Pengembangan Kuantum Terbatas, Indonesia Perlu Roadmap SDM dan Infrastruktur

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:22 WIB
loading...
Pengembangan Kuantum...
Diskusi KopiSains dengan tajuk The Spirit of Quantum membahas perkembangan teknologi kuantum dan perkembangannya di Indonesia. Foto/ist.
A A A
JAKARTA - Perkembangan teknologi kuantum di dunia terus melaju pesat, namun Indonesia dinilai belum memberi perhatian yang cukup pada bidang strategis ini. Padahal, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) kuantum sangat mendesak untuk mendukung kemajuan teknologi nasional dalam jangka panjang.

Guru besar STEI-ITB Prof Andriyan B. Suksmono menegaskan perlunya roadmap nasional untuk mencetak tenaga ahli kuantum. Ia menilai, pengiriman pelajar Indonesia ke luar negeri menjadi langkah strategis dalam menyiapkan SDM unggul.

"Menurut saya kita harus mempunyai roadmap pengembangan sumber daya manusia kuantum di Indonesia. Seperti mengirimkan para pelajar untuk belajar kuantum ke negara lain," ujarnya usai diskusi KopiSains The Spirit of Quantum di Jakarta, dikutip Sabtu (11/10/2025).

Baca juga: Kemendiktisaintek Dorong Sains dan Teknologi Kuantum dari Kampus Berdampak ke Masyarakat

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai pemberi beasiswa agar generasi muda bisa belajar teknologi kuantum di perguruan tinggi maju di berbagai negara. Menurut Andriyan, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengejar perkembangan kuantum karena negara-negara lain pun belum sepenuhnya siap dari segi infrastruktur.

Senada dengan itu, Prof Yudi Darma, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Dirjen Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, mengungkapkan bahwa Indonesia belum memiliki perguruan tinggi yang fokus secara khusus pada pendidikan kuantum. Saat ini, kajian kuantum hanya dikembangkan oleh kelompok-kelompok kecil di beberapa institusi.

"Di beberapa tempat, mungkin ada beberapa kelompok. Ambil contoh misalkan di Singapura ada, Thailand ada, Rusia ada, Cina ada. Dan kita di sini baru menginisiasi, yang tadi diceritakan oleh Prof Andriyan, yaitu Indonesian Quantum Initiative," jelasnya.

Indonesian Quantum Initiative merupakan kolaborasi antara sejumlah kampus dan lembaga riset. Mereka telah menyusun roadmap pengembangan kuantum yang mencakup bukan hanya SDM tetapi juga infrastruktur dalam rentang waktu tertentu. Meski belum diresmikan secara formal, inisiatif ini menjadi fondasi awal penguatan ekosistem kuantum di Indonesia.

Prof Yudi menambahkan, kolaborasi internasional juga terus dijalin. Prof Andriyan dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan IBM di Amerika Serikat untuk membahas kerja sama dan partisipasi dalam penelitian kuantum global. Dari pertemuan semacam itu, pengetahuan dan pengalaman akan dibagikan kembali ke para akademisi dan peneliti di dalam negeri.

"Artinya, kita berusaha berkontribusi bersama-sama dengan para peneliti dunia. Dan kalau ada yang bisa kita serap, kita sebarkan ke teman-teman di Indonesia sehingga semangat itu tetap menyala," kata Prof Yudi.

Di sisi lain, berbagai pihak juga mulai membangun infrastruktur secara bertahap. Melalui konsep resource sharing, institusi seperti ITB dan lembaga riset nasional mulai menyisihkan anggaran untuk memperkuat laboratorium kuantum. Harapannya, pemerintah ke depan dapat menyediakan alokasi dana lebih besar agar fasilitas penelitian kuantum bisa berkembang optimal.

Dengan adanya roadmap, kolaborasi riset, peran LPDP, hingga pembangunan laboratorium, para pakar berharap Indonesia tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi kuantum global. Bidang ini diyakini akan menjadi salah satu pilar penting masa depan teknologi nasional.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harmonisasi Spiritualitas...
Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin
329 Tim dari 10 Provinsi...
329 Tim dari 10 Provinsi Ramaikan Kompetisi Greenmech 2026
Jadwal Pendaftaran OSN...
Jadwal Pendaftaran OSN SMA 2026 Lengkap dengan Link Resmi, Catat Tahapannya
Cetak Inovator Sejak...
Cetak Inovator Sejak Dini, Sekolah Kharisma Bangsa Gelar STEAM Expo 2026
Atasi Luka Akibat Diabetes,...
Atasi Luka Akibat Diabetes, Madalyn dan Matthew Si Kembar yang Berhasil Raih Emas di OPSI 2025
Untar Kukuhkan Guru...
Untar Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen, Bahas Fenomena Konten Digital
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rekomendasi
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved