Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:40 WIB
loading...
Hawa Ainur Maulida dinobatkan dengan gelar wisudawan terbaik Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Foto/UNJ.
A
A
A
JAKARTA - Hawa Ainur Maulida masih tak percaya Ketika dinobatkan dengan gelar wisudawan terbaik Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) . Namun ia merasa senang dan bersyukur aras capaiannya kuliah bertahun-tahun di UNJ.
“Waktu dengar nama saya disebut, saya cuma bisa bilang, ‘Hah? Masa sih?’,” kenangnya, mengutip laman UNJ, Sabtu (11/10/2025).
“Perasaan saya campur aduk seperti es doger. Tapi yang pasti, saya sangat senang dan bersyukur,” ujarnya sambil tertawa.
Baca juga: Cerita Alexander Weynard, Wisudawan Terbaik ITS dengan Nilai IPK Tertinggi
Predikat wisudawati terbaik tentu tidak diraih dengan mudah. Hawa yang berdomisili di Kabupaten Bogor, harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 kilometer setiap hari menggunakan TransJakarta ke Fakultas Psikologi UNJ yang terletak di Halimun, Jakarta Selatan.
“Kegiatan saya juga banyak banget, jadi harus pintar-pintar mengatur waktu,” kata Hawa.
Baca juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Strategi andalannya adalah membuat jadwal terperinci mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian. “Kalau sudah dibreakdown dan dijalani dengan konsisten, semuanya aman terkendali,” jelasnya.
Sejak awal kuliah, Hawa telah mantap memilih Psikologi sebagai jalan hidupnya. Ia tertarik untuk memahami manusia dan membantu mereka berkembang. “Saya tahu bahwa lingkungan Psikologi di UNJ sangat positif untuk menunjang perjalanan akademik dan non-akademik saya,” tuturnya.
Dari berbagai cabang ilmu psikologi, Hawa memilih mendalami Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), bidang yang menurutnya sangat relevan dengan dunia kerja masa kini. “Saya paling menikmati mata kuliah ini. Walaupun menantang, tetap menyenangkan,” katanya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Qori, Anak Driver Ojol Lulus Cumlaude dari Undip dengan IPK 3,95
Salah satu mata kuliah favoritnya adalah Psikologi Keluarga dan Konseling Perkawinan. “Kapan lagi bisa mempersiapkan pernikahan dari bangku kuliah?” ujarnya sambil tersenyum.
Selain berprestasi secara akademik, Hawa juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Psikologi, bergabung dalam komunitas Movie on Campus dan Psychological Health Care, serta menjadi Project Officer Pengabdian Masyarakat. Di luar kampus, ia juga dipercaya sebagai pengurus inti di beberapa organisasi dan kerap menjadi moderator serta MC di berbagai acara.
Skripsi yang ia tulis mengangkat tema “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Generasi Z”, sebuah isu yang relevan dengan dunia kerja saat ini. “Katanya Gen Z etos kerjanya rendah. Emang iya? Nah, di penelitian ini saya cari tahu faktor-faktor yang memengaruhi hal itu, salah satunya budaya organisasi,” jelasnya.
Ketika ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tanpa ragu, “Ibu dan mamah. Dua sosok perempuan yang paling kuat dan paling sabar. Mereka inspirasi saya untuk terus melangkah.”
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNJ, Hawa merasakan banyak perubahan dalam cara berpikir dan bersikap. “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut menantang diri. “Cari kerja itu sulit, tapi kalau kalian punya prestasi, semua akan lebih mudah,” ucapnya.
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Psikologi, Hawa berencana langsung terjun ke dunia kerja. “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menatap masa depan dengan penuh optimisme, Hawa tidak melupakan almamaternya. “UNJ sudah jadi rumah kedua saya. Perjalanannya memang tidak mudah, tapi saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucapnya penuh syukur.
Sebagai penutup, Hawa menyampaikan harapan untuk Fakultas Psikologi UNJ. “Menjadi kampus terbaik bukan soal slogan, tapi soal komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan. Semoga fakultas kita (Psikologi) terus maju dan melahirkan lebih banyak psikolog hebat,” tutupnya.
