Cerita Mahasiswa BINUS Valentino Aeron, yang Bangun Brand Parfum dari Nol
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 13:50 WIB
loading...
Valentino Aeron, mahasiswa Jurusan S1 Business Creation BINUS Business School menciptakan produk parfum lokal bernama RONS Parfum. Foto/BINUS.
A
A
A
JAKARTA - Valentino Aeron, mahasiswa Jurusan S1 Business Creation BINUS Business School di Kampus BINUS @ Alam Sutera, Tangerang, merupakan salah satu Binusian entrepreneur yang berhasil menciptakan produk parfum lokal bernama RONS Parfum. Mahasiswa yang akrab disapa Valent ini dikenal sebagai sosok muda kreatif yang menjadikan passion dan ide bisnisnya nyata.
Lulusan SMA Kristen Eben Haezar Manado ini memilih jurusan Business Creation karena yakin program tersebut bisa memfasilitasi minatnya berwirausaha. Dari sana, ia mulai mengembangkan RONS Parfum, produk wewangian yang hadir sebagai solusi bagi banyak orang yang ingin tampil percaya diri tanpa khawatir bau badan. Menurut Valent, parfum bukan sekadar kosmetik, melainkan bagian dari gaya hidup praktis, khususnya bagi kaum pria.
Baca juga: CDE Binus University Hadirkan Kolaborasi Bahasa, Seni, dan Budaya di CultureVerse 2025
Melihat tren industri parfum yang terus bertumbuh, Valent menyadari adanya stigma bahwa parfum identik dengan barang mahal. Untuk mematahkan pandangan itu, ia menghadirkan parfum dengan kualitas premium namun harga terjangkau. Melalui efisiensi biaya produksi, produk ini mampu bersaing di pasar Indonesia tanpa mengorbankan kualitas.
Awalnya, parfum buatannya hanyalah tugas kuliah. Namun, karena ketekunan dan rasa cintanya terhadap dunia wewangian, Valent terus mengembangkannya hingga menjadi bisnis nyata. Dengan tagline “Fragrance Speaks Louder,” RONS Parfum membawa pesan bahwa aroma bisa menjadi representasi karakter seseorang dan membentuk kesan positif di lingkungan sosial.
Dalam menjalankan bisnisnya, Valent menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah ketatnya persaingan industri parfum digital. Ia berupaya memperkuat branding produk agar tetap menonjol di antara kompetitor serta menekan biaya produksi agar harga tetap kompetitif.
Ke depan, Valent berencana memperluas distribusi brand parfumnya secara digital maupun offline. Ia menyiapkan strategi pemasaran melalui e-commerce, toko fisik, dan jaringan reseller yang akan menjangkau wilayah Manado dan Sulawesi Utara.
Jurusan Business Creation di BINUS Business School berperan besar dalam mendukung pengembangan bisnis mahasiswanya. Valent mengaku mendapat banyak dukungan, mulai dari fasilitas promosi gratis di area kampus, kesempatan mengikuti pameran dan kompetisi bisnis, hingga sesi konsultasi bersama fasilitator.
Dari proses pendampingan itu, Valent menerapkan konsep Value Based on Pricing untuk menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) produknya. Ia juga berkesempatan melakukan trial and error sebelum meluncurkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Bagi adik-adik kelas dan generasi muda yang ingin memulai bisnis, Valent berpesan agar tidak takut mengambil langkah pertama. Ia menyarankan untuk memulai dengan melakukan mapping resource dari lingkungan terdekat seperti keluarga atau teman, lalu mengidentifikasi peluang pasar yang ada.
“Kalian harus gigih dan konsisten. Kuncinya, kalian harus fokus!” tutur Valent penuh semangat.
Lulusan SMA Kristen Eben Haezar Manado ini memilih jurusan Business Creation karena yakin program tersebut bisa memfasilitasi minatnya berwirausaha. Dari sana, ia mulai mengembangkan RONS Parfum, produk wewangian yang hadir sebagai solusi bagi banyak orang yang ingin tampil percaya diri tanpa khawatir bau badan. Menurut Valent, parfum bukan sekadar kosmetik, melainkan bagian dari gaya hidup praktis, khususnya bagi kaum pria.
Baca juga: CDE Binus University Hadirkan Kolaborasi Bahasa, Seni, dan Budaya di CultureVerse 2025
Melihat tren industri parfum yang terus bertumbuh, Valent menyadari adanya stigma bahwa parfum identik dengan barang mahal. Untuk mematahkan pandangan itu, ia menghadirkan parfum dengan kualitas premium namun harga terjangkau. Melalui efisiensi biaya produksi, produk ini mampu bersaing di pasar Indonesia tanpa mengorbankan kualitas.
Awalnya, parfum buatannya hanyalah tugas kuliah. Namun, karena ketekunan dan rasa cintanya terhadap dunia wewangian, Valent terus mengembangkannya hingga menjadi bisnis nyata. Dengan tagline “Fragrance Speaks Louder,” RONS Parfum membawa pesan bahwa aroma bisa menjadi representasi karakter seseorang dan membentuk kesan positif di lingkungan sosial.
Tantangan dan Strategi Bisnis
Dalam menjalankan bisnisnya, Valent menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah ketatnya persaingan industri parfum digital. Ia berupaya memperkuat branding produk agar tetap menonjol di antara kompetitor serta menekan biaya produksi agar harga tetap kompetitif.
Ke depan, Valent berencana memperluas distribusi brand parfumnya secara digital maupun offline. Ia menyiapkan strategi pemasaran melalui e-commerce, toko fisik, dan jaringan reseller yang akan menjangkau wilayah Manado dan Sulawesi Utara.
Peran Jurusan Business Creation dalam Mendukung Mahasiswa Berwirausaha
Jurusan Business Creation di BINUS Business School berperan besar dalam mendukung pengembangan bisnis mahasiswanya. Valent mengaku mendapat banyak dukungan, mulai dari fasilitas promosi gratis di area kampus, kesempatan mengikuti pameran dan kompetisi bisnis, hingga sesi konsultasi bersama fasilitator.
Dari proses pendampingan itu, Valent menerapkan konsep Value Based on Pricing untuk menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) produknya. Ia juga berkesempatan melakukan trial and error sebelum meluncurkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Pesan Inspiratif untuk Calon Entrepreneur Muda
Bagi adik-adik kelas dan generasi muda yang ingin memulai bisnis, Valent berpesan agar tidak takut mengambil langkah pertama. Ia menyarankan untuk memulai dengan melakukan mapping resource dari lingkungan terdekat seperti keluarga atau teman, lalu mengidentifikasi peluang pasar yang ada.
“Kalian harus gigih dan konsisten. Kuncinya, kalian harus fokus!” tutur Valent penuh semangat.
(nnz)
Lihat Juga :