Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Rabu, 06 Mei 2026 - 17:18 WIB
loading...
Rektor Prof. Adnan Hamid beserta jajaran usai pengukuhan tiga guru besarnya yang terdiri dari Prof. Dr. apt. Yesi Desmiaty, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Nurmala Ahmar, S.E., M.Si., Ak., CA. dan Prof. Dr. Dra. Andiani, M.Kom.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Pancasila (UP) resmi mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Jakarta, Rabu (6/5). Penambahan profesor di bidang Farmasi, Akuntansi, dan Sistem Informasi ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat otoritas keilmuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid mengukuhkan tiga pakar tersebut, yakni:
- Prof. Dr. apt. Yesi Desmiaty, S.Si., M.Si.(Guru Besar ke-35) dalam bidang Ilmu Farmasi khususnya Tanaman Obat.
- Prof. Dr. Nurmala Ahmar, S.E., M.Si., Ak., CA.(Guru Besar ke-36) dalam bidang Ilmu Akuntansi Keuangan.
- Prof. Dr. Dra. Andiani, M.Kom.(Guru Besar ke-37) dalam bidang Ilmu Pengembangan Aplikasi dan Sistem Informasi.
Dalam pidatonya, Rektor menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik atau pemberian gelar semata. Menurutnya, jabatan guru besar adalah amanah intelektual untuk menjawab tantangan bangsa seperti kemiskinan dan ketidakadilan.
"Guru besar bukan sekadar jabatan akademik tertinggi, melainkan tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu secara berkelanjutan dan melahirkan karya inovatif yang berdampak langsung dalam mencari jalan keluar bagi masalah di masyarakat," ujar Rektor di hadapan para tokoh nasional dan pimpinan LLDikti Wilayah III yang hadir.
Menjadi Suri Teladan dan Marwah Keilmuan
Usai prosesi pengukuhan, Rektor menekankan bahwa esensi menjadi seorang profesor adalah kualitas pengabdian. Ia mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas, tidak hanya dalam mengajar tetapi juga aktif menulis di jurnal ilmiah internasional.
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid mengukuhkan tiga pakar tersebut, yakni:
- Prof. Dr. apt. Yesi Desmiaty, S.Si., M.Si.(Guru Besar ke-35) dalam bidang Ilmu Farmasi khususnya Tanaman Obat.
- Prof. Dr. Nurmala Ahmar, S.E., M.Si., Ak., CA.(Guru Besar ke-36) dalam bidang Ilmu Akuntansi Keuangan.
- Prof. Dr. Dra. Andiani, M.Kom.(Guru Besar ke-37) dalam bidang Ilmu Pengembangan Aplikasi dan Sistem Informasi.
Dalam pidatonya, Rektor menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik atau pemberian gelar semata. Menurutnya, jabatan guru besar adalah amanah intelektual untuk menjawab tantangan bangsa seperti kemiskinan dan ketidakadilan.
"Guru besar bukan sekadar jabatan akademik tertinggi, melainkan tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu secara berkelanjutan dan melahirkan karya inovatif yang berdampak langsung dalam mencari jalan keluar bagi masalah di masyarakat," ujar Rektor di hadapan para tokoh nasional dan pimpinan LLDikti Wilayah III yang hadir.
Menjadi Suri Teladan dan Marwah Keilmuan
Usai prosesi pengukuhan, Rektor menekankan bahwa esensi menjadi seorang profesor adalah kualitas pengabdian. Ia mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas, tidak hanya dalam mengajar tetapi juga aktif menulis di jurnal ilmiah internasional.
Lihat Juga :