Kemendiktisaintek Dorong Sains dan Teknologi Kuantum dari Kampus Berdampak ke Masyarakat

Sabtu, 20 September 2025 - 12:25 WIB
loading...
A A A
"Tentunya dalam acara ini, kita akan berbicara bukan yang berat-berat, tetapi yang santai yang bisa kita cerna bersama, tetapi tanpa kehilangan esensi dari pentingnya bahwa menguasai teknologi kuantum ini, karena memang suatu keniscayaan bangsa kita itu mau enggak mau ke depannya harus masuk ke dalam teknologi," tegasnya.

Menurutnya, teknologi kuantum 2.0 diprediksi akan menghadirkan kemajuan yang jauh lebih powerful dan berdaya dibanding revolusi kuantum pertama yang telah melahirkan laser, MRI, CT scan, dan PET scan.

“Kemudian kalau sekarang dokter-dokter membedah menggunakan laser, ya itu sudah kuantum. Yang saya bicarakan tadi itu adalah revolusi kedua, itu adalah revolusi pertama. Itu revolusi pertama itu melahirkan tadi, bedah pakai laser, MRI, ada CT scan, ya ada bahkan sekarang lagi yang paling baru kan ada PET (Positron, Elektron, Tomography). Itu yang juga lebih teliti lagi. Bisa kita bayangkan di revolusi kedua ini, alat-alat seperti itu akan jauh lebih powerful, lebih berdaya guna,” kata Husin.

Husin mengingatkan, jika bangsa ini tidak siap menguasai teknologi tersebut, maka akan seperti ketinggalan kereta dari negara lain. Padahal sebenarnya masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi kuantum.

Dosen MIPA UI/Ketua Kelompok Riset Fisika Kuantum, Magnetik dan Ionik, Dr. Adam Badra Cahaya, yang hadir sebagai panelis mengatakan, kehadirannya untuk menjembatani kompleksitas sains kuantum agar mudah dipahami oleh audiens muda.

Adam menekankan, momen 100 tahun sains kuantum yang diperingati tahun 2025 adalah kesempatan emas bagi Indonesia. Dia menjelaskan, revolusi kuantum 1.0 yang melahirkan semikonduktor, fondasi semua gadget modern, terlewatkan oleh Indonesia. Kini, di era revolusi kuantum 2.0, semua negara, termasuk Indonesia, berada di titik start yang sama.

“Ketika sekarang di kuantum revolusi 2.0 ini ya semua negara berada di start yang sama. Semua harus siap menghadapi ini, apakah Indonesia akan jadi penonton aja? Apakah hanya jadi konsumen saja? Saatnya kita jadi pemain disini, kita bisa berkiprah, kita bisa mengembangkan jadi peneliti,” tegasnya.

Adam juga membongkar mitos bahwa mempelajari kuantum harus diawali dengan rasa takut. Dengan mengutip pernyataan fisikawan peraih Nobel, Richard Feynman, dia menyemangati audiens untuk tidak khawatir jika belum memahami kuantum sepenuhnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Kemendiktisaintek Buka...
Kemendiktisaintek Buka Suara Soal Jurusan Teknik Ganti Nama Jadi Rekayasa
Jurusan Teknik Berganti...
Jurusan Teknik Berganti Nama Menjadi Rekayasa, Berikut Daftar Lengkapnya
Kemendiktisaintek Rilis...
Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Rekomendasi
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Berita Terkini
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved