Profil Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang Terkena Musibah, Tempat Ulama Besar Menimba Ilmu

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 07:00 WIB
loading...
Profil Ponpes Al Khoziny...
Nama Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo menjadi sorotan usai musala di kompleks pesantren ini ambruk dan menelan korban jiwa. Foto/jatim.nu.or.id.
A A A
JAKARTA - Nama Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo menjadi sorotan usai musala di kompleks pesantren ini ambruk dan menelan korban jiwa. Di balik musibah tersebut, pesantren yang berdiri lebih dari satu abad ini menyimpan sejarah panjang sebagai pusat lahirnya ulama-ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) dan menjadi salah satu pesantren tertua di Jawa Timur.

Profil Singkat Pondok Pesantren Al Khoziny


Pesantren Al Khoziny didirikan sekitar tahun 1915–1927 oleh KH Raden Khozin Khoiruddin, menantu KH Ya’qub pengasuh Pesantren Siwalanpanji. Berlokasi di Jalan KHR Moh Abbas I/18, Buduran, Sidoarjo, pesantren ini lebih dikenal sebagai Pesantren Buduran.

Baca juga: Puluhan Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Terjepit, Tim Evakuasi Berburu Waktu

Sejak awal berdiri, Al Khoziny menekankan pengajaran kitab kuning klasik dengan santri pertama yang dibawa langsung dari Siwalanpanji. Di bawah kepemimpinan KH Mochammad Abbas Khozin, pesantren berkembang pesat dengan rutinitas khataman Tafsir Jalalain dan pembukaan madrasah formal.



Kini, pesantren diasuh generasi ketiga, KHR Abdus Salam Mujib, yang menegaskan usia pesantren ini telah lebih dari seratus tahun.

Tercatat, sejumlah ulama besar pernah menimba ilmu di ponpes ini, seperti KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang), KH Nasir (Bangkalan), KH Abd Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang), KH Umar (Jember), KH Nawawi (Pendiri Pesantren Ma'had Arriyadl Ringin Agung Kediri), KH Usman Al Ishaqi (Alfitrah Kedinding, Surabaya), KH Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan), KH Dimyati (Banten), KH Ali Mas’ud (Sidoarjo), KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo), dan masih banyak lagi.

Baca juga: Update Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, 5 Santri Meninggal Dunia

Pesantren ini juga dikenal dengan “Lima Tarekat” yang diwariskan KH Abdul Mujib Abbas, yakni: belajar dan mengajar, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, salat witir, serta istiqamah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter santri.

Perkembangan Pendidikan dan Peran Besar Pesantren Al Khoziny


Seiring berjalannya waktu, Pesantren Al Khoziny berkembang dari pengajian salaf menjadi lembaga pendidikan formal. Pada 1964 berdiri Madrasah Tsanawiyah, disusul Madrasah Aliyah dan Madrasah Ibtidaiyah di tahun 1970-an. Tahun 1982, pesantren ini mendirikan Sekolah Tinggi Diniyah yang kemudian berkembang menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny.

Baca juga: DPR Gandeng Pemerintah Bantu Penanganan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang Ambruk

Program pendidikan di pesantren ini bukan hanya fokus pada ilmu agama, tapi juga mengajarkan kemandirian melalui pertanian dan kegiatan ekonomi. Santri dilatih berakhlak mulia, moderat, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Tak hanya soal pendidikan, Al Khoziny juga menjadi medan jihad intelektual. KH Abdul Mujib Abbas menekankan jihad lewat ilmu, bukan senjata. Kiai Mujib hingga akhir hayatnya konsisten mengajar, bahkan saat sakit berat tetap istiqamah mengaji dan membimbing santri.

Dengan warisan ilmu, tradisi, dan perjuangan yang kuat, Pesantren Al Khoziny tetap menjadi mercusuar pendidikan Islam di Sidoarjo dan Jawa Timur, meski kini sedang berduka akibat musibah runtuhnya musala.

M/G Nesya Naila Naulia
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Kemenag Salurkan BOS...
Kemenag Salurkan BOS Pesantren Rp111,9 Miliar Jelang Lebaran
Mengenang Jasa KH Abdul...
Mengenang Jasa KH Abdul Wahab Turcham: Tanamkan Pendidikan Karakter, Lahirkan Anak Didik Sukses
Beasiswa LPDP untuk...
Beasiswa LPDP untuk Kader Ulama Masjid Istiqlal 2026 Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Manajemen Pesantren...
Manajemen Pesantren Berbasis Kinerja Jadi Sorotan Kuliah Umum Universitas Darunnajah
Profil Pendidikan KH...
Profil Pendidikan KH Zulfa Mustofa, Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Rekomendasi
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
Berita Terkini
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Pendaftaran Akun KIP...
Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Keren, Mahasiswa PENS...
Keren, Mahasiswa PENS Raih Juara Kompetisi Satelit Mini Dunia di Amerika Serikat
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved