UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Senin, 18 Mei 2026 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Ratu Nadya memberikan berbagai tips praktis agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh informasi politik yang tidak benar. Ia mengajak peserta untuk membiasakan diri melakukan cek fakta, membaca informasi secara menyeluruh, membandingkan berbagai sumber berita, serta tidak mudah terpancing judul provokatif.
Dalam sesi diskusi, beberapa warga juga mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi hoaks politik yang semakin sering muncul di media sosial. Para narasumber menekankan bahwa budaya verifikasi informasi dan literasi digital menjadi kemampuan penting dalam menjaga kualitas demokrasi di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tidak sedikit warga yang mengaku baru menyadari bahwa informasi yang terlihat meyakinkan di media sosial belum tentu benar, bahkan dapat berdampak hukum apabila disebarluaskan tanpa verifikasi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Penguatan literasi politik digital dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi, karena masyarakat yang mampu memilah informasi dengan baik akan lebih sulit diprovokasi oleh hoaks, propaganda, maupun narasi manipulatif yang dapat memecah belah publik.
Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya sebuah isu menjadi viral, kemampuan berpikir jernih, memeriksa fakta, serta memahami etika komunikasi digital menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang publik yang sehat, partisipatif, dan demokratis.
Dalam sesi diskusi, beberapa warga juga mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi hoaks politik yang semakin sering muncul di media sosial. Para narasumber menekankan bahwa budaya verifikasi informasi dan literasi digital menjadi kemampuan penting dalam menjaga kualitas demokrasi di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tidak sedikit warga yang mengaku baru menyadari bahwa informasi yang terlihat meyakinkan di media sosial belum tentu benar, bahkan dapat berdampak hukum apabila disebarluaskan tanpa verifikasi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Penguatan literasi politik digital dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi, karena masyarakat yang mampu memilah informasi dengan baik akan lebih sulit diprovokasi oleh hoaks, propaganda, maupun narasi manipulatif yang dapat memecah belah publik.
Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya sebuah isu menjadi viral, kemampuan berpikir jernih, memeriksa fakta, serta memahami etika komunikasi digital menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang publik yang sehat, partisipatif, dan demokratis.
(nnz)
Lihat Juga :