“Waktu dengar nama saya disebut, saya cuma bisa bilang, ‘Hah? Masa sih?’,” kenangnya, mengutip laman UNJ, Sabtu (11/10/2025).
“Perasaan saya campur aduk seperti es doger. Tapi yang pasti, saya sangat senang dan bersyukur,” ujarnya sambil tertawa.
Baca juga: Cerita Alexander Weynard, Wisudawan Terbaik ITS dengan Nilai IPK Tertinggi
Tempuh Perjalanan Pulang Pergi Jakarta-Bogor
Predikat wisudawati terbaik tentu tidak diraih dengan mudah. Hawa yang berdomisili di Kabupaten Bogor, harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 kilometer setiap hari menggunakan TransJakarta ke Fakultas Psikologi UNJ yang terletak di Halimun, Jakarta Selatan.
“Kegiatan saya juga banyak banget, jadi harus pintar-pintar mengatur waktu,” kata Hawa.
Baca juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Strategi andalannya adalah membuat jadwal terperinci mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian. “Kalau sudah dibreakdown dan dijalani dengan konsisten, semuanya aman terkendali,” jelasnya.
Psikologi sebagai Jalan Hidup
Sejak awal kuliah, Hawa telah mantap memilih Psikologi sebagai jalan hidupnya. Ia tertarik untuk memahami manusia dan membantu mereka berkembang. “Saya tahu bahwa lingkungan Psikologi di UNJ sangat positif untuk menunjang perjalanan akademik dan non-akademik saya,” tuturnya.
Dari berbagai cabang ilmu psikologi, Hawa memilih mendalami Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), bidang yang menurutnya sangat relevan dengan dunia kerja masa kini. “Saya paling menikmati mata kuliah ini. Walaupun menantang, tetap menyenangkan,” katanya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Qori, Anak Driver Ojol Lulus Cumlaude dari Undip dengan IPK 3,95
Salah satu mata kuliah favoritnya adalah Psikologi Keluarga dan Konseling Perkawinan. “Kapan lagi bisa mempersiapkan pernikahan dari bangku kuliah?” ujarnya sambil tersenyum.
Aktif Berorganisasi
Selain berprestasi secara akademik, Hawa juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Psikologi, bergabung dalam komunitas Movie on Campus dan Psychological Health Care, serta menjadi Project Officer Pengabdian Masyarakat. Di luar kampus, ia juga dipercaya sebagai pengurus inti di beberapa organisasi dan kerap menjadi moderator serta MC di berbagai acara.
Skripsi yang ia tulis mengangkat tema “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Generasi Z”, sebuah isu yang relevan dengan dunia kerja saat ini. “Katanya Gen Z etos kerjanya rendah. Emang iya? Nah, di penelitian ini saya cari tahu faktor-faktor yang memengaruhi hal itu, salah satunya budaya organisasi,” jelasnya.
Ketika ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tanpa ragu, “Ibu dan mamah. Dua sosok perempuan yang paling kuat dan paling sabar. Mereka inspirasi saya untuk terus melangkah.”
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNJ, Hawa merasakan banyak perubahan dalam cara berpikir dan bersikap. “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut menantang diri. “Cari kerja itu sulit, tapi kalau kalian punya prestasi, semua akan lebih mudah,” ucapnya.
Langsung Kerja
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Psikologi, Hawa berencana langsung terjun ke dunia kerja. “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menatap masa depan dengan penuh optimisme, Hawa tidak melupakan almamaternya. “UNJ sudah jadi rumah kedua saya. Perjalanannya memang tidak mudah, tapi saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucapnya penuh syukur.
Sebagai penutup, Hawa menyampaikan harapan untuk Fakultas Psikologi UNJ. “Menjadi kampus terbaik bukan soal slogan, tapi soal komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan. Semoga fakultas kita (Psikologi) terus maju dan melahirkan lebih banyak psikolog hebat,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :