menorehkan sejumlah kontribusi nyata dalam upaya konservasi orang utan, antara lain pelepasliaran 54 orang utan ke habitat alami, rehabilitasi 57 orang utan, serta penanaman 9.000 pohon di area konservasi Yayasan BOS.
Selain itu juga ada edukasi pelestarian orang utan terhadap 4.484 pelajar, peningkatan awareness publik melalui 2.060 kartu Flazz edisi khusus dan edukasi konservasi melalui LED di momen Orangutan Day sebanyak 7 kali, dan perbaikan 4 pulau pra-pelepasliaran dan renovasi Sekolah Hutan.
Langkah berkelanjutan ini menjadi bukti konsistensi BCA dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan di setiap aktivitasnya, sekaligus mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga warisan alam Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :