Kemendikdasmen Perkuat Toleransi Kehidupan Beragama Lewat Program 7 Kebiasaan Anak Hebat

Selasa, 11 November 2025 - 15:43 WIB
loading...
Kemendikdasmen Perkuat...
Mendikdasmen Abdul Muti menghadiri Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dihadiri 200 peserta dari 20 negara. Foto/Arif Julianto.
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ), Abdul Mu'ti menyatakan, Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) merupakan upaya untuk mendorong kehidupan beragama yang lebih toleran dan terbuka.

Hal itu sebagaimana disampaikan Mu'ti setelah membuka rangkaian kegiatan Konferensi Internasional LKLB di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Baca juga: Universitas Al-Azhar Kairo Resmikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia

"Ini sebuah konferensi yang sangat penting yang juga menjadi bagian dari arus dan gerakan baru yang coba kita lakukan sebagai upaya untuk mendorong kehidupan beragama yang lebih toleran, beragama yang lebih terbuka, dan kita membangun social trust di dalam masyarakat yang multi agama dan multi budaya," kata Mu'ti.

Ia menjelaskan, kementeriannya merancang program penguatan pendidikan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana salah satu poinnya beribadah guna menanamkan iman dan takwa. Selain itu, terdapat juga poin bermasyarakat.

"Kita berusaha untuk mendorong anak-anak kita untuk lebih aktif bermasyarakat, berinteraksi dengan sebaya yang berbeda latar belakang agama, berbeda latar belakang budaya," ujarnya.

Baca juga: Hasil Survei: 76,4% Publik Puas dengan Kinerja Kemendikdasmen

"Yang ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa yang terbuka, pemikiran yang terbuka, sehingga mereka akan lebih memiliki kedekatan yang bersifat personal, yang itu otentik karena mereka memiliki tingkat dan intensitas yang tinggi di dalam berinteraksi dengan yang lainnya," sambungnya.

Menurutnya, pihaknya akan menyusun modul-modul sebagai teks pendukung terkait hal tersebut bersama Institut Leimina.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Leimina, Matius Ho menyatakan terima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah bekerja sama dalam menggelar Konferensi Internasional LKLB ini. Sebab, Indonesia memiliki pengalaman dalam menata masyarakat yang majemuk.

"Apalagi khususnya di kawasan ASEAN dalam KTT ASEAN tahun ini di Malaysia bulan Mei kemarin, ASEAN menyetujui sebuah visi dan strategi 20 tahun ke depan hingga 2045 dimana salah satu strateginya adalah untuk mendorong literasi keagaman lintas budaya untuk menciptakan komunitas yang inklusif dan kohesif," ujar Matius.

Perlu diketahui, Konferensi Internasional LKLB dihadiri lebih dari 200 peserta dari 20 negara yaitu Austria, Denmark, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, Inggris, Finlandia, Uzbekistan, Bahama, Bulgaria serta negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Laos, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

Para peserta merupakan pejabat pemerintah, akademisi, tokoh agama, pimpinan lembaga internasional, serta para guru alumni program LKLB dari berbagai provinsi di Indonesia.

Konferensi Internasional LKLB mempromosikan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan program LKLB yang telah menjadi contoh upaya membangun kohesi sosial khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Tema yang diangkat “Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies” menegaskan peran penting pendidikan untuk membangun sikap saling percaya di dalam masyarakat multiagama dan multikultural.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Serahkan...
Kemendikdasmen Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Rekomendasi
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
7 Program Jaminan Sosial...
7 Program Jaminan Sosial Milik Pekerja di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved