BPK PENABUR Jakarta Gelar Trilingual Challenge, Cetak Generasi Muda Mahir Bahasa Asing
Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:24 WIB
loading...
Keterampilan penguasaan bahasa asing penting sebagai jalan membuka peluang karier di pasar global. Foto/BPK Penabur.
A
A
A
JAKARTA - Keterampilan penguasaan bahasa asing penting sebagai jalan membuka peluang karier di pasar global. BPK PENABUR Jakarta sebagai lembaga pendidikan yang holistik, menyadari bahwa penguasaan bahasa asing bagi generasi Z dan Alpha penting untuk dilakukan.
Penguatan bahasa asing tidak hanya diterapkan di kelas, tetapi juga lewat program yang diadakan jenjang SD yakni “Trilingual Challenge”. Mengajak siswa mulai dari jenjang TK hingga SD dari kelas satu sampai enam, berkompetisi dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin yang terbagi ke dalam 19 kategori lomba.
Beberapa di antaranya Lomba Bernyanyi Solo Trilingual, Lomba Membaca Puisi Trilingual, Spelling Bee
Competition, Lomba Bercerita Bahasa Mandarin, Lomba Vlog Promosi Sekolah Trilingual, Lomba Reporter Cilik Bahasa Indonesia, Lomba Membaca Berita Bahasa Mandarin, Debate Competition, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Petisi Batalkan TKA 2025 Capai Ratusan Ribu Tanda Tangan, Kemendikdasmen Buka Suara
“Tema dari kegiatan ini, ‘Unleash Your Language Skill’ mengajak setiap siswa berkompetisi sebagai bentuk membangun kepercayaan diri dalam menguasai bahasa asing, dimana penting untuk mengembangkan profil siswa BEST : Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, Trust In God.” ujar Wahyu Kristiani, Kepala Jenjang SDK PENABUR Jakarta.
Sebanyak 509 siswa dari 21 SDK PENABUR Jakarta serta PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar di SDK PENABUR Kota Wisata ini, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Antoine Bricout, Atase Kerjasama Universitas dan Pendidikan dari Kedutaan Perancis di Jakarta turut hadir dan berkeliling melihat setiap peserta yang berlomba di kelas-kelas mulai dari lantai dua hingga lantai delapan.
“Saya sangat kagum dengan siswa yang tadi saya lihat di kelas-kelas sedang berlomba, terlihat komitmen serius mereka yang pastinya didukung oleh sekolah juga orang tua. Hal ini terlihat dari penampilan setiap siswa yang seru dan menarik selama lomba.” ungkap Antoine.
Antoine berpendapat belajar bahasa asing sejak usia dini penting dilakukan, terutama Bahasa Inggris karena dapat membantu untuk saling memahami dan bekerja sama.
“Namun, belajar bahasa asing lainnya juga penting dilakukan sehingga bisa mengenal keahlian spesifik sebuah negara, kebudayaan, dan keragaman setiap negara di dunia.” lanjutnya.
Sebanyak 105 siswa diumumkan menjadi pemenang lomba di siang hari usai perlombaan berlangsung, mulai dari juara satu hingga harapan tiga. Kireilye Gracella dan Elisabeth Via, dua sahabat yang adalah siswa asal SDK PENABUR Bintaro Jaya berhasil meraih prestasi dalam ajang ini.
Kireilye meraih juara satu untuk kategori Lomba Membaca Puisi Pendek Trilingual Kelas II dan Elisabeth mendapatkan juara dua di kategori Lomba Bercerita Bahasa Indonesia Kelas II.
“Hari ini aku ikut lomba puisi pendek dalam tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Puisi yang aku bawakan tentang 'Benderaku Tercinta’.” tutur Kireilye yang mengaku senang dan tidak gugup saat mengikuti lomba.
“Aku mempersiapkan diri selama dua minggu sama guru, Mama, Papa di rumah, dan aku juga belajar sendiri.” lanjut Elisabeth bercerita.
Kireilye dan Elisabeth mengaku senang bisa mengikuti kompetisi Trilingual Challenge karena mereka senang belajar tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Trilingual Challenge jenjang SD turut mendapatkan dukungan penuh dari orangtua siswa yang mendampingi anak mulai dari persiapan hingga menemani ke lokasi perlombaan.
“Senang sekali anak saya bisa mengikuti lomba, persiapannya juga tidak terlalu lama dan terus dilakukan baik dengan guru di sekolah maupun di review ulang oleh anak saya di rumah. Saya berharap PENABUR dapat terus mengadakan kompetisi seperti ini, yang terpenting bukan mencari pemenang tetapi bagaimana mengajarkan anak untuk tampil percaya diri dan belajar agar mereka punya mental yang berani sekaligus tangguh.” tutur Rara Kalesaran, orang tua Kinasnala, siswa SDK 6 PENABUR yang berhasil meraih juara 1 di kategori Lomba Bercerita Bahasa Indonesia Kelas IV.
