Mahasiswa UGM dan Startup GISACT Jadi Bintang di MAJU:ON Hackathon 2025
Jum'at, 14 November 2025 - 17:29 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Semangat kewirausahaan dan inovasi di kalangan mahasiswa serta startup tahap awal Indonesia kembali mendapatkan panggung bergengsi melalui gelaran “MAJU:ON Hackathon 2025”. Acara yang diselenggarakan oleh UD IMPACT, perusahaan solusi ESG, di Hotel The Ritz-Carlton Mega Kuningan pada 7–8 November lalu, sukses mengukuhkan dua tim pemenang yang menghadirkan solusi berdampak positif.
Ajang ini secara khusus memfokuskan pada pengembangan ide bisnis inovatif bertema lingkungan dan energi berkelanjutan, memberikan dukungan sistematis bagi pengembangan mahasiswa dan wirausahawan tahap awal di Indonesia.
Inovasi Mahasiswa UGM: Dari Kampus Menuju Green Entrepreneurship
Pada kategori Student Track (jalur calon startup), tim “Mycomarine” dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memenangkan penghargaan utama. Mereka memukau dewan juri dengan inovasi kemasan ramah lingkungan berbahan dasar miselium jamur.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu merespons isu lingkungan dengan solusi green entrepreneurship yang layak dikembangkan. Salah satu perwakilan tim Mycomarine UGM mengungkapkan rasa syukurnya: “Alhamdulillah kami bersyukur inovasi kemasan ramah lingkungan yang berbahan dari jamur bisa diapresiasi jadi yang terbaik. Semoga bisa bermanfaat digunakan dalam industri.”
Apresiasi untuk Kewirausahaan Tahap Awal
Sementara itu, pada kategori Early-Stage Entrepreneur Track, tim “GISACT” membawa pulang penghargaan utama berkat pengembangan platform geospasial berbasis AI. Kemenangan GISACT menegaskan pentingnya dukungan terhadap startup tahap awal yang memanfaatkan teknologi canggih untuk memecahkan masalah pasar nyata di bidang lingkungan dan energi.
MAJU:ON: Inkubator Generasi Emas Wirausaha
Acara "MAJU:ON Hackathon 2025" merupakan agenda krusial dari program kewirausahaan muda "MAJU:ON" yang didukung oleh SK Innovation E&S. Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi erat dengan delapan universitas utama di Indonesia (UI, UGM, UNS, Telkom University, UPI, UNNES, dan Primakara University).
Dalam kompetisi intensif selama dua hari ini, lebih dari 100 wirausahawan muda—baik dari tim mahasiswa maupun startup awal—berkompetisi dan menyajikan ide bisnis inovatif, mulai dari energi berkelanjutan, pengelolaan limbah, hingga solusi berbasis AI.
CEO UD IMPACT, Kim Jeongheon, menjelaskan bahwa Hackathon ini lebih dari sekadar kompetisi. “Hackathon kali ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan wadah pembelajaran yang nyata bagi para pemuda Indonesia untuk mengasah kemampuan kewirausahaan mereka dalam memecahkan masalah di pasar sesungguhnya.”
Dihadiri oleh Dr. Ir. Hariyanto, M.T., Direktur Perencanaan Kementerian ESDM RI, acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dan industri untuk mendorong ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) global yang positif.
Ke depannya, UD IMPACT berencana melanjutkan program lanjutan seperti akselerasi, mentoring, dan koneksi investasi, menegaskan komitmen mereka untuk terus menemukan dan mendukung startup inovatif di bidang lingkungan dan energi di seluruh Indonesia. MAJU:ON berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan inovasi mahasiswa dan wirausahawan awal dengan potensi investasi dan dampak sosial yang lebih luas.
Ajang ini secara khusus memfokuskan pada pengembangan ide bisnis inovatif bertema lingkungan dan energi berkelanjutan, memberikan dukungan sistematis bagi pengembangan mahasiswa dan wirausahawan tahap awal di Indonesia.
Inovasi Mahasiswa UGM: Dari Kampus Menuju Green Entrepreneurship
Pada kategori Student Track (jalur calon startup), tim “Mycomarine” dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memenangkan penghargaan utama. Mereka memukau dewan juri dengan inovasi kemasan ramah lingkungan berbahan dasar miselium jamur.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu merespons isu lingkungan dengan solusi green entrepreneurship yang layak dikembangkan. Salah satu perwakilan tim Mycomarine UGM mengungkapkan rasa syukurnya: “Alhamdulillah kami bersyukur inovasi kemasan ramah lingkungan yang berbahan dari jamur bisa diapresiasi jadi yang terbaik. Semoga bisa bermanfaat digunakan dalam industri.”
Apresiasi untuk Kewirausahaan Tahap Awal
Sementara itu, pada kategori Early-Stage Entrepreneur Track, tim “GISACT” membawa pulang penghargaan utama berkat pengembangan platform geospasial berbasis AI. Kemenangan GISACT menegaskan pentingnya dukungan terhadap startup tahap awal yang memanfaatkan teknologi canggih untuk memecahkan masalah pasar nyata di bidang lingkungan dan energi.
MAJU:ON: Inkubator Generasi Emas Wirausaha
Acara "MAJU:ON Hackathon 2025" merupakan agenda krusial dari program kewirausahaan muda "MAJU:ON" yang didukung oleh SK Innovation E&S. Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi erat dengan delapan universitas utama di Indonesia (UI, UGM, UNS, Telkom University, UPI, UNNES, dan Primakara University).
Dalam kompetisi intensif selama dua hari ini, lebih dari 100 wirausahawan muda—baik dari tim mahasiswa maupun startup awal—berkompetisi dan menyajikan ide bisnis inovatif, mulai dari energi berkelanjutan, pengelolaan limbah, hingga solusi berbasis AI.
CEO UD IMPACT, Kim Jeongheon, menjelaskan bahwa Hackathon ini lebih dari sekadar kompetisi. “Hackathon kali ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan wadah pembelajaran yang nyata bagi para pemuda Indonesia untuk mengasah kemampuan kewirausahaan mereka dalam memecahkan masalah di pasar sesungguhnya.”
Dihadiri oleh Dr. Ir. Hariyanto, M.T., Direktur Perencanaan Kementerian ESDM RI, acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dan industri untuk mendorong ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) global yang positif.
Ke depannya, UD IMPACT berencana melanjutkan program lanjutan seperti akselerasi, mentoring, dan koneksi investasi, menegaskan komitmen mereka untuk terus menemukan dan mendukung startup inovatif di bidang lingkungan dan energi di seluruh Indonesia. MAJU:ON berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan inovasi mahasiswa dan wirausahawan awal dengan potensi investasi dan dampak sosial yang lebih luas.
(unt)
Lihat Juga :