TKA Jadi Cermin Baru Dunia Pendidikan: Ukur Kemampuan, Bangun Tanggung Jawab Belajar
Kamis, 13 November 2025 - 16:56 WIB
loading...
Lebih dari 3,5 juta siswa SMA/SMK mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 3-9 November 2025 lalu. FOTO/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid SMA/SMK telah dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 3-9 November 2025 lalu. Lebih dari 3,5 juta murid tercatat telah mengikuti asesmen yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan dan standarisasi kemampuan akademik di tingkat nasional.
Salah satu guru yang turut menyukseskan pelaksanaan TKA yaitu Guru SMKN 1 Bangli Bali I Wayan Abyong, ia menyebut asesmen ini membawa dampak positif bagi murid maupun guru. Menurutnya, TKA menjadi bentuk evaluasi akademik yang dapat memacu murid untuk belajar lebih terarah dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap hasil belajarnya, terutama setelah tidak lagi diberlakukannya Ujian Nasional.
"Kalau saya melihat, TKA ini satu hal yang baik. Dulu kan ada Ujian Nasional, dan itu memicu murid untuk belajar. Sekarang, walaupun TKA bukan ujian wajib atau penentu kelulusan, tapi sangat bermanfaat untuk mengukur kemampuan akademik siswa," kata Wayan kepada media, Rabu (12/11/2025).
Menurut Wayan, TKA juga membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan terukur. Siswa menjadi lebih fokus terhadap materi umum, tidak hanya pada pelajaran produktif di jurusan masing-masing.
"Biasanya anak SMK lebih fokus ke kompetensi produktif, sementara teori umum kadang diabaikan. Dengan adanya TKA, siswa jadi lebih peduli terhadap semua materi. Kami di sekolah juga bisa menyusun strategi belajar yang lebih baik," katanya.
Salah satu guru yang turut menyukseskan pelaksanaan TKA yaitu Guru SMKN 1 Bangli Bali I Wayan Abyong, ia menyebut asesmen ini membawa dampak positif bagi murid maupun guru. Menurutnya, TKA menjadi bentuk evaluasi akademik yang dapat memacu murid untuk belajar lebih terarah dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap hasil belajarnya, terutama setelah tidak lagi diberlakukannya Ujian Nasional.
"Kalau saya melihat, TKA ini satu hal yang baik. Dulu kan ada Ujian Nasional, dan itu memicu murid untuk belajar. Sekarang, walaupun TKA bukan ujian wajib atau penentu kelulusan, tapi sangat bermanfaat untuk mengukur kemampuan akademik siswa," kata Wayan kepada media, Rabu (12/11/2025).
Menurut Wayan, TKA juga membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan terukur. Siswa menjadi lebih fokus terhadap materi umum, tidak hanya pada pelajaran produktif di jurusan masing-masing.
"Biasanya anak SMK lebih fokus ke kompetensi produktif, sementara teori umum kadang diabaikan. Dengan adanya TKA, siswa jadi lebih peduli terhadap semua materi. Kami di sekolah juga bisa menyusun strategi belajar yang lebih baik," katanya.
Lihat Juga :