Petisi Batalkan TKA 2025 Capai Ratusan Ribu Tanda Tangan, Kemendikdasmen Buka Suara
Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kebijakan TKA diumumkan secara tiba-tiba tanpa sosialisasi yang memadai. TKA untuk jenjang SMA pertama kali dikabarkan dan diresmikan pada 8 Juni 2025, sementara dokumen resmi baru terbit pada 14 Juli 2025. Artinya, para guru dan siswa hanya memiliki waktu sekitar 3,5 bulan atau 112 hari untuk mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pada 3–6 November 2025.
Selain persoalan waktu, cakupan materi yang terlalu luas dan ketidakjelasan kisi-kisi soal juga dianggap menambah beban siswa. Banyak sekolah disebut belum memberikan dukungan atau fasilitas belajar yang memadai, bahkan sebagian siswa mengaku harus belajar mandiri tanpa bimbingan yang jelas.
Baca juga: TKA SMA Digelar Awal November, PGRI Dorong Guru dan Murid Jaga Integritas
“Kurikulum Merdeka dan TKA bukan kombinasi yang baik. Banyak guru tidak mengajar secara optimal, sementara materi tidak merata antar sekolah. Kami hanya punya waktu singkat untuk memahami format baru TKA,” lanjut petisi tersebut.
Petisi itu juga menyinggung ketimpangan antara siswa yang mampu mengikuti bimbingan belajar dan yang tidak, serta jadwal sekolah yang masih padat dengan ujian praktik menjelang TKA. Para siswa meminta pemerintah untuk meninjau ulang, menunda, atau bahkan membatalkan pelaksanaan TKA 2025, demi menciptakan sistem evaluasi yang lebih adil dan berpihak kepada peserta didik.
Menanggapi petisi tersebut, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Prof. Toni Toharuddin, menyatakan bahwa pelaksanaan TKA tetap akan berjalan sesuai jadwal.
Selain persoalan waktu, cakupan materi yang terlalu luas dan ketidakjelasan kisi-kisi soal juga dianggap menambah beban siswa. Banyak sekolah disebut belum memberikan dukungan atau fasilitas belajar yang memadai, bahkan sebagian siswa mengaku harus belajar mandiri tanpa bimbingan yang jelas.
Baca juga: TKA SMA Digelar Awal November, PGRI Dorong Guru dan Murid Jaga Integritas
“Kurikulum Merdeka dan TKA bukan kombinasi yang baik. Banyak guru tidak mengajar secara optimal, sementara materi tidak merata antar sekolah. Kami hanya punya waktu singkat untuk memahami format baru TKA,” lanjut petisi tersebut.
Petisi itu juga menyinggung ketimpangan antara siswa yang mampu mengikuti bimbingan belajar dan yang tidak, serta jadwal sekolah yang masih padat dengan ujian praktik menjelang TKA. Para siswa meminta pemerintah untuk meninjau ulang, menunda, atau bahkan membatalkan pelaksanaan TKA 2025, demi menciptakan sistem evaluasi yang lebih adil dan berpihak kepada peserta didik.
Tanggapan Kemendikdasmen
Menanggapi petisi tersebut, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Prof. Toni Toharuddin, menyatakan bahwa pelaksanaan TKA tetap akan berjalan sesuai jadwal.
Lihat Juga :