Pamerkan Karya Inovatif, Polmed Bikin Terobosan Teknologi untuk Negeri
Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Inovasi di bidang pertanian tak kalah menarik. Tim peneliti dari Wilmar Bisnis Indonesia menciptakan pupuk hayati dari limbah jagung dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mengembalikan kesuburan tanah yang menurun akibat pupuk kimia. Uji lapangan memperlihatkan hasil positif dan produktivitas tanaman meningkat 30% dan biaya pemupukan turun 20 persen.
Selain itu, hadir pula moda angkut hasil panen tanpa awak dari peneliti Wilmar Bisnis Indonesia yang menjawab persoalan kekurangan tenaga panen di perkebunan sawit. Alat ini mampu bergerak di medan berat dan menekan biaya operasional langsir hingga 40%, sekaligus membuka peluang industri baru di bidang perakitan dan perawatan alat pertanian lokal.
Kadisnaker Kota Medan Illyan Chandra Simbolon dalam sambutannya mendukung Polmed yang melek terhadap riset yang berdampak bagi masyarakat. “Polmed menunjukkan bahwa penelitian vokasi menciptakan solusi nyata yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan lapangan kerja. Inovasi seperti ini yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya. Baca juga: Kemendiktisaintek-LPDP Luncurkan Bestari Saintek, Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional
Pada kesempatan yang sama, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik. Diskusi membahas arah kolaborasi antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam memperkuat riset terapan dan hilirisasi hasil inovasi.
“Polmed menunjukkan bahwa riset bukan hal yang jauh dari masyarakat. Inovasi yang dikembangkan hari ini memberi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Ferri Ichsan yang menjadi salah satu narasumber.
Selain itu, hadir pula moda angkut hasil panen tanpa awak dari peneliti Wilmar Bisnis Indonesia yang menjawab persoalan kekurangan tenaga panen di perkebunan sawit. Alat ini mampu bergerak di medan berat dan menekan biaya operasional langsir hingga 40%, sekaligus membuka peluang industri baru di bidang perakitan dan perawatan alat pertanian lokal.
Kadisnaker Kota Medan Illyan Chandra Simbolon dalam sambutannya mendukung Polmed yang melek terhadap riset yang berdampak bagi masyarakat. “Polmed menunjukkan bahwa penelitian vokasi menciptakan solusi nyata yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan lapangan kerja. Inovasi seperti ini yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya. Baca juga: Kemendiktisaintek-LPDP Luncurkan Bestari Saintek, Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional
Pada kesempatan yang sama, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik. Diskusi membahas arah kolaborasi antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam memperkuat riset terapan dan hilirisasi hasil inovasi.
“Polmed menunjukkan bahwa riset bukan hal yang jauh dari masyarakat. Inovasi yang dikembangkan hari ini memberi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Ferri Ichsan yang menjadi salah satu narasumber.
(poe)
Lihat Juga :