Pendidikan Ketua KPU M Afifuddin yang Disanksi DKPP Sewa Jet Pribadi Rp90 Miliar
Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:00 WIB
loading...
Nama Mochammad Afifuddin, Ketua KPU baru-baru ini menjadi sorotan publik. Foto/KPU.
A
A
A
JAKARTA - Nama Mochammad Afifuddin , Ketua KPU baru-baru ini menjadi sorotan publik, tengah menghadapi gelombang kritik setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan keras kepadanya bersama lima penyelenggara pemilu lainnya.
Dalam sidang pembacaan putusan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (21/10/2025), mereka dinilai telah melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) lantaran menggunakan pesawat jet pribadi senilai sekitar Rp90 miliar dalam tahapan Pemilu 2024.
Baca juga: Usai Kena Sanksi Peringatan Keras DKPP soal Jet Pribadi, Ketua-Anggota KPU Bakal Dipanggil DPR
DKPP menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip efisiensi dan kesederhanaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh penyelenggara pemilu.
Meski kini tersandung persoalan etik, Mochammad Afifuddin dikenal sebagai sosok dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan perjalanan panjang di dunia kepemiluan.
Mochammad Afifuddin lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 1 Februari 1980. Afifuddin lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana di Desa Pejangkungan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara, dengan ayah dan ibu yang berprofesi sebagai pedagang kelontong serta petani.
Baca juga: Sewa Jet Pribadi, Ketua KPU dan 4 Anggotanya Kena Sanksi Peringatan Keras DKPP
Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan santri kampung, di mana ia menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri pada pagi hari dan madrasah ibtidaiyah (MI) pada sore hari.
Setelah menamatkan pendidikan dasar, Afifuddin melanjutkan studi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan meraih gelar Sarjana Tafsir Hadits pada tahun 2004.
Semasa kuliah, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode tahun 2000 – 2001. Selain itu, ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)—mulai dari Komisariat UIN Syarif Hidayatullah, kemudian dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum PB PMII.
Tidak berhenti di situ, Afifuddin melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dan berhasil meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dengan fokus pada Komunikasi Politik pada 2007.
Kariernya di dunia kepemiluan dimulai sejak muda, yakni saat menjadi relawan pemantau tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilu 1999.
Setelah menamatkan studi magisternya, ia bergabung dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia UIN Syarif Hidayatullah, khususnya dalam isu-isu Islam dan demokrasi.
Ia kemudian aktif di Sekretariat Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), dan meniti karier di sana mulai dari Manajer Riset (2009–2011) hingga menjadi Koordinator Nasional (2013–2015), sebelum akhirnya menjabat sebagai Dewan Pengarah JPPR (2015–2017).
Pada tahun yang sama, ia juga berperan sebagai Program Advisor General Election Network for Disability Access, lembaga yang fokus pada aksesibilitas penyandang disabilitas dalam Pemilu.
Demikian riwayat Pendidikan Ketua KPU Mochammad Afifuddin. Semoga bermanfaat.
M/G Shofwatuzzahro
Dalam sidang pembacaan putusan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (21/10/2025), mereka dinilai telah melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) lantaran menggunakan pesawat jet pribadi senilai sekitar Rp90 miliar dalam tahapan Pemilu 2024.
Baca juga: Usai Kena Sanksi Peringatan Keras DKPP soal Jet Pribadi, Ketua-Anggota KPU Bakal Dipanggil DPR
DKPP menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip efisiensi dan kesederhanaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh penyelenggara pemilu.
Meski kini tersandung persoalan etik, Mochammad Afifuddin dikenal sebagai sosok dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan perjalanan panjang di dunia kepemiluan.
Riwayat Pendidikan Mochammad Afifuddin
Mochammad Afifuddin lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 1 Februari 1980. Afifuddin lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana di Desa Pejangkungan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara, dengan ayah dan ibu yang berprofesi sebagai pedagang kelontong serta petani.
Baca juga: Sewa Jet Pribadi, Ketua KPU dan 4 Anggotanya Kena Sanksi Peringatan Keras DKPP
Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan santri kampung, di mana ia menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri pada pagi hari dan madrasah ibtidaiyah (MI) pada sore hari.
Setelah menamatkan pendidikan dasar, Afifuddin melanjutkan studi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan meraih gelar Sarjana Tafsir Hadits pada tahun 2004.
Semasa kuliah, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode tahun 2000 – 2001. Selain itu, ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)—mulai dari Komisariat UIN Syarif Hidayatullah, kemudian dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum PB PMII.
Tidak berhenti di situ, Afifuddin melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dan berhasil meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dengan fokus pada Komunikasi Politik pada 2007.
Karier Politik Mochammad Afifuddin
Kariernya di dunia kepemiluan dimulai sejak muda, yakni saat menjadi relawan pemantau tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilu 1999.
Setelah menamatkan studi magisternya, ia bergabung dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia UIN Syarif Hidayatullah, khususnya dalam isu-isu Islam dan demokrasi.
Ia kemudian aktif di Sekretariat Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), dan meniti karier di sana mulai dari Manajer Riset (2009–2011) hingga menjadi Koordinator Nasional (2013–2015), sebelum akhirnya menjabat sebagai Dewan Pengarah JPPR (2015–2017).
Pada tahun yang sama, ia juga berperan sebagai Program Advisor General Election Network for Disability Access, lembaga yang fokus pada aksesibilitas penyandang disabilitas dalam Pemilu.
Demikian riwayat Pendidikan Ketua KPU Mochammad Afifuddin. Semoga bermanfaat.
M/G Shofwatuzzahro
(nnz)
Lihat Juga :