Bukan Sekadar Wisuda, Mahasiswa ITS Ini Buka Warkop Hingga Ciptakan Pelatihan Gratis
Selasa, 30 September 2025 - 06:30 WIB
loading...
Muhammad Naufal Arsy Katon (kanan), wisudawan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS. Foto/ITS.
A
A
A
JAKARTA - Muhammad Naufal Arsy Katon, wisudawan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses membuktikan bahwa mahasiswa tak hanya bisa berprestasi di akademik, tetapi juga di dunia bisnis dan sosial.
Arsy, sapaan akrabnya, menanamkan kemandirian sejak belajar di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo. Nilai tersebut menjadi modal penting saat ia memutuskan terjun ke dunia wirausaha sejak awal kuliah. “Nilai ini yang membuat saya berani untuk memulai bisnis sejak semester pertama,” kenangnya, melalui siaran pers, Selasa (30/9/2025). Berkat tekad itu, pada 2021 ia mendirikan warung kopi sederhana bernama Podo Ngopi.
Baca juga: Lika Liku 2 Pasutri Kompak Wisuda Bareng dan Raih Gelar S2 dan S3 di ITS
Di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, Arsy justru membaca peluang. Ia melihat kebutuhan mahasiswa akan tempat belajar yang terjangkau, sekaligus adanya pengangguran yang meningkat. Dari situlah Podo Ngopi berkembang hingga mampu mempekerjakan empat karyawan. Meski mengaku tidak mudah, semangatnya tak pernah padam. “Mengurus bisnis saat masih kuliah bukan hal yang mudah, tapi pengalaman itu membuat saya belajar banyak hal,” tandasnya.
Tak cukup hanya berbisnis, Arsy juga aktif membangun ekosistem wirausaha di lingkungan kampus. Ia bergabung lalu dipercaya memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) ITS periode 2023. “Ada banyak hal yang ingin saya benahi, mulai dari penguatan internal hingga bagaimana organisasi ini bisa memberi dampak luas bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Wiwik Dahani, Wisudawan Tertua ITS Usia 63 Tahun Raih IPK 3,95
Sejumlah program ia gagas, seperti Sinau Bareng Owner (SBO) yang menghadirkan pengusaha lokal Surabaya sebagai narasumber. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa ITS dan menjadi ruang belajar kolektif untuk menumbuhkan jiwa wirausaha.
Sebagai puncaknya, ia menggelar The Grand Leader Summit menghadirkan Wali Kota Surabaya, Rektor ITS, hingga direktur perusahaan nasional. Melalui forum tersebut, Arsy ingin mahasiswa tidak hanya mengejar karier profesional, tetapi juga percaya diri membangun usaha.
Di luar kampus, Arsy turut fokus pada pemberdayaan masyarakat. Bersama sang ayah, ia mendirikan Yayasan Insan Mulia Bangsa untuk membantu santri yang memiliki akses pendidikan terbatas. Mereka rutin mengadakan pelatihan keterampilan seperti barista, fotografi produk UMKM berbasis smartphone, hingga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
“Kami ingin hadir untuk mengapresiasi sekaligus mendampingi anak-anak muda potensial agar mereka punya kesempatan lebih luas,” tuturnya.
Lulus bersamaan dengan sang ayah pada Wisuda ke-132 ITS, Arsy kini berencana melanjutkan studi ke Belanda. Ia menutup kisahnya dengan pesan inspiratif, “Jangan takut untuk melangkah, mulailah dari hal kecil dan cintai prosesnya.” Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa visi wirausaha dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Arsy, sapaan akrabnya, menanamkan kemandirian sejak belajar di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo. Nilai tersebut menjadi modal penting saat ia memutuskan terjun ke dunia wirausaha sejak awal kuliah. “Nilai ini yang membuat saya berani untuk memulai bisnis sejak semester pertama,” kenangnya, melalui siaran pers, Selasa (30/9/2025). Berkat tekad itu, pada 2021 ia mendirikan warung kopi sederhana bernama Podo Ngopi.
Baca juga: Lika Liku 2 Pasutri Kompak Wisuda Bareng dan Raih Gelar S2 dan S3 di ITS
Di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, Arsy justru membaca peluang. Ia melihat kebutuhan mahasiswa akan tempat belajar yang terjangkau, sekaligus adanya pengangguran yang meningkat. Dari situlah Podo Ngopi berkembang hingga mampu mempekerjakan empat karyawan. Meski mengaku tidak mudah, semangatnya tak pernah padam. “Mengurus bisnis saat masih kuliah bukan hal yang mudah, tapi pengalaman itu membuat saya belajar banyak hal,” tandasnya.
Tak cukup hanya berbisnis, Arsy juga aktif membangun ekosistem wirausaha di lingkungan kampus. Ia bergabung lalu dipercaya memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) ITS periode 2023. “Ada banyak hal yang ingin saya benahi, mulai dari penguatan internal hingga bagaimana organisasi ini bisa memberi dampak luas bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Wiwik Dahani, Wisudawan Tertua ITS Usia 63 Tahun Raih IPK 3,95
Sejumlah program ia gagas, seperti Sinau Bareng Owner (SBO) yang menghadirkan pengusaha lokal Surabaya sebagai narasumber. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa ITS dan menjadi ruang belajar kolektif untuk menumbuhkan jiwa wirausaha.
Sebagai puncaknya, ia menggelar The Grand Leader Summit menghadirkan Wali Kota Surabaya, Rektor ITS, hingga direktur perusahaan nasional. Melalui forum tersebut, Arsy ingin mahasiswa tidak hanya mengejar karier profesional, tetapi juga percaya diri membangun usaha.
Di luar kampus, Arsy turut fokus pada pemberdayaan masyarakat. Bersama sang ayah, ia mendirikan Yayasan Insan Mulia Bangsa untuk membantu santri yang memiliki akses pendidikan terbatas. Mereka rutin mengadakan pelatihan keterampilan seperti barista, fotografi produk UMKM berbasis smartphone, hingga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
“Kami ingin hadir untuk mengapresiasi sekaligus mendampingi anak-anak muda potensial agar mereka punya kesempatan lebih luas,” tuturnya.
Lulus bersamaan dengan sang ayah pada Wisuda ke-132 ITS, Arsy kini berencana melanjutkan studi ke Belanda. Ia menutup kisahnya dengan pesan inspiratif, “Jangan takut untuk melangkah, mulailah dari hal kecil dan cintai prosesnya.” Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa visi wirausaha dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
(nnz)
Lihat Juga :