Sejarah Hari Sumpah Pemuda yang Diperingati Tiap 28 Oktober
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Keberadaan organisasi-organisasi ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya semangat persatuan di kalangan pemuda. Tokoh-tokoh muda seperti Mohammad Yamin, Soegondo Djojopoespito, dan Amir Sjarifuddin berperan besar dalam menyatukan berbagai organisasi tersebut.
Ketiganya merupakan anggota aktif PPPI yang memiliki visi membentuk organisasi pemuda berskala nasional yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Melalui berbagai diskusi dan pertemuan, mereka mengupayakan agar semangat persatuan dapat menjadi dasar perjuangan menuju kemerdekaan.
Kongres pertama ini menjadi langkah awal dalam upaya menyatukan organisasi-organisasi pemuda yang masih berorientasi pada daerah dan suku masing-masing. Walaupun belum menghasilkan ikrar resmi, kongres ini berhasil menanamkan semangat kerja sama antar pemuda serta menegaskan cita-cita bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Dari sinilah lahir kesadaran kolektif untuk membangun fondasi persatuan di antara pemuda Nusantara.
Puncak dari perjuangan tersebut terjadi ketika PPPI berhasil menyelenggarakan Kongres Pemuda II di Batavia (sekarang Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928. Kongres ini dihadiri sekitar 200 delegasi dari 59 organisasi pemuda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pada hari pertama, para peserta membahas berbagai isu penting yang dihadapi bangsa, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hingga politik.
Hari kedua menjadi momen bersejarah ketika kongres menghasilkan dua keputusan penting: pertama, pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai wadah koordinasi antarorganisasi pemuda; dan kedua, pengikraran teks Sumpah Pemuda sebagai pernyataan persatuan bangsa. Teks tersebut dirumuskan oleh Mohammad Yamin, kemudian dibacakan secara lantang oleh Soegondo Djojopoespito, dan diikuti oleh seluruh peserta kongres.
Isi ikrar tersebut berbunyi:
1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, simbol persatuan bangsa yang menjadi titik balik dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan.
Tiga butir ikrar Sumpah Pemuda memiliki makna mendalam yang menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
1. Satu Tanah Air bermakna pengakuan bahwa seluruh wilayah Nusantara adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Ketiganya merupakan anggota aktif PPPI yang memiliki visi membentuk organisasi pemuda berskala nasional yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Melalui berbagai diskusi dan pertemuan, mereka mengupayakan agar semangat persatuan dapat menjadi dasar perjuangan menuju kemerdekaan.
Kongres Pemuda I (30 April–2 Mei 1926)
Kongres pertama ini menjadi langkah awal dalam upaya menyatukan organisasi-organisasi pemuda yang masih berorientasi pada daerah dan suku masing-masing. Walaupun belum menghasilkan ikrar resmi, kongres ini berhasil menanamkan semangat kerja sama antar pemuda serta menegaskan cita-cita bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Dari sinilah lahir kesadaran kolektif untuk membangun fondasi persatuan di antara pemuda Nusantara.
Kongres Pemuda II (27–28 Oktober 1928)
Puncak dari perjuangan tersebut terjadi ketika PPPI berhasil menyelenggarakan Kongres Pemuda II di Batavia (sekarang Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928. Kongres ini dihadiri sekitar 200 delegasi dari 59 organisasi pemuda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pada hari pertama, para peserta membahas berbagai isu penting yang dihadapi bangsa, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hingga politik.
Hari kedua menjadi momen bersejarah ketika kongres menghasilkan dua keputusan penting: pertama, pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai wadah koordinasi antarorganisasi pemuda; dan kedua, pengikraran teks Sumpah Pemuda sebagai pernyataan persatuan bangsa. Teks tersebut dirumuskan oleh Mohammad Yamin, kemudian dibacakan secara lantang oleh Soegondo Djojopoespito, dan diikuti oleh seluruh peserta kongres.
Isi ikrar tersebut berbunyi:
1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, simbol persatuan bangsa yang menjadi titik balik dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan.
Makna dan Nilai Sumpah Pemuda
Tiga butir ikrar Sumpah Pemuda memiliki makna mendalam yang menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
1. Satu Tanah Air bermakna pengakuan bahwa seluruh wilayah Nusantara adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Lihat Juga :