BICOMPACT 2025, Universitas Bakrie Perkuat Kolaborasi Global untuk Inovasi Berkelanjutan
Selasa, 04 November 2025 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Tahun ini, BICOMPACT mencatat peningkatan signifikan dalam partisipasi internasional. Ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Taiwan, Malaysia, India, Turkey, Philippine, UK, dan lain-lain, mengirimkan paper untuk dipresentasikan dalam sesi paralel. Para peserta datang dengan sudut pandang yang beragam, namun berbagi semangat yang sama, mencari cara agar inovasi tetap berpihak pada manusia.
Sementara itu, Eleonora Naumova, Deputy Head of Mission dan Konsul Bulgaria, membagikan praktik baik yang diterapkan di negaranya dalam membangun tata kelola publik yang transparan dan digital. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbentuk regulasi, tetapi juga tumbuh dari kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. “Ketika warga merasa didengar, mereka ikut menjaga sistemnya. Dari situlah keberlanjutan dimulai” tuturnya.
Dari Taiwan, Prof. Kuo Yu Ming mewakili Tzu Chi University membagikan pengalaman negaranya dalam menghadapi kebencanaan. Ia menyoroti pentingnya solidaritas, pengetahuan kebencanaan, dan kesiapan komunitas. “Kami percaya teknologi bisa mempercepat respons, tapi yang membuat masyarakat pulih adalah kepedulian satu sama lain” katanya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie, Prof. Dudi Rudianto, menyebut bahwa BICOMPACT tahun ini sebagai titik temu ide-ide global yang ingin membangun masa depan yang lebih tangguh. “Dari paper-paper yang masuk, kita bisa melihat bagaimana dunia sedang bergerak dan bagaimana akademisi ikut menulis ulang arah perubahan itu” pungkasnya.
Sementara itu, Eleonora Naumova, Deputy Head of Mission dan Konsul Bulgaria, membagikan praktik baik yang diterapkan di negaranya dalam membangun tata kelola publik yang transparan dan digital. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbentuk regulasi, tetapi juga tumbuh dari kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. “Ketika warga merasa didengar, mereka ikut menjaga sistemnya. Dari situlah keberlanjutan dimulai” tuturnya.
Dari Taiwan, Prof. Kuo Yu Ming mewakili Tzu Chi University membagikan pengalaman negaranya dalam menghadapi kebencanaan. Ia menyoroti pentingnya solidaritas, pengetahuan kebencanaan, dan kesiapan komunitas. “Kami percaya teknologi bisa mempercepat respons, tapi yang membuat masyarakat pulih adalah kepedulian satu sama lain” katanya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie, Prof. Dudi Rudianto, menyebut bahwa BICOMPACT tahun ini sebagai titik temu ide-ide global yang ingin membangun masa depan yang lebih tangguh. “Dari paper-paper yang masuk, kita bisa melihat bagaimana dunia sedang bergerak dan bagaimana akademisi ikut menulis ulang arah perubahan itu” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :