14 Dosen UGM Masuk World’s Top 2% Scientist 2025, Ini Daftar Namanya
Minggu, 28 September 2025 - 07:46 WIB
loading...
14 dosen UGM berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2025 yang dirilis Stanford University. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 14 dosen UGM berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2025 yang dirilis Stanford University. Pengakuan bergengsi ini diberikan kepada peneliti dunia dengan pengaruh ilmiah tertinggi berdasarkan publikasi dan sitasi global.
1. Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. – Fakultas Farmasi
2. Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. – Fakultas Geografi
Baca juga: 5 PTN dengan Dosen Terbanyak Masuk Daftar Ilmuwan Dunia 2025, Nomor 1 Ada Menteri
3. Dr.Eng. Ganjar Alfian, S.T., M.Eng. – Sekolah Vokasi
4. apt. Eka Noviana, Ph.D. – Fakultas Farmasi
5. Prof. Kusmono, S.T., M.T., Ph.D. – Fakultas Teknik
6. Prof. Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut., M.For. – Fakultas Kehutanan
7. Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. – FMIPA
8. Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. – Fakultas Kedokteran Gigi
Baca juga: 5 Ilmuwan UIN Masuk Daftar Top 2% Peneliti Dunia Versi Stanford-Elsevier 2025
9. Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. – FMIPA
10. Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D. – FK-KMK
11. Prof. Drs. Jumina, Ph.D. – FMIPA
12. Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D. – FMIPA
13. dr. Rina Triasih, M.Med (Paed)., Sp.A(K)., Ph.D. – FK-KMK
14. Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D., Eng. – FMIPA
Prof. Ika Dewi Ana dikenal lewat riset matriks ekstraseluler sintetis dan bahan ajuvan biomedis untuk rekayasa jaringan.
“Selanjutnya saya punya tugas untuk terus mengembangkan riset dan mendidik anak-anak muda agar kontributif lewat bidang ini,” ujarnya, mengutip laman UGM, Minggu (28/9/2025).
Baca juga: Lebih dari Seribu Peneliti Unggul Hadiri Konvensi Sains Teknologi KSTI 2025
Prof. Adi Utarini memimpin penelitian pengendalian demam berdarah melalui nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang terbukti menurunkan 77% kasus dengue.
“Saya tidak akan pernah dapat memperolehnya tanpa kerja tim yang luar biasa,” tegasnya.
Prof. Wega Trisunaryanti fokus pada pengembangan katalis heterogen untuk produksi biofuel dan bahan baku kosmetik serta farmasi.
“Bangga karena menjadi bagian dari UGM yang ikut mengharumkan nama UGM di dunia internasional,” tuturnya.
Prof. Edi Suharyadi meneliti nanomaterial magnetik dan spintronika dengan publikasi Q1 yang sangat produktif.
“Menjadi sangat penting untuk tetap menjaga produktivitas,” pesannya.
Prof. Roto berkontribusi melalui riset material dan sensor kimia dengan lebih dari 110 publikasi terindeks Scopus.
“Semoga ini menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswa UGM,” harapnya.
Daftar 14 Dosen UGM yang Masuk Top 2% Scientist 2025
1. Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. – Fakultas Farmasi
2. Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. – Fakultas Geografi
Baca juga: 5 PTN dengan Dosen Terbanyak Masuk Daftar Ilmuwan Dunia 2025, Nomor 1 Ada Menteri
3. Dr.Eng. Ganjar Alfian, S.T., M.Eng. – Sekolah Vokasi
4. apt. Eka Noviana, Ph.D. – Fakultas Farmasi
5. Prof. Kusmono, S.T., M.T., Ph.D. – Fakultas Teknik
6. Prof. Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut., M.For. – Fakultas Kehutanan
7. Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. – FMIPA
8. Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. – Fakultas Kedokteran Gigi
Baca juga: 5 Ilmuwan UIN Masuk Daftar Top 2% Peneliti Dunia Versi Stanford-Elsevier 2025
9. Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. – FMIPA
10. Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D. – FK-KMK
11. Prof. Drs. Jumina, Ph.D. – FMIPA
12. Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D. – FMIPA
13. dr. Rina Triasih, M.Med (Paed)., Sp.A(K)., Ph.D. – FK-KMK
14. Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D., Eng. – FMIPA
Kontribusi dan Riset Unggulan Para Ilmuwan UGM
Prof. Ika Dewi Ana dikenal lewat riset matriks ekstraseluler sintetis dan bahan ajuvan biomedis untuk rekayasa jaringan.
“Selanjutnya saya punya tugas untuk terus mengembangkan riset dan mendidik anak-anak muda agar kontributif lewat bidang ini,” ujarnya, mengutip laman UGM, Minggu (28/9/2025).
Baca juga: Lebih dari Seribu Peneliti Unggul Hadiri Konvensi Sains Teknologi KSTI 2025
Prof. Adi Utarini memimpin penelitian pengendalian demam berdarah melalui nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang terbukti menurunkan 77% kasus dengue.
“Saya tidak akan pernah dapat memperolehnya tanpa kerja tim yang luar biasa,” tegasnya.
Prof. Wega Trisunaryanti fokus pada pengembangan katalis heterogen untuk produksi biofuel dan bahan baku kosmetik serta farmasi.
“Bangga karena menjadi bagian dari UGM yang ikut mengharumkan nama UGM di dunia internasional,” tuturnya.
Prof. Edi Suharyadi meneliti nanomaterial magnetik dan spintronika dengan publikasi Q1 yang sangat produktif.
“Menjadi sangat penting untuk tetap menjaga produktivitas,” pesannya.
Prof. Roto berkontribusi melalui riset material dan sensor kimia dengan lebih dari 110 publikasi terindeks Scopus.
“Semoga ini menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswa UGM,” harapnya.
(nnz)
Lihat Juga :