Kuliah Umum FISIP UPNVJ: Teori Kritis Dianggap Solusi Utama Persoalan Komunikasi Kontemporer
Minggu, 28 September 2025 - 12:59 WIB
loading...
Kuliah Umum dan Bedah Buku Teori Kritis dalam Studi Komunikasi karya Yuliandre Darwis dan Azwar, Jumat (26/9/2025). Foto/UPNVJ.
A
A
A
JAKARTA - Pakar Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Jakarta Azwar menyampaikan pentingnya teori-teori kritis untuk menyelesaikan persoalan-persoalan komunikasi di Indonesia.
Hal itu sebagaimana yang disampaikannya pada acara Kuliah Umum dan Bedah Buku Teori Kritis dalam Studi Komunikasi karya Yuliandre Darwis dan Azwar pada Jumat, (26/9/2025), di Auditorium Dr. Wahidin Sudiro Husodo UPN Veteran Jakarta.
Baca juga: 14 Dosen UGM Masuk World’s Top 2% Scientist 2025, Ini Daftar Namanya
“Pendekatan-pendekatan kritis bisa menjadi alternatif utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan komunikasi kontemporer, baik dalam media, organisasi, komunitas, pemerintah, bahkan persoalan-persoalan komunikasi di media sosial,” jelas Azwar, yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, FISIP UPN Veteran Jakarta tersebut, dalam keterangan resmi, Minggu (28/9/2025).
Lebih jauh Azwar menyampaikan selama ini teori-teori kritis jarang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah komunikasi di Indonesia karena Ilmu Komunikasi di Indonesia cukup lama dalam tradisi positivistik.
“Buku ini merupakan karya kolaboratif saya bersama Dr. Yuliandre Darwis, S.Sos. Mass.Comm., Ph.D., semoga bisa menjadi sumbangan signifikan terhadap literatur Ilmu Komunikasi di Indonesia,” jelas Azwar penulis buku yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, FISIP, UPN Veteran Jakarta.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh
Lebih jauh dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, Azwar menekankan pentingnya karya tersebut bagi mahasiswa. "Bagi mahasiswa, buku ini sangat relevan dengan kita. Sangat penting untuk dibaca dan dipelajari. Mudah-mudahan buku ini menjadi sumbangan bagi ilmuan-ilmuan Indonesia terhadap dunia Ilmu Komunikasi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," ujarnya.
Sesi bedah buku menghadirkan narasumber Muhardis (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Deandra Dewindaru (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, UPN Veteran Jakarta). Acara ini dimoderatori oleh Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UPN Veteran Jakarta, Chomariyana Kartika Hesti.
Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber menegaskan bahwa teori kritis merupakan perangkat esensial untuk memahami media, komunikasi, dan sastra sebagai arena perebutan makna dan kekuasaan.
Teori kritis penting sebagai alat untuk membedah berbagai fenomena komunikasi yang terjadi saat ini. Teori ini ibarat pisau bedah yang bisa digunakan sebagai alat untuk membedah masalah-masalah komunikasi, terutama terkait dengan media sebagai bagian dari produk komunikasi.
Diskusi berjalan menarik; Dr. Muhardis, M.Hum., memberikan contoh fungsi media massa sebagai sarana perlawanan simbolik melalui simbol budaya populer seperti One Piece hingga karya sastra klasik. Menurut Peneliti BRIN tersebut, buku Teori Kritis dalam Studi Komunikasi ini memberikan contoh aplikatif bagaimana menggunakan teori kritis untuk membedah persoalan-persoalan komunikasi.
“Contohnya pada Bab 10 buku ini, penulis mengangkat perlawanan sastra dalam cerpen Indonesia, melalui bab ini penulis menegaskan bahwa karya sebagai media komunikasi tidak hadir sebagai hiburan saja, akan tetapi dia adalah bentuk perlawanan yang disampaikan melalui medium karya sastra,” ungkap Dr. Muhardis, M.Hum.
Sementara itu, Deanda Dewindaru menelusuri teori kritis dari akar filosofis Mazhab Frankfurt dan mengaitkannya dengan isu kontemporer seperti kesetaraan gender dalam jurnalisme, monopoli politik, hingga resistensi budaya. Deanda menyampaikan bahwa teori kritis sangat tepat digunakan untuk menganalisis persoalan-persoalan kesenjangan gender atau membahas persoalan dominasi masyarakat yang terpinggirkan.
“Selain itu teori kritis juga bisa untuk mengungkap perlawanan terhadap dominasi di tengah-tengah masyarakat,” jelas Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, UPN Veteran Jakarta tersebut.
Di sela-sela acara, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Arrangement (IA) antara FISIP UPNVJ dan PrenadaMedia Group, yang diwakili oleh A. Kasyful Anwar selaku Editor dan Kepala Divisi Rumah Jurnal.
