Rektor Arif Satria: Orientasi pada Target Jadi DNA Utama Mahasiswa IPB University
Kamis, 25 September 2025 - 06:00 WIB
loading...
Rektor IPB University Prof Arif Satria. Foto/Humas IPB University.
A
A
A
JAKARTA - Rektor IPB University , Prof Arif Satria, menyebut mayoritas mahasiswa IPB memiliki karakter sebagai goal-getter atau pribadi yang berorientasi pada target.
Hal ini disampaikan Arif Satria pada Wisuda Tahap II Tahun Akademik 2025/2026 di hadapan 800 lulusan. Para wisudawan terdiri atas 22 lulusan program doktor, 147 magister, dan 631 sarjana.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Arif Satria, Rektor IPB University yang Masuk Bursa Menteri Prabowo
“Berdasarkan hasil pemetaan talenta menggunakan artificial intelligence (AI), mahasiswa IPB University suka diberi target. Kalau diberi target 100, mereka bisa capai 150,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (25/9/2025).
Ia menegaskan, karakter goal-getter ini merupakan salah satu DNA utama mahasiswa IPB University. Selain berorientasi pada hasil, kata Prof Arif, mahasiswa IPB University juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan jiwa kompetitif. Namun, masih ada aspek yang perlu diperkuat, yaitu sikap direktif dan otoritatif dalam kepemimpinan.
Baca juga: Stres Bisa Bikin Kulit Kusam dan Cepat Menua, Dosen IPB University Jelaskan Penyebabnya
Prof Arif juga menyoroti pentingnya future mindset, learning agility, dan grit bagi lulusan. Ia mengingatkan, kesuksesan tidak hanya ditentukan kecerdasan intelektual, tetapi lebih pada karakter.
“Hasil penelitian menunjukkan faktor utama sukses adalah kejujuran, kedisiplinan, kemampuan bergaul, dan dukungan pasangan hidup. Intelligence quotient (IQ) justru ada di peringkat ke-21,” jelasnya.
Baca juga: Pakar IPB Ungkap Mitos Garpu dan Sendok Bisa Bikin Daging Lebih Empuk
IPB University, lanjutnya, terus beradaptasi melalui Kurikulum 2025 (K2025) yang berbasis talent mapping dan integrasi AI. IPB University juga memberikan 8.500 akun gratis micro-credential untuk memperkuat pembelajaran global. Lewat beragam program pendampingan, di antaranya One Village One CEO (OVOC), mahasiswa bahkan sudah berhasil mengekspor produk ke Malaysia, Singapura, hingga India sebelum lulus.
“Wisudawan IPB University adalah pembelajar sejati dengan semangat kepemimpinan masa depan. Jangan hanya mengikuti arus, tetapi jadilah pemimpin perubahan,” pesan Prof Arif. Ia menutup sambutan dengan harapan agar para lulusan menjaga integritas, semangat belajar sepanjang hayat, dan terus berkarya untuk masyarakat.
Hal ini disampaikan Arif Satria pada Wisuda Tahap II Tahun Akademik 2025/2026 di hadapan 800 lulusan. Para wisudawan terdiri atas 22 lulusan program doktor, 147 magister, dan 631 sarjana.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Arif Satria, Rektor IPB University yang Masuk Bursa Menteri Prabowo
“Berdasarkan hasil pemetaan talenta menggunakan artificial intelligence (AI), mahasiswa IPB University suka diberi target. Kalau diberi target 100, mereka bisa capai 150,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (25/9/2025).
Ia menegaskan, karakter goal-getter ini merupakan salah satu DNA utama mahasiswa IPB University. Selain berorientasi pada hasil, kata Prof Arif, mahasiswa IPB University juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan jiwa kompetitif. Namun, masih ada aspek yang perlu diperkuat, yaitu sikap direktif dan otoritatif dalam kepemimpinan.
Baca juga: Stres Bisa Bikin Kulit Kusam dan Cepat Menua, Dosen IPB University Jelaskan Penyebabnya
Prof Arif juga menyoroti pentingnya future mindset, learning agility, dan grit bagi lulusan. Ia mengingatkan, kesuksesan tidak hanya ditentukan kecerdasan intelektual, tetapi lebih pada karakter.
“Hasil penelitian menunjukkan faktor utama sukses adalah kejujuran, kedisiplinan, kemampuan bergaul, dan dukungan pasangan hidup. Intelligence quotient (IQ) justru ada di peringkat ke-21,” jelasnya.
Baca juga: Pakar IPB Ungkap Mitos Garpu dan Sendok Bisa Bikin Daging Lebih Empuk
IPB University, lanjutnya, terus beradaptasi melalui Kurikulum 2025 (K2025) yang berbasis talent mapping dan integrasi AI. IPB University juga memberikan 8.500 akun gratis micro-credential untuk memperkuat pembelajaran global. Lewat beragam program pendampingan, di antaranya One Village One CEO (OVOC), mahasiswa bahkan sudah berhasil mengekspor produk ke Malaysia, Singapura, hingga India sebelum lulus.
“Wisudawan IPB University adalah pembelajar sejati dengan semangat kepemimpinan masa depan. Jangan hanya mengikuti arus, tetapi jadilah pemimpin perubahan,” pesan Prof Arif. Ia menutup sambutan dengan harapan agar para lulusan menjaga integritas, semangat belajar sepanjang hayat, dan terus berkarya untuk masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :