5 Anak Petani Berprestasi Raih Golden Ticket IPB University, Ini Daftar Namanya
Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau kita tidak lari, kita akan tertinggal. Tapi kita harus optimis karena produktivitas padi Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof Arif menjelaskan bahwa pertanian masa kini memasuki era Society 5.0, yang tidak hanya menekankan pada digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga keberlanjutan (sustainability), ketahanan (resilience), dan kemanusiaan (humanity).
“Skill masa depan bukan hanya digital dan AI, tapi juga green skill seperti pertanian, konservasi, dan manajemen lingkungan,” jelasnya.
Ketua Pelaksana OPI 2025, Prof Syarifah Iis Aisyah, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti 809 siswa dari 217 sekolah di 9 provinsi. Lima kategori lomba digelar, yaitu lomba cepat-tepat, gagasan tertulis, esai anak petani berprestasi, foto, dan videografi.
“Dari total peserta, terpilih 11 penerima golden ticket untuk tiga kategori utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari OPI 2024 yang berhasil meningkatkan minat siswa SMA dan MAN terhadap bidang pertanian. “Tahun ini energi kami tidak berkurang, dan insyaallah OPI akan terus digelar setiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, berharap agar OPI menjadi wadah silaturahmi dan penjaringan bibit unggul calon ahli pertanian.
“Pertanian membutuhkan generasi muda yang hebat dan bersemangat. Melalui OPI, kami ingin menumbuhkan minat dan kebanggaan terhadap pertanian Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKA Faperta), Octen Suhadi, menyatakan dukungan penuh alumni terhadap program ini. “IKA Faperta siap memberikan beasiswa bagi para juara OPI hingga lulus. Ribuan alumni tersebar di seluruh dunia akan mendukung adik-adik belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
1. Asti Indah Nariswari (SMAN 1 Jakenan, Pati)
Lebih lanjut, Prof Arif menjelaskan bahwa pertanian masa kini memasuki era Society 5.0, yang tidak hanya menekankan pada digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga keberlanjutan (sustainability), ketahanan (resilience), dan kemanusiaan (humanity).
“Skill masa depan bukan hanya digital dan AI, tapi juga green skill seperti pertanian, konservasi, dan manajemen lingkungan,” jelasnya.
Ketua Pelaksana OPI 2025, Prof Syarifah Iis Aisyah, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti 809 siswa dari 217 sekolah di 9 provinsi. Lima kategori lomba digelar, yaitu lomba cepat-tepat, gagasan tertulis, esai anak petani berprestasi, foto, dan videografi.
“Dari total peserta, terpilih 11 penerima golden ticket untuk tiga kategori utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari OPI 2024 yang berhasil meningkatkan minat siswa SMA dan MAN terhadap bidang pertanian. “Tahun ini energi kami tidak berkurang, dan insyaallah OPI akan terus digelar setiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, berharap agar OPI menjadi wadah silaturahmi dan penjaringan bibit unggul calon ahli pertanian.
“Pertanian membutuhkan generasi muda yang hebat dan bersemangat. Melalui OPI, kami ingin menumbuhkan minat dan kebanggaan terhadap pertanian Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKA Faperta), Octen Suhadi, menyatakan dukungan penuh alumni terhadap program ini. “IKA Faperta siap memberikan beasiswa bagi para juara OPI hingga lulus. Ribuan alumni tersebar di seluruh dunia akan mendukung adik-adik belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Daftar Peraih Golden Ticket
Anak Petani Berprestasi (Golden Ticket)
1. Asti Indah Nariswari (SMAN 1 Jakenan, Pati)
Lihat Juga :