Belajar Hidup di Desa, Siswa SMA Labschool Jakarta Jalani Trip Observasi 2025
Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Pelaksanaan Trip Observasi juga sejalan dengan nilai-nilai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai upaya membentuk karakter mandiri, bertanggung jawab, peduli, serta mampu bekerja sama dalam lingkungan sosial.
“Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu kami implementasikan dalam kegiatan Trip Observasi untuk memberikan stimulus dan pembiasaan kepada siswa. Semua kebiasaan tersebut kami terapkan, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal,” ujar Badru Zaman, Kepala SMA Labschool Jakarta.
Sejalan dengan motto Labschool “Iman, Ilmu, dan Amal,” Trip Observasi bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.
Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, para siswa tinggal bersama keluarga warga Desa Sumurugul untuk berinteraksi, belajar, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti berkebun, bertani, dan membantu kegiatan sehari-hari warga.
“Selama di Desa Sumurugul, kami tinggal bersama keluarga warga setempat. Lewat kegiatan Peduli Kehidupan Desa di Trip Observasi, kami ikut membantu aktivitas warga, seperti bertani, berkebun, sampai menangkap ikan. Selain itu, kami juga ikut berbagai kegiatan lain, seperti bikin proposal penelitian, penjelajahan, Labschool Mengajar, dan beragam lomba, mulai dari Lomba Pemuda Nusantara, lomba vokal, sampai lomba memasak. Kami juga ada kegiatan bakti sosial untuk warga desa, seperti layanan kesehatan mata, gigi, dan umum, serta bazar murah. Rasanya seru banget bisa belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Desa Sumurugul,” kata Amara Kinaya Saraswati, peserta Trip Observasi 2025 (19/10).
“Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu kami implementasikan dalam kegiatan Trip Observasi untuk memberikan stimulus dan pembiasaan kepada siswa. Semua kebiasaan tersebut kami terapkan, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal,” ujar Badru Zaman, Kepala SMA Labschool Jakarta.
Sejalan dengan motto Labschool “Iman, Ilmu, dan Amal,” Trip Observasi bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.
Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, para siswa tinggal bersama keluarga warga Desa Sumurugul untuk berinteraksi, belajar, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti berkebun, bertani, dan membantu kegiatan sehari-hari warga.
“Selama di Desa Sumurugul, kami tinggal bersama keluarga warga setempat. Lewat kegiatan Peduli Kehidupan Desa di Trip Observasi, kami ikut membantu aktivitas warga, seperti bertani, berkebun, sampai menangkap ikan. Selain itu, kami juga ikut berbagai kegiatan lain, seperti bikin proposal penelitian, penjelajahan, Labschool Mengajar, dan beragam lomba, mulai dari Lomba Pemuda Nusantara, lomba vokal, sampai lomba memasak. Kami juga ada kegiatan bakti sosial untuk warga desa, seperti layanan kesehatan mata, gigi, dan umum, serta bazar murah. Rasanya seru banget bisa belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Desa Sumurugul,” kata Amara Kinaya Saraswati, peserta Trip Observasi 2025 (19/10).
Lihat Juga :