Wahyu berharap dengan diadakannya Trilingual Challenge setiap siswa dapat merasakan pengalaman serta wawasan yang semakin luas sekaligus menjawab kebutuhan zaman.
“Menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional itu penting dilakukan, termasuk menguasai Bahasa Mandarin yang saat ini memiliki kekuatan global di bidang ekonomi.” ucap Wahyu.
Penguatan bahasa asing tidak hanya diterapkan di kelas, tetapi juga lewat program yang diadakan jenjang SD yakni “Trilingual Challenge”. Mengajak siswa mulai dari jenjang TK hingga SD dari kelas satu sampai enam, berkompetisi dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin yang terbagi ke dalam 19 kategori lomba.
Beberapa di antaranya Lomba Bernyanyi Solo Trilingual, Lomba Membaca Puisi Trilingual, Spelling Bee
Competition, Lomba Bercerita Bahasa Mandarin, Lomba Vlog Promosi Sekolah Trilingual, Lomba Reporter Cilik Bahasa Indonesia, Lomba Membaca Berita Bahasa Mandarin, Debate Competition, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Petisi Batalkan TKA 2025 Capai Ratusan Ribu Tanda Tangan, Kemendikdasmen Buka Suara
“Tema dari kegiatan ini, ‘Unleash Your Language Skill’ mengajak setiap siswa berkompetisi sebagai bentuk membangun kepercayaan diri dalam menguasai bahasa asing, dimana penting untuk mengembangkan profil siswa BEST : Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, Trust In God.” ujar Wahyu Kristiani, Kepala Jenjang SDK PENABUR Jakarta.
Sebanyak 509 siswa dari 21 SDK PENABUR Jakarta serta PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar di SDK PENABUR Kota Wisata ini, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Antoine Bricout, Atase Kerjasama Universitas dan Pendidikan dari Kedutaan Perancis di Jakarta turut hadir dan berkeliling melihat setiap peserta yang berlomba di kelas-kelas mulai dari lantai dua hingga lantai delapan.
“Saya sangat kagum dengan siswa yang tadi saya lihat di kelas-kelas sedang berlomba, terlihat komitmen serius mereka yang pastinya didukung oleh sekolah juga orang tua. Hal ini terlihat dari penampilan setiap siswa yang seru dan menarik selama lomba.” ungkap Antoine.
Antoine berpendapat belajar bahasa asing sejak usia dini penting dilakukan, terutama Bahasa Inggris karena dapat membantu untuk saling memahami dan bekerja sama.
“Namun, belajar bahasa asing lainnya juga penting dilakukan sehingga bisa mengenal keahlian spesifik sebuah negara, kebudayaan, dan keragaman setiap negara di dunia.” lanjutnya.
Sebanyak 105 siswa diumumkan menjadi pemenang lomba di siang hari usai perlombaan berlangsung, mulai dari juara satu hingga harapan tiga. Kireilye Gracella dan Elisabeth Via, dua sahabat yang adalah siswa asal SDK PENABUR Bintaro Jaya berhasil meraih prestasi dalam ajang ini.
Kireilye meraih juara satu untuk kategori Lomba Membaca Puisi Pendek Trilingual Kelas II dan Elisabeth mendapatkan juara dua di kategori Lomba Bercerita Bahasa Indonesia Kelas II.
“Hari ini aku ikut lomba puisi pendek dalam tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Puisi yang aku bawakan tentang 'Benderaku Tercinta’.” tutur Kireilye yang mengaku senang dan tidak gugup saat mengikuti lomba.
“Aku mempersiapkan diri selama dua minggu sama guru, Mama, Papa di rumah, dan aku juga belajar sendiri.” lanjut Elisabeth bercerita.
Kireilye dan Elisabeth mengaku senang bisa mengikuti kompetisi Trilingual Challenge karena mereka senang belajar tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Trilingual Challenge jenjang SD turut mendapatkan dukungan penuh dari orangtua siswa yang mendampingi anak mulai dari persiapan hingga menemani ke lokasi perlombaan.
“Senang sekali anak saya bisa mengikuti lomba, persiapannya juga tidak terlalu lama dan terus dilakukan baik dengan guru di sekolah maupun di review ulang oleh anak saya di rumah. Saya berharap PENABUR dapat terus mengadakan kompetisi seperti ini, yang terpenting bukan mencari pemenang tetapi bagaimana mengajarkan anak untuk tampil percaya diri dan belajar agar mereka punya mental yang berani sekaligus tangguh.” tutur Rara Kalesaran, orang tua Kinasnala, siswa SDK 6 PENABUR yang berhasil meraih juara 1 di kategori Lomba Bercerita Bahasa Indonesia Kelas IV.
Wahyu berharap dengan diadakannya Trilingual Challenge setiap siswa dapat merasakan pengalaman serta wawasan yang semakin luas sekaligus menjawab kebutuhan zaman.
“Menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional itu penting dilakukan, termasuk menguasai Bahasa Mandarin yang saat ini memiliki kekuatan global di bidang ekonomi.” ucap Wahyu.
(nnz)
Lihat Juga :