Trisakti Bekali Buruh Migran di Taiwan: Ubah Gaji Jadi Aset Aman dengan Edukasi Hukum!
Selasa, 04 November 2025 - 09:51 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Universitas Trisakti (Usakti) menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan menggelar edukasi hukum bisnis dan investasi aman bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taipei, Taiwan, pada 1 November 2025.
Mengangkat tema "Dari Gaji Menjadi Aset: Edukasi Hukum Bisnis dan Strategi Investasi Aman bagi Buruh Migran Indonesia sebagai Modal Kembali ke Tanah Air," inisiatif ini bertujuan membekali PMI agar mampu mengelola penghasilan mereka menjadi modal usaha atau aset investasi yang terlindungi saat kembali ke Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan ini diikuti sekitar 20 orang diaspora Indonesia.
Kolaborasi Multidisiplin untuk Proteksi Hukum
PkM ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai fakultas di Usakti, dipimpin oleh Prof. Dr. Elfrida R Gultom, S.H., M.Hum., M.Kn., seorang pakar hukum. Timnya terdiri dari Dr. Ir. Pancanita, Dr. Docki Saraswati, Dr. Husna Leila Yusran, dan Dr. Ir. Burhannudin M Nur.
Prof. Dr. Elfrida menjelaskan pentingnya edukasi ini untuk mencegah kerugian finansial yang kerap dialami PMI. "Banyak PMI yang berjuang keras mengumpulkan dana, namun sering kali mengalami kendala atau penipuan saat mencoba berinvestasi atau berbisnis di Indonesia. Kami hadir untuk memberikan proteksi hukum dan strategi investasi yang aman agar gaji yang mereka peroleh benar-benar menjadi aset berkelanjutan," ujarnya.
Fokus pada Legalitas dan Minim Risiko
Selama sesi berlangsung, peserta menerima materi komprehensif, mulai dari aspek hukum pendirian usaha, pentingnya legalitas, pemahaman kontrak, hingga strategi investasi properti dan keuangan yang minim risiko. Penekanan utama adalah pada keamanan dan keberlanjutan investasi.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Salah seorang peserta menyampaikan, "Kegiatan ini sangat membuka mata kami tentang aspek hukum dan cara memilih investasi yang benar. Sekarang kami lebih yakin dan tahu langkah-langkah apa yang harus diambil untuk memulai usaha dengan aman di Indonesia."
PkM ditutup dengan penyerahan modul edukasi hukum bisnis sebagai panduan praktis. Tim dosen berharap pengetahuan ini dapat segera diterapkan.
Prof. Dr. Elfrida menutup kegiatan dengan harapan: “Kami berharap setiap Buruh Migran Indonesia tidak hanya pulang membawa gaji, tetapi pulang membawa rencana bisnis yang matang dan aset yang terlindungi secara hukum.”
Mengangkat tema "Dari Gaji Menjadi Aset: Edukasi Hukum Bisnis dan Strategi Investasi Aman bagi Buruh Migran Indonesia sebagai Modal Kembali ke Tanah Air," inisiatif ini bertujuan membekali PMI agar mampu mengelola penghasilan mereka menjadi modal usaha atau aset investasi yang terlindungi saat kembali ke Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan ini diikuti sekitar 20 orang diaspora Indonesia.
Kolaborasi Multidisiplin untuk Proteksi Hukum
PkM ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai fakultas di Usakti, dipimpin oleh Prof. Dr. Elfrida R Gultom, S.H., M.Hum., M.Kn., seorang pakar hukum. Timnya terdiri dari Dr. Ir. Pancanita, Dr. Docki Saraswati, Dr. Husna Leila Yusran, dan Dr. Ir. Burhannudin M Nur.
Prof. Dr. Elfrida menjelaskan pentingnya edukasi ini untuk mencegah kerugian finansial yang kerap dialami PMI. "Banyak PMI yang berjuang keras mengumpulkan dana, namun sering kali mengalami kendala atau penipuan saat mencoba berinvestasi atau berbisnis di Indonesia. Kami hadir untuk memberikan proteksi hukum dan strategi investasi yang aman agar gaji yang mereka peroleh benar-benar menjadi aset berkelanjutan," ujarnya.
Fokus pada Legalitas dan Minim Risiko
Selama sesi berlangsung, peserta menerima materi komprehensif, mulai dari aspek hukum pendirian usaha, pentingnya legalitas, pemahaman kontrak, hingga strategi investasi properti dan keuangan yang minim risiko. Penekanan utama adalah pada keamanan dan keberlanjutan investasi.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Salah seorang peserta menyampaikan, "Kegiatan ini sangat membuka mata kami tentang aspek hukum dan cara memilih investasi yang benar. Sekarang kami lebih yakin dan tahu langkah-langkah apa yang harus diambil untuk memulai usaha dengan aman di Indonesia."
PkM ditutup dengan penyerahan modul edukasi hukum bisnis sebagai panduan praktis. Tim dosen berharap pengetahuan ini dapat segera diterapkan.
Prof. Dr. Elfrida menutup kegiatan dengan harapan: “Kami berharap setiap Buruh Migran Indonesia tidak hanya pulang membawa gaji, tetapi pulang membawa rencana bisnis yang matang dan aset yang terlindungi secara hukum.”
(unt)
Lihat Juga :