MBG Dinilai Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa, Ini Hasil Risetnya
Kamis, 12 Maret 2026 - 14:44 WIB
loading...
MBG dinilai mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Hasil kajian ini juga memperkuat kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menegaskan MBG sebagai pondasi baru pendidikan bermutu di Indonesia.
Sosiolog Musni Umar menyatakan, MBG tidak hanya membantu memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup namun juga berperan dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan semangat belajar di lingkungan sekolah.
Baca juga: Purbaya Jamin Anggaran MBG Tak Dipangkas, Belanja Tak Produktif Bakal Dicoret
Program ini memiliki manfaat luas, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan sosial siswa. Ketersediaan makanan bergizi yang teratur dapat membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih fokus dan nyaman.“MBG di sekolah bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam lapar,” katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/3/2026).
Musni mengakui, pandangan tersebut tak lepas dari pengalaman pribadinya saat masih kecil di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu ia terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga kondisi tubuhnya cenderung kurus dan sering sakit. Kondisi ini berubah saat ini menjadi mahasiswa dan tinggal di asrama dengan jadwal makan bersama yang teratur.
Hasil kajian ini juga memperkuat kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menegaskan MBG sebagai pondasi baru pendidikan bermutu di Indonesia.
Sosiolog Musni Umar menyatakan, MBG tidak hanya membantu memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup namun juga berperan dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan semangat belajar di lingkungan sekolah.
Baca juga: Purbaya Jamin Anggaran MBG Tak Dipangkas, Belanja Tak Produktif Bakal Dicoret
Program ini memiliki manfaat luas, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan sosial siswa. Ketersediaan makanan bergizi yang teratur dapat membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih fokus dan nyaman.“MBG di sekolah bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam lapar,” katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/3/2026).
Musni mengakui, pandangan tersebut tak lepas dari pengalaman pribadinya saat masih kecil di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu ia terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga kondisi tubuhnya cenderung kurus dan sering sakit. Kondisi ini berubah saat ini menjadi mahasiswa dan tinggal di asrama dengan jadwal makan bersama yang teratur.
Lihat Juga :