Penandatanganan ini semakin memperkuat komitmen FISIP UPNVJ dalam mendorong budaya riset dan literasi kritis. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku dari Bapak A. Kasyful Anwar kepada tiga mahasiswa terpilih, menegaskan pentingnya literasi kritis sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial politik di era digital.
Hal itu sebagaimana yang disampaikannya pada acara Kuliah Umum dan Bedah Buku Teori Kritis dalam Studi Komunikasi karya Yuliandre Darwis dan Azwar pada Jumat, (26/9/2025), di Auditorium Dr. Wahidin Sudiro Husodo UPN Veteran Jakarta.
Baca juga: 14 Dosen UGM Masuk World’s Top 2% Scientist 2025, Ini Daftar Namanya
“Pendekatan-pendekatan kritis bisa menjadi alternatif utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan komunikasi kontemporer, baik dalam media, organisasi, komunitas, pemerintah, bahkan persoalan-persoalan komunikasi di media sosial,” jelas Azwar, yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, FISIP UPN Veteran Jakarta tersebut, dalam keterangan resmi, Minggu (28/9/2025).
Lebih jauh Azwar menyampaikan selama ini teori-teori kritis jarang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah komunikasi di Indonesia karena Ilmu Komunikasi di Indonesia cukup lama dalam tradisi positivistik.
“Buku ini merupakan karya kolaboratif saya bersama Dr. Yuliandre Darwis, S.Sos. Mass.Comm., Ph.D., semoga bisa menjadi sumbangan signifikan terhadap literatur Ilmu Komunikasi di Indonesia,” jelas Azwar penulis buku yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, FISIP, UPN Veteran Jakarta.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh
Lebih jauh dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, Azwar menekankan pentingnya karya tersebut bagi mahasiswa. "Bagi mahasiswa, buku ini sangat relevan dengan kita. Sangat penting untuk dibaca dan dipelajari. Mudah-mudahan buku ini menjadi sumbangan bagi ilmuan-ilmuan Indonesia terhadap dunia Ilmu Komunikasi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," ujarnya.
Sesi bedah buku menghadirkan narasumber Muhardis (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Deandra Dewindaru (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, UPN Veteran Jakarta). Acara ini dimoderatori oleh Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UPN Veteran Jakarta, Chomariyana Kartika Hesti.
Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber menegaskan bahwa teori kritis merupakan perangkat esensial untuk memahami media, komunikasi, dan sastra sebagai arena perebutan makna dan kekuasaan.
Teori kritis penting sebagai alat untuk membedah berbagai fenomena komunikasi yang terjadi saat ini. Teori ini ibarat pisau bedah yang bisa digunakan sebagai alat untuk membedah masalah-masalah komunikasi, terutama terkait dengan media sebagai bagian dari produk komunikasi.
Diskusi berjalan menarik; Dr. Muhardis, M.Hum., memberikan contoh fungsi media massa sebagai sarana perlawanan simbolik melalui simbol budaya populer seperti One Piece hingga karya sastra klasik. Menurut Peneliti BRIN tersebut, buku Teori Kritis dalam Studi Komunikasi ini memberikan contoh aplikatif bagaimana menggunakan teori kritis untuk membedah persoalan-persoalan komunikasi.
“Contohnya pada Bab 10 buku ini, penulis mengangkat perlawanan sastra dalam cerpen Indonesia, melalui bab ini penulis menegaskan bahwa karya sebagai media komunikasi tidak hadir sebagai hiburan saja, akan tetapi dia adalah bentuk perlawanan yang disampaikan melalui medium karya sastra,” ungkap Dr. Muhardis, M.Hum.
Sementara itu, Deanda Dewindaru menelusuri teori kritis dari akar filosofis Mazhab Frankfurt dan mengaitkannya dengan isu kontemporer seperti kesetaraan gender dalam jurnalisme, monopoli politik, hingga resistensi budaya. Deanda menyampaikan bahwa teori kritis sangat tepat digunakan untuk menganalisis persoalan-persoalan kesenjangan gender atau membahas persoalan dominasi masyarakat yang terpinggirkan.
“Selain itu teori kritis juga bisa untuk mengungkap perlawanan terhadap dominasi di tengah-tengah masyarakat,” jelas Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, UPN Veteran Jakarta tersebut.
Di sela-sela acara, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Arrangement (IA) antara FISIP UPNVJ dan PrenadaMedia Group, yang diwakili oleh A. Kasyful Anwar selaku Editor dan Kepala Divisi Rumah Jurnal.
Penandatanganan ini semakin memperkuat komitmen FISIP UPNVJ dalam mendorong budaya riset dan literasi kritis. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku dari Bapak A. Kasyful Anwar kepada tiga mahasiswa terpilih, menegaskan pentingnya literasi kritis sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial politik di era digital.
(nnz)
Lihat Juga :