Jejak Pendidikan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang yang Menahan Tangis soal Kasus Keracunan MBG
Kamis, 25 September 2025 - 15:50 WIB
loading...
Riwayat pendidikan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang. Foto/Instagram BP Taskin.
A
A
A
JAKARTA - Riwayat pendidikan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menarik untuk diulas. Terlebih institusi ini tengah disorot
karena kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) yang terus meluas di berbagai daerah dan memicu keprihatinan nasional.
Salah satu peristiwa yang menyita perhatian terjadi di SMA Negeri 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, ketika ratusan siswa harus dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi makanan dalam program MBG.
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Qodari: Pemerintah Tidak Buta dan Tuli
Sebanyak 116 siswa dari SMA Negeri 1 Cihampelas dan SMK Karya Perjuangan Cipongkor mengalami gejala mual, muntah, sesak napas, hingga tenggorokan panas. Puluhan ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke RSUD Cililin, di mana sebagian siswa mendapatkan perawatan intensif, sementara sebagian lainnya diperbolehkan pulang.
Hingga kini, tercatat lebih dari 842 siswa di Bandung Barat menjadi korban keracunan MBG. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), sejak Januari hingga 22 September 2025, sudah ada 4.711 kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia, dengan sebaran terbanyak di Pulau Jawa.
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Puan Minta Evaluasi: Jangan Sampai Anak-anak Dirugikan
Situasi ini membuat publik mendesak penjelasan dari BGN. Selain Kepala BGN Dadan Hindayana, perhatian juga tertuju pada Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang, yang terus dikejar pertanyaan mengenai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin parah.
Dalam wawancara yang disiarkan YouTube SINDOnews, pada Kamis (25/9/2025), Nanik S Deyang tampak menahan tangis saat menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang terjadi.
“Tanpa harus dilaporkan, kami juga sudah turun langsung mengumpulkan data. Saya sebagai orang baru di BGN akan segera membuka hotline pengaduan dan membentuk tim investigasi agar bisa menemukan penyebab keracunan ini sehingga sistem tata kelolanya bisa diperbaiki,” ujarnya melalui YouTubeSINDOnews.
Baca juga: Chef Arnold Kritik Program MBG, Soroti Eksekusi yang Lemah
Ia menambahkan, “Atas nama BGN, kami mohon maaf untuk masyarakat Indonesia. Program iniluar biasa. kami inginanak-anak tumbuh dengan baik, gizinya terpenuhi. Kalau masih ada kurang-kurang, kami mohon maaf dan akan terus memperbaikinya,” katanya,dengan suara bergetar.
Meski kini menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Kepala BGN, riwayat pendidikan Nanik tidak banyak dipublikasikan. Diketahui, ia merupakan alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fakultas Biologi Angkatan 1984.
Dalam sebuah unggahan pada Desember 2024, Nanik pernah menceritakan pengalamannya saat diundang ke Rakernas KA Unsoed. Ia mengaku bangga dengan perkembangan kampusnya, meski dirinya justru berkarier di luar bidang biologi.
“Jangan tiru saya, kuliahnya di Biologi tapi malah jadi wartawan dan pengusaha,” ucapnya kala itu dengan nada bercanda, melansir Instagram pribadinya @nanik_deyang.
Selain aktif di organisasi alumni, perjalanan karier Nanik cukup panjang. Ia dikenal sebagai jurnalis senior di Tabloid Bangkit yang kritis terhadap isu sosial, politik, dan ekonomi. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo-Sandi.
Meski pasangan tersebut belum berhasil memenangkan kontestasi, hubungan Nanik dengan Prabowo tetap terjaga. Pada Oktober 2024, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, lalu pada Juni 2025 dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Puncaknya, pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Wakil Kepala BGN di Istana Negara.
karena kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) yang terus meluas di berbagai daerah dan memicu keprihatinan nasional.
Salah satu peristiwa yang menyita perhatian terjadi di SMA Negeri 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, ketika ratusan siswa harus dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi makanan dalam program MBG.
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Qodari: Pemerintah Tidak Buta dan Tuli
Sebanyak 116 siswa dari SMA Negeri 1 Cihampelas dan SMK Karya Perjuangan Cipongkor mengalami gejala mual, muntah, sesak napas, hingga tenggorokan panas. Puluhan ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke RSUD Cililin, di mana sebagian siswa mendapatkan perawatan intensif, sementara sebagian lainnya diperbolehkan pulang.
Hingga kini, tercatat lebih dari 842 siswa di Bandung Barat menjadi korban keracunan MBG. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), sejak Januari hingga 22 September 2025, sudah ada 4.711 kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia, dengan sebaran terbanyak di Pulau Jawa.
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Puan Minta Evaluasi: Jangan Sampai Anak-anak Dirugikan
Situasi ini membuat publik mendesak penjelasan dari BGN. Selain Kepala BGN Dadan Hindayana, perhatian juga tertuju pada Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang, yang terus dikejar pertanyaan mengenai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin parah.
Wakil Kepala BGN Menahan Tangis
Dalam wawancara yang disiarkan YouTube SINDOnews, pada Kamis (25/9/2025), Nanik S Deyang tampak menahan tangis saat menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang terjadi.
“Tanpa harus dilaporkan, kami juga sudah turun langsung mengumpulkan data. Saya sebagai orang baru di BGN akan segera membuka hotline pengaduan dan membentuk tim investigasi agar bisa menemukan penyebab keracunan ini sehingga sistem tata kelolanya bisa diperbaiki,” ujarnya melalui YouTubeSINDOnews.
Baca juga: Chef Arnold Kritik Program MBG, Soroti Eksekusi yang Lemah
Ia menambahkan, “Atas nama BGN, kami mohon maaf untuk masyarakat Indonesia. Program iniluar biasa. kami inginanak-anak tumbuh dengan baik, gizinya terpenuhi. Kalau masih ada kurang-kurang, kami mohon maaf dan akan terus memperbaikinya,” katanya,dengan suara bergetar.
Riwayat Pendidikan dan Karier Nanik S Deyang
Meski kini menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Kepala BGN, riwayat pendidikan Nanik tidak banyak dipublikasikan. Diketahui, ia merupakan alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fakultas Biologi Angkatan 1984.
Dalam sebuah unggahan pada Desember 2024, Nanik pernah menceritakan pengalamannya saat diundang ke Rakernas KA Unsoed. Ia mengaku bangga dengan perkembangan kampusnya, meski dirinya justru berkarier di luar bidang biologi.
“Jangan tiru saya, kuliahnya di Biologi tapi malah jadi wartawan dan pengusaha,” ucapnya kala itu dengan nada bercanda, melansir Instagram pribadinya @nanik_deyang.
Selain aktif di organisasi alumni, perjalanan karier Nanik cukup panjang. Ia dikenal sebagai jurnalis senior di Tabloid Bangkit yang kritis terhadap isu sosial, politik, dan ekonomi. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo-Sandi.
Meski pasangan tersebut belum berhasil memenangkan kontestasi, hubungan Nanik dengan Prabowo tetap terjaga. Pada Oktober 2024, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, lalu pada Juni 2025 dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Puncaknya, pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Wakil Kepala BGN di Istana Negara.
(nnz)
Lihat Juga :