8 Dimensi Profil Lulusan Jadi Fokus Baru Kurikulum, Ini Penjelasan Pakar

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 20:54 WIB
loading...
8 Dimensi Profil Lulusan...
Program Manager Teach First Indonesia, Ilona Christina Kakerissa, saat menyampaikan materi di acara webinar Membangun Kompetensi Utuh Lewat 8 Dimensi Profil Lulusan. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Perubahan arah pendidikan di Indonesia terus berlangsung sebagai upaya menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Setelah penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi salah satu fokus utama dalam Kurikulum Merdeka, kini hadir gagasan penguatan lebih lanjut melalui 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL).

Dimensi ini tidak hanya menekankan pada penguatan karakter, tetapi juga mencakup keterampilan, sikap, serta kompetensi holistik yang dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi era globalisasi, transformasi digital, dan dinamika sosial budaya.

Baca juga: Riwayat Pendidikan Mardiono, Ketua Umum PPP yang Mendapat Pengakuan Menteri Hukum

Membangun kompetensi utuh lewat 8 dimensi berarti mengarahkan peserta didik agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, berkarakter, kolaboratif, dan mampu berkontribusi nyata dalam masyarakat. Pergeseran dari P5 menuju 8 DPL memberikan kesempatan bagi satuan pendidikan untuk merefleksikan kembali strategi pembelajaran, menyelaraskan kurikulum, serta merancang program yang lebih relevan dengan kebutuhan abad 21.

Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Guru Satkaara Bangsa (KGSB) bekerja sama dengan Teacher Talent menghadirkan webinar TeTalk bertajuk “Membangun Kompetensi Utuh Lewat 8 Dimensi Profil Lulusan”.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Program Manager di Teach First Indonesia, Illona Christina Kakerissa. Diskusi juga dipandu oleh Kepala SDN Lenteng Agung 09 sekaligus anggota KGSB, Juli Sugiati. Webinar ini dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari kalangan kepala sekolah, guru, pengelola pendidikan, serta pihak-pihak yang peduli pada masa depan pendidikan Indonesia.

Webinar itu dirancang dengan tujuan agar peserta, khususnya pendidik dan pengelola sekolah, dapat memahami arah tujuan pendidikan yang sesuai dengan 8 dimensi profil lulusan. Selain itu peserta juga diharapkan dapat menganalisis relevansi 8 dimensi ini dalam konteks tantangan pendidikan masa kini. Lebih jauh mereka diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran serta program sekolah yang dapat mendukung pencapaian 8 dimensi profil lulusan yang utuh.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan dikemas dalam format interaktif yang mencakup pemaparan materi, praktik sederhana, diskusi dengan narasumber, dan sesi tanya jawab. Peserta diajak untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga merefleksikan langsung bagaimana konsep-konsep ini bisa diterapkan di sekolah masing-masing.

Menurut Ilona, 8 dimensi profil lulusan bukanlah sebuah hal yang baru tetapi pengembangan dari profil lulusan yang sebelumnya menjadi arah tujuan pendidikan di Indonesia. “Dengan 8 dimensi profil lulusan, murid tidak diarahkan untuk mendapat nilai tinggi saat ujian saja, tetapi mereka disiapkan untuk memiliki kompetensi yang utuh dan siap hidup di dunia nyata,” tegasnya, melalui siaran pers, Jumat (3/10/202).

Ruth Andriani, Founder KGSB, menambahkan bahwa kolaborasi guru menjadi kunci penting dalam keberhasilan penerapan konsep ini. “KGSB lahir dari semangat para guru yang ingin saling menguatkan. Melalui diskusi dan berbagi praktik baik, kami percaya 8 dimensi ini bisa benar-benar hidup dalam keseharian sekolah. Guru tidak boleh merasa sendirian dalam perubahan besar ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa ditunda. Melalui kegiatan ini, KGSB berharap sekolah lebih percaya diri dalam mengambil langkah konkret. Mulai dari merancang proyek sederhana berbasis dimensi hingga membangun peta jalan integrasi 8 DPL dalam rencana tahunan sekolah.

Miskonsepsi Metode Pembelajaran Berbasis Proyek


Saat ini masih banyak guru yang salah memahami project based learning. Pembelajaran berbasis proyek tidak hanya sekadar melakukan sebuah proyek, namun proyek tersebut harus memiliki dampak pada kehidupan siswa sehari-hari.

Proses project based learning diawali dengan proses siswa mengajukan pertanyaan tentang suatu masalah yang diamati. Selanjutnya siswa diberikan kesempatan untuk bertukar pikiran dan mendiskusikan ide-ide mereka untuk memecahkan masalah.

Setelah itu siswa dapat merancang prototype solusi dimana mereka dapat berkreasi menemukan pilihan-pilihan solusi yang dapat dilakukan untuk merespon masalah yang mereka temukan sebelumnya. Terakhir dilakukan pengujian yang memungkinkan siswa mengetahui seberapa baik produk atau layanan mereka bekerja dalam lingkungan nyata.

“Perubahan dalam pendidikan adalah hal yang pasti. Namun, guru tetap menjadi kunci dalam menyelenggarakan kurikulum apapun. Setiap guru perlu menyadari perannya sebagai penggerak budaya belajar, agar tujuan utama pendidikan yaitu peningkatan kompetensi murid, benar-benar tercapai,” pungkas Illona.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Bawa Konsep Eco Socio...
Bawa Konsep Eco Socio Tech, Sekolah Berstandar Internasional Pertama Segera Beroperasi di Indramayu
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved