CDE Binus University Hadirkan Kolaborasi Bahasa, Seni, dan Budaya di CultureVerse 2025
Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Sonia Fergina juga menekankan pentingnya pembelajaran yang membuka ruang ekspresi diri. "Bagi saya, belajar di Creative Digital English bukan hanya tentang bahasa, tetapi tentang membangun kepercayaan diri untuk berbicara dan mengekspresikan diri. CultureVerse menunjukkan bahwa bahasa, seni, dan budaya bisa menjadi kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi generasi muda," ujarnya.
Saykoji mengungkapkan kunci sukses di industri kreatif sehingga bisa survive dan mampu terus berkarya. "Dua hal. Konsisten dan adaptif," kata Saykoji.
Head of Program Creative Digital English Binus University Irfan Rifai mengatakan, melalui CultureVerse 2025, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Creative Digital English tidak hanya tentang belajar bahasa, tetapi bagaimana bahasa bisa menjadi pintu untuk berkreasi, bercerita, dan berkolaborasi.
"Di tengah tren budaya digital saat ini, mahasiswa kami didorong untuk tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga menciptakan karya yang relevan dan berdampak," ujarnya.
Saykoji mengungkapkan kunci sukses di industri kreatif sehingga bisa survive dan mampu terus berkarya. "Dua hal. Konsisten dan adaptif," kata Saykoji.
Head of Program Creative Digital English Binus University Irfan Rifai mengatakan, melalui CultureVerse 2025, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Creative Digital English tidak hanya tentang belajar bahasa, tetapi bagaimana bahasa bisa menjadi pintu untuk berkreasi, bercerita, dan berkolaborasi.
"Di tengah tren budaya digital saat ini, mahasiswa kami didorong untuk tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga menciptakan karya yang relevan dan berdampak," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :