Peneliti UNJ Inisiasi Gim Literasi Gerak untuk Pembelajaran Tari SMP
Senin, 29 September 2025 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
“Penelitian ini bertujuan mengembangkan model E-Assessment Literasi Gerak berbasis notasi tari laban untuk mendiagnostik kecerdasan kinestetik dengan sistem penskoran yang valid dan akurat,” lanjut dosen bergelar Profesor ini.
Prototipe gim ini lantas diuji coba ke sebanyak 10 SMP sepanjang Agustus hingga September 2025. Sembilan di antaranya tersebar di berbagai penjuru Jakarta, sedangkan satu uji coba dilakukan di Banten.
Sembilan sekolah di Jakarta yang dilakukan uji coba aplikasi yakni SMPN 215 (Jakarta Barat), SMPN 159 (Jakarta Barat), SMPN 39 (Jakarta Pusat), SMPN 216 (Jakarta Pusat), SMPN 254 (Jakarta Selatan), SMPN 238 (Jakarta Pusat), SMPN 62 (Jakarta Timur), SMPN 283 (Jakarta Timur) dan SMP Mekar Tanjung (Jakarta Utara).
Sementara satu sekolah di Banten yang kebagian uji coba aplikasi adalah SMPN 16 Kota Serang. Dinny menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan penerapan pembelajaran tari bisa relevan dengan pelajar generasi alpha.
“Assessment yang mengintegrasikan teknologi digital menyelaraskan perkembangan abad ke-21 dalam penerapan pembelajaran mendalam, karena prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan dapat dirasakan siswa dalam model ini,” paparnya.
“Pada pembelajaran tari, penilaian tidak hanya menilai keterampilan gerak, tetapi juga mencakup aspek kognitif dan afektif,” imbuh wanita kelahiran Karawang ini.
Lebih lanjut, Dinny berharap aplikasi Literasi Gerak bisa digunakan secara luas di berbagai penjuru Tanah Air. Dengan begitu, para pelajar di Indonesia bisa merasakan sensasi belajar seni tari yang interaktif dan menyenangakan.
Prototipe gim ini lantas diuji coba ke sebanyak 10 SMP sepanjang Agustus hingga September 2025. Sembilan di antaranya tersebar di berbagai penjuru Jakarta, sedangkan satu uji coba dilakukan di Banten.
Sembilan sekolah di Jakarta yang dilakukan uji coba aplikasi yakni SMPN 215 (Jakarta Barat), SMPN 159 (Jakarta Barat), SMPN 39 (Jakarta Pusat), SMPN 216 (Jakarta Pusat), SMPN 254 (Jakarta Selatan), SMPN 238 (Jakarta Pusat), SMPN 62 (Jakarta Timur), SMPN 283 (Jakarta Timur) dan SMP Mekar Tanjung (Jakarta Utara).
Sementara satu sekolah di Banten yang kebagian uji coba aplikasi adalah SMPN 16 Kota Serang. Dinny menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan penerapan pembelajaran tari bisa relevan dengan pelajar generasi alpha.
“Assessment yang mengintegrasikan teknologi digital menyelaraskan perkembangan abad ke-21 dalam penerapan pembelajaran mendalam, karena prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan dapat dirasakan siswa dalam model ini,” paparnya.
“Pada pembelajaran tari, penilaian tidak hanya menilai keterampilan gerak, tetapi juga mencakup aspek kognitif dan afektif,” imbuh wanita kelahiran Karawang ini.
Lebih lanjut, Dinny berharap aplikasi Literasi Gerak bisa digunakan secara luas di berbagai penjuru Tanah Air. Dengan begitu, para pelajar di Indonesia bisa merasakan sensasi belajar seni tari yang interaktif dan menyenangakan.
Lihat Juga :