UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Senin, 18 Mei 2026 - 14:41 WIB
loading...
Dosen FISIP serta Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta menggelar Penguatan Literasi Politik Digital di Depok. Foto/UPNVJ.
A
A
A
JAKARTA - Fenomena maraknya berita viral, hoaks politik, hingga penyebaran informasi sensasional di media sosial menjadi pembahasan utama dalam kegiatan Penguatan Literasi Politik Digital yang digelar di Auditorium Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Depok, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri masyarakat, pemuda, tokoh lingkungan, serta perangkat kelurahan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta dalam upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya disinformasi, misinformasi, dan malinformasi di era digital.
Baca juga: Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Acara secara resmi dibuka oleh Dainudin Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama berkaitan dengan isu politik dan informasi viral yang sering memancing emosi publik.
“Sekarang informasi sangat cepat menyebar. Masyarakat harus lebih hati-hati dan tidak langsung percaya sebelum memeriksa kebenarannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, fenomena “babi ngepet” yang sempat ramai diperbincangkan di Depok dijadikan contoh bagaimana isu sensasional dapat dengan cepat dipercaya dan menyebar luas di tengah masyarakat tanpa proses verifikasi yang memadai.
Kegiatan yang dihadiri masyarakat, pemuda, tokoh lingkungan, serta perangkat kelurahan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta dalam upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya disinformasi, misinformasi, dan malinformasi di era digital.
Baca juga: Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Acara secara resmi dibuka oleh Dainudin Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama berkaitan dengan isu politik dan informasi viral yang sering memancing emosi publik.
“Sekarang informasi sangat cepat menyebar. Masyarakat harus lebih hati-hati dan tidak langsung percaya sebelum memeriksa kebenarannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, fenomena “babi ngepet” yang sempat ramai diperbincangkan di Depok dijadikan contoh bagaimana isu sensasional dapat dengan cepat dipercaya dan menyebar luas di tengah masyarakat tanpa proses verifikasi yang memadai.
Lihat Juga :