Dosen Muda ITB Ini Teliti Ekosistem Laut dan Raup Dukungan Riset Internasional
Rabu, 15 Oktober 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dosen berusia 32 tahun ini, penelitian tidak harus berskala besar untuk memberikan dampak.
“Saya memilih wilayah selatan Jawa karena kaya sumber daya ikan dan penting dipahami tren perubahannya agar keberlanjutan perikanan dapat dijaga. Semoga hasilnya bisa aplikatif dan bermanfaat bagi Indonesia,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (14/10/2025).
Baca juga: Kisah Eka, Dosen Muda UGM yang Masuk Jajaran Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025
Perjalanan Suliskania menjadi inspirasi bagi para akademisi muda. Dari ruang kuliah ITB hingga laboratorium riset di Jerman, ia terus berkarya dan membagikan pengetahuannya melalui berbagai platform profesional, berkontribusi pada pengembangan ilmu oseanografi nasional.
Baginya, integritas, kerja keras, dan semangat belajar dapat membawa peneliti Indonesia bersaing secara global. “Setiap langkah kecil pada akhirnya dapat memberi dampak besar di masa depan,” tuturnya.
Tahun 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya. Ia berhasil meraih Overseas Research Grant Programme dari The Asahi Glass Foundation, Jepang. Pendanaan tersebut ia gunakan untuk meneliti klorofil-a dan kaitannya dengan perubahan iklim di perairan selatan Jawa, sekaligus memperkuat kolaborasi riset dengan peneliti dalam dan luar negeri.
Baca juga: Enam Peneliti IPB University Diakui sebagai Top 2% Scientists Dunia 2025
“Saya memilih wilayah selatan Jawa karena kaya sumber daya ikan dan penting dipahami tren perubahannya agar keberlanjutan perikanan dapat dijaga. Semoga hasilnya bisa aplikatif dan bermanfaat bagi Indonesia,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (14/10/2025).
Baca juga: Kisah Eka, Dosen Muda UGM yang Masuk Jajaran Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025
Perjalanan Suliskania menjadi inspirasi bagi para akademisi muda. Dari ruang kuliah ITB hingga laboratorium riset di Jerman, ia terus berkarya dan membagikan pengetahuannya melalui berbagai platform profesional, berkontribusi pada pengembangan ilmu oseanografi nasional.
Baginya, integritas, kerja keras, dan semangat belajar dapat membawa peneliti Indonesia bersaing secara global. “Setiap langkah kecil pada akhirnya dapat memberi dampak besar di masa depan,” tuturnya.
Tahun 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya. Ia berhasil meraih Overseas Research Grant Programme dari The Asahi Glass Foundation, Jepang. Pendanaan tersebut ia gunakan untuk meneliti klorofil-a dan kaitannya dengan perubahan iklim di perairan selatan Jawa, sekaligus memperkuat kolaborasi riset dengan peneliti dalam dan luar negeri.
Baca juga: Enam Peneliti IPB University Diakui sebagai Top 2% Scientists Dunia 2025
Lihat Juga :