Kemendiktisaintek-LPDP Luncurkan Bestari Saintek, Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional

Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:29 WIB
loading...
Kemendiktisaintek-LPDP...
Mendiktisaintek Brian Yuiarto pada peluncuran Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek). Foto/Diktisaintek.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP ) meluncurkan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek).

Program yang diinisiasi Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi ini adalah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang partisipatif dan berdampak langsung.

Baca juga: PKKMB MNC University 2025, Jumlah Mahasiswa Baru Melonjak 5 Kali Lipat

Inisiatif ini menjadi bagian dari payung besar Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains Teknologi Nusantara (Semesta) yang dibangun di atas lima pilar utama: kolaborasi multipihak, berbasis masalah nyata, cocreation, iterasi berkelanjutan, dan dampak ekonomi yang terukur.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap hasil riset tidak berhenti di jurnal, tetapi hadir dalam bentuk inovasi yang bisa dipegang, digunakan, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Dengan kesabaran dan ketekunan, kekuatan akademik akan melahirkan champion masa depan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Indonesia saat ini menghadapi paradoks inovasi. Produktivitas riset nasional dan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index terus meningkat, namun dampak nyata hasil riset di tingkat masyarakat masih terbatas. Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap ilmuwan Indonesia justru sangat tinggi. Skor 3,84 dari lima menurut Nature Human Behaviour (2025), melampaui rata-rata global.

Tingginya kepercayaan ini adalah modal sosial besar untuk memperkuat hubungan antara sains dan masyarakat. Bestari Saintek hadir untuk menjembatani kepercayaan itu menjadi kolaborasi nyata.

Kehadiran pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta kelompok masyarakat hadir dalam kegiatan peluncuran dan sosialisasi yang menjadi tonggak penting bagi transformasi paradigma riset di Indonesia. Melalui konsep living lab atau “laboratorium hidup”, setiap pihak memiliki peran sejajar dalam mengembangkan solusi inovatif yang relevan secara akademik, layak secara bisnis, dan tentu saja diterima oleh masyarakat.

Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, tetapi sebagai mitra aktif dalam setiap tahapan penciptaan dan penerapan teknologi.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani menjelaskan, kunci keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Perguruan tinggi diharapkan menjadi motor penggerak pengetahuan, industri berperan sebagai penguat rantai pasok dan pasar, pemerintah daerah sebagai pendukung kebijakan lokal, serta masyarakat sebagai sumber inspirasi dan pengguna manfaat.

“Inovasi yang dihasilkan diharapkan benar-benar tepat guna dan berdampak ekonomi langsung mulai dari peningkatan mutu produk lokal hingga efisiensi rantai pasok dan perluasan akses pasar,” kata Dirjen Najib.

Sejalan dengan semangat yang diusung Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto mengatakan bahwa LPDP telah mengalokasikan 57,5 miliar rupiah untuk pendanaan Bestari Saintek dalam upaya peningkatan ekosistem riset dan sains dan teknologi dan inovasi di Indonesia.

“Kami memberikan dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem riset nasional. Melalui pendanaan Bestari Saintek ini diharapkan bisa menjadi penggerak kolaborasi dan inovasi di berbagai bidang sains dan teknologi,” ujar Direktur Fasilitas Riset LPDP, Ayom Widipaminto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma turut menambahkan, program ini juga menjadi langkah konkret Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi dalam menjalankan mandatnya untuk membawa hasil riset keluar dari laboratorium dan menghadirkannya sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandeng tangan menjadikan Bestari Saintek sebagai ruang kolaborasi Bersama yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi ide-ide cemerlang lintas disiplin yang bermuara pada satu tujuan besar mewujudkan ekosistem sains dan teknologi yang hidup, inklusif, dan mensejahterakan bangsa,” tutup Direktur Yudi.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Kisah Pritta, 19 Kali...
Kisah Pritta, 19 Kali Gagal Beasiswa hingga Lolos LPDP ke London Kini Mengabdi untuk Anak Indonesia
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved