Universitas Terbuka Perkuat Akses Pendidikan Lewat Kolaborasi Swasta dan Pemda
Senin, 10 November 2025 - 18:41 WIB
loading...
Universitas Terbuka (UT) terus mempertegas komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia. Foto/UT.
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Universitas Terbuka (UT) terus mempertegas komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
Melalui Seminar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 2 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), UT menunjukkan perannya sebagai pelopor pendidikan jarak jauh yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Mengusung tema “Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang,” kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi sekitar 1.700 calon wisudawan dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi UT, seminar wisuda bukan hanya ajang seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika masa depan.
Baca juga: Jejak Pendidikan Arif Satria, dari Rektor IPB University ke Kepala BRIN
Dalam kesempatan tersebut, UT juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis dari sektor swasta dan pemerintah daerah. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto bersama para pimpinan lembaga mitra, di antaranya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (Agung Sedayu Group – PIK 2), Pemerintah Kabupaten Pidie, DPRD Kabupaten Bima, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah daerah. Melalui kerja sama tersebut, UT berupaya memperluas jangkauan kontribusinya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menandai babak baru dalam perjalanan UT sebagai universitas yang tak hanya melayani mahasiswa di tanah air, tetapi juga di seluruh dunia.
“Hari ini merupakan momen bersejarah bagi UT. Kami dipercaya menjadi mitra strategis oleh pihak-pihak yang sangat kompeten dalam peningkatan pelayanan pendidikan di Indonesia,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (10/11/2025).
Prof. Ali juga menambahkan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak memiliki nilai simbolik dan strategis.
“Kerja sama dengan Kabupaten Pidie, misalnya, menjadi simbol penting bahwa kehadiran UT di ‘Bumi Serambi Mekkah’ diterima dengan baik. Kami siap berkolaborasi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh,” katanya.
Sementara itu, kemitraan dengan DPRD Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa disebut sebagai langkah penguatan peran UT di wilayah timur Indonesia.
“Wilayah Nusa Tenggara luas dan terdiri dari banyak kepulauan. Kolaborasi ini memperkuat kontribusi UT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan tinggi yang terjangkau dan berkualitas,” tambahnya.
Prof. Ali menegaskan bahwa UT mengusung konsep resource sharing, di mana kolaborasi menjadi kunci utama keberlanjutan dan perluasan layanan pendidikan.
“Tanpa kolaborasi, UT tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, industri, serta pelaku bisnis menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan bersama: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi,” tegasnya.
Melalui Seminar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 2 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), UT menunjukkan perannya sebagai pelopor pendidikan jarak jauh yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Mengusung tema “Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang,” kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi sekitar 1.700 calon wisudawan dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi UT, seminar wisuda bukan hanya ajang seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika masa depan.
Baca juga: Jejak Pendidikan Arif Satria, dari Rektor IPB University ke Kepala BRIN
Dalam kesempatan tersebut, UT juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis dari sektor swasta dan pemerintah daerah. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto bersama para pimpinan lembaga mitra, di antaranya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (Agung Sedayu Group – PIK 2), Pemerintah Kabupaten Pidie, DPRD Kabupaten Bima, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah daerah. Melalui kerja sama tersebut, UT berupaya memperluas jangkauan kontribusinya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menandai babak baru dalam perjalanan UT sebagai universitas yang tak hanya melayani mahasiswa di tanah air, tetapi juga di seluruh dunia.
“Hari ini merupakan momen bersejarah bagi UT. Kami dipercaya menjadi mitra strategis oleh pihak-pihak yang sangat kompeten dalam peningkatan pelayanan pendidikan di Indonesia,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (10/11/2025).
Prof. Ali juga menambahkan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak memiliki nilai simbolik dan strategis.
“Kerja sama dengan Kabupaten Pidie, misalnya, menjadi simbol penting bahwa kehadiran UT di ‘Bumi Serambi Mekkah’ diterima dengan baik. Kami siap berkolaborasi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh,” katanya.
Sementara itu, kemitraan dengan DPRD Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa disebut sebagai langkah penguatan peran UT di wilayah timur Indonesia.
“Wilayah Nusa Tenggara luas dan terdiri dari banyak kepulauan. Kolaborasi ini memperkuat kontribusi UT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan tinggi yang terjangkau dan berkualitas,” tambahnya.
Prof. Ali menegaskan bahwa UT mengusung konsep resource sharing, di mana kolaborasi menjadi kunci utama keberlanjutan dan perluasan layanan pendidikan.
“Tanpa kolaborasi, UT tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, industri, serta pelaku bisnis menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan bersama: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi,” tegasnya.
(nnz)
Lihat Juga :