UNKRIS dan USPU Rusia Gelar Program Bahasa dan Pertukaran Budaya Batch 2
Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:31 WIB
loading...
Program kolaboratif Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) dengan Ural State Pedagogycal University (USPU) Russia kembali digelar. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Program kolaboratif Universitas Krisnadwipayana ( UNKRIS ) dengan Ural State Pedagogycal University (USPU) Rusia kembali digelar. Russian Language Training, Cultural Exchange & Community Services Batch-2 dilaksanakan mulai 1-30 Oktober 2025, dimana kali ini mengusung tema "Innovation Across Cultures, Inspiring Global Futures".
Program ini diawali dengan Opening Ceremony yang dibuka secara resmi pada 1 Oktober 2025 di ruang Sidang Rektorat Unkris oleh Rektor Unkris, Dr. Ali Johardi bersama Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, didampingi Deputi Director House of Russia, Maria Hionaki, dan Dekan FIA Unkris, Dr. Ade Reza Hariyadi.
Baca juga: 7 PTN dengan Jurusan Hukum Terbaik Dunia untuk SNBP 2026, Nomor 1 Ada di Solo
Dalam pembukaan tersebut, Rektor Unkris menyambut baik program internasional yang berkelanjutan ini karena mendukung langkah UNKRIS di kancah global.
Sementara itu, Sergei Tolchenov mengatakan bahwa kerja sama ini dapat menjadi entry point untuk kerja sama di berbagai bidang dimana Rusia sangat terbuka bagi perguruan tinggi dari Indonesia.
Dekan FIA Unkris, Dr. Ade Reza Hariyadi sebagai inisiator kerja sama UNKRIS dengan USPU Russia dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini kita hidup pada era ketika dunia tidak lagi bersifat unipolar.
Globalisasi telah menghadirkan multipolarisme sebagai realitas dunia, di mana pusat-pusat kekuatan baru muncul dan menuntut adanya pola hubungan internasional yang lebih setara, saling menghargai, dan berimbang. Dalam konteks inilah, kerja sama lintas negara dan lintas budaya menjadi semakin penting.
“Tema yang kita usung hari ini menegaskan bahwa inovasi akademik dan kolaborasi budaya adalah kunci untuk menghadapi dinamika multipolarisme global,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Unkris bukan hanya memperkuat kapasitas akademik menuju Perguruan Tinggi yang Unggul, tetapi juga membangun jembatan pengetahuan yang menghubungkan Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari dunia multipolar.
Selain itu, Reza menambahkan bahwa pelaksanaan program Batch-2 merupakan wujud kolaborasi inovatif lanjutan bersama antara Unkris dan USPU, Russia dimana telah sukses melaksanakan program pada Batch-1 pada tahun 2024 lalu. “Ini merupakan bukti bahwa FIA Unkris mampu untuk menggelar program-program internasional,” lanjut Reza.
Sebagaimana diketahui sebelumnya FIA Unkris sudah menggelar seminar internasional dengan Universidad de Colima, Mexico, dan mengirim mahasiswa ke Malaysia dalam program student mobility ke Universiti Teknologi Malaysia.
Program kolaboratif UNKRIS dengan USPU Rusia ini didukung oleh The Open Education Center, Institute of Foreign Language, Kementerian Pendidikan pemerintah Rusia dan My Story Foundation (Rusia).
Selama 1 bulan, delegasi dari USPU Rusia, Daria Starkova dan Anastasya Petukhova tidak hanya terlibat dalam pelatihan bahasa dan festival budaya di dalam kampus Unkris, tetapi mereka juga akan terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional di Kota Bekasi.
Program ini diawali dengan Opening Ceremony yang dibuka secara resmi pada 1 Oktober 2025 di ruang Sidang Rektorat Unkris oleh Rektor Unkris, Dr. Ali Johardi bersama Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, didampingi Deputi Director House of Russia, Maria Hionaki, dan Dekan FIA Unkris, Dr. Ade Reza Hariyadi.
Baca juga: 7 PTN dengan Jurusan Hukum Terbaik Dunia untuk SNBP 2026, Nomor 1 Ada di Solo
Dalam pembukaan tersebut, Rektor Unkris menyambut baik program internasional yang berkelanjutan ini karena mendukung langkah UNKRIS di kancah global.
Sementara itu, Sergei Tolchenov mengatakan bahwa kerja sama ini dapat menjadi entry point untuk kerja sama di berbagai bidang dimana Rusia sangat terbuka bagi perguruan tinggi dari Indonesia.
Dekan FIA Unkris, Dr. Ade Reza Hariyadi sebagai inisiator kerja sama UNKRIS dengan USPU Russia dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini kita hidup pada era ketika dunia tidak lagi bersifat unipolar.
Globalisasi telah menghadirkan multipolarisme sebagai realitas dunia, di mana pusat-pusat kekuatan baru muncul dan menuntut adanya pola hubungan internasional yang lebih setara, saling menghargai, dan berimbang. Dalam konteks inilah, kerja sama lintas negara dan lintas budaya menjadi semakin penting.
“Tema yang kita usung hari ini menegaskan bahwa inovasi akademik dan kolaborasi budaya adalah kunci untuk menghadapi dinamika multipolarisme global,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Unkris bukan hanya memperkuat kapasitas akademik menuju Perguruan Tinggi yang Unggul, tetapi juga membangun jembatan pengetahuan yang menghubungkan Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari dunia multipolar.
Selain itu, Reza menambahkan bahwa pelaksanaan program Batch-2 merupakan wujud kolaborasi inovatif lanjutan bersama antara Unkris dan USPU, Russia dimana telah sukses melaksanakan program pada Batch-1 pada tahun 2024 lalu. “Ini merupakan bukti bahwa FIA Unkris mampu untuk menggelar program-program internasional,” lanjut Reza.
Sebagaimana diketahui sebelumnya FIA Unkris sudah menggelar seminar internasional dengan Universidad de Colima, Mexico, dan mengirim mahasiswa ke Malaysia dalam program student mobility ke Universiti Teknologi Malaysia.
Program kolaboratif UNKRIS dengan USPU Rusia ini didukung oleh The Open Education Center, Institute of Foreign Language, Kementerian Pendidikan pemerintah Rusia dan My Story Foundation (Rusia).
Selama 1 bulan, delegasi dari USPU Rusia, Daria Starkova dan Anastasya Petukhova tidak hanya terlibat dalam pelatihan bahasa dan festival budaya di dalam kampus Unkris, tetapi mereka juga akan terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional di Kota Bekasi.
(nnz)
Lihat Juga :