Kunci Sukses Roro Raih Gelar Doktor di UGM dalam Waktu 2 Tahun, Ada Motivasi Khusus?
Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:20 WIB
loading...
Mahasiswa UGM, Raden Roro Widya Ningtyas Soeprajitno mencatat prestasi membanggakan dalam wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM) Oktober 2025. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa UGM , Raden Roro Widya Ningtyas Soeprajitno mencatat prestasi membanggakan dalam wisuda Universitas Gadjah Mada ( UGM ) yang digelar pada 21 Oktober 2025. Mahasiswi Program Studi Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) ini resmi dinobatkan sebagai lulusan doktor tercepat, setelah berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 27 hari.
Roro, sapaan akrabnya, menempuh pendidikan doktor melalui beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Ia mengaku memiliki motivasi kuat untuk segera menjadi dosen. “Saya sangat bersyukur sekali bisa sampai di tahap ini. Menjadi anak pertama dan cucu pertama yang bisa kuliah adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya,dikutip dari laman UGM, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Kisah Felicia, Lulusan S2 UGM Tercepat dan Keinginannya Menjadi Dosen
Alumni FEB UGM ini memilih bidang akuntansi karena kecintaannya pada dunia hitung-hitungan sekaligus logika. Menurutnya, ilmu akuntansi bukan hanya soal debit dan kredit, tetapi juga tentang pengambilan keputusan dan penerapan strategi perusahaan. “Akuntansi itu luas, ada unsur logical reasoning yang menarik,” ungkapnya.
Menariknya, Roro tidak memiliki target khusus untuk lulus cepat. Ia hanya berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu. Namun, berkat pondasi kuat dari masa studi S2 serta bimbingan profesor yang intens, proses penelitian dan penulisan disertasi berjalan lancar. “Selesai dengan cepat adalah tambahan saja, mau lulus cepat, mau lulus lambat, yang penting kita puas,” ucapnya.
Baca juga: Kisah Demetria Dahayu, Mahasiswa UGM yang Menjadi Lulusan S1 Tercepat
Selama menjalani program PMDSU, Roro dituntut menghasilkan tiga publikasi Scopus di tengah penyusunan disertasi. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu dan komunikasi baik dengan dosen pembimbing. “Jadi saya bisa dibilang beruntung karena bertemu dengan dosen-dosen mendapatkan support serta komunikasi dua arah yang baik,” ujarnya.
Disertasi Roro berjudul “Pengungkapan Perubahan Iklim, Daya Saing, dan Nilai Perusahaan: Peran Lingkungan Hukum”. Penelitiannya membahas bagaimana pengungkapan isu perubahan iklim dapat memengaruhi daya saing dan nilai perusahaan, terutama setelah diterbitkannya standar internasional IFRS S1 dan S2 terkait keberlanjutan. “Saya ingin melihat bagaimana perusahaan merespons regulasi tersebut dengan pendekatan data masa lalu,” jelasnya.
Ke depan, Roro berencana mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti. Ia kini tengah menuntaskan beberapa riset dan proyek penulisan buku bersama profesornya, serta aktif membimbing mahasiswa secara independen.
Menutup kisah inspiratifnya, Roro berpesan kepada para mahasiswa doktoral untuk tetap fokus pada proses dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. “Setiap orang punya timeline masing-masing. Pahami kelebihan dan kelemahan diri, serta tetap semangat mengejar tujuan utama,” pesannya.
Roro, sapaan akrabnya, menempuh pendidikan doktor melalui beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Ia mengaku memiliki motivasi kuat untuk segera menjadi dosen. “Saya sangat bersyukur sekali bisa sampai di tahap ini. Menjadi anak pertama dan cucu pertama yang bisa kuliah adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya,dikutip dari laman UGM, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Kisah Felicia, Lulusan S2 UGM Tercepat dan Keinginannya Menjadi Dosen
Alumni FEB UGM ini memilih bidang akuntansi karena kecintaannya pada dunia hitung-hitungan sekaligus logika. Menurutnya, ilmu akuntansi bukan hanya soal debit dan kredit, tetapi juga tentang pengambilan keputusan dan penerapan strategi perusahaan. “Akuntansi itu luas, ada unsur logical reasoning yang menarik,” ungkapnya.
Menariknya, Roro tidak memiliki target khusus untuk lulus cepat. Ia hanya berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu. Namun, berkat pondasi kuat dari masa studi S2 serta bimbingan profesor yang intens, proses penelitian dan penulisan disertasi berjalan lancar. “Selesai dengan cepat adalah tambahan saja, mau lulus cepat, mau lulus lambat, yang penting kita puas,” ucapnya.
Baca juga: Kisah Demetria Dahayu, Mahasiswa UGM yang Menjadi Lulusan S1 Tercepat
Selama menjalani program PMDSU, Roro dituntut menghasilkan tiga publikasi Scopus di tengah penyusunan disertasi. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu dan komunikasi baik dengan dosen pembimbing. “Jadi saya bisa dibilang beruntung karena bertemu dengan dosen-dosen mendapatkan support serta komunikasi dua arah yang baik,” ujarnya.
Disertasi Roro berjudul “Pengungkapan Perubahan Iklim, Daya Saing, dan Nilai Perusahaan: Peran Lingkungan Hukum”. Penelitiannya membahas bagaimana pengungkapan isu perubahan iklim dapat memengaruhi daya saing dan nilai perusahaan, terutama setelah diterbitkannya standar internasional IFRS S1 dan S2 terkait keberlanjutan. “Saya ingin melihat bagaimana perusahaan merespons regulasi tersebut dengan pendekatan data masa lalu,” jelasnya.
Ke depan, Roro berencana mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti. Ia kini tengah menuntaskan beberapa riset dan proyek penulisan buku bersama profesornya, serta aktif membimbing mahasiswa secara independen.
Menutup kisah inspiratifnya, Roro berpesan kepada para mahasiswa doktoral untuk tetap fokus pada proses dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. “Setiap orang punya timeline masing-masing. Pahami kelebihan dan kelemahan diri, serta tetap semangat mengejar tujuan utama,” pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :