Kisah Salsabila, Anak Penjual Kelontong yang Lolos FEB UGM Jalur SNBP 2026
Selasa, 19 Mei 2026 - 14:47 WIB
loading...
Salsabila Sabrina Rasya, anak penjual toko kelontong dari Balikpapan yang lolos SNBP 2026 di FEB UGM. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Momen pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 31 Maret 2026 lalu akan menjadi momen tak terlupakan bagi Salsabila Sabrina Rasya (18). Sebab impiannya sejak kecil kuliah di kampus impiannya terwujud.
Rasa syukur tak henti diucapkan Salsabila saat mengetahui dirinya dinyatakan lolos masuk prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM ) melalui jalur prestasi tersebut.
Baca juga: 10 Jurusan dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2026, Ada Pilihanmu?
Momen pengumuman pada 31 Maret 2026 kala itu masih membekas jelas dalam ingatannya. Diliputi rasa takut tidak diterima, Salsabila bahkan sengaja menunda membuka hasil pengumuman hingga akhirnya tertidur. Saat sang ibu memintanya membuka pengumuman, air matanya kembali pecah karena cemas. Namun suasana berubah haru ketika ibunya yang terlebih dahulu melihat hasil di ponsel spontan berteriak, “Alhamdulillah,” tanda ia berhasil diterima di kampus impian.
“Saat itu saya tidak berani membuka pengumuman, sering menangis karena takut tidak diterima. Akhirnya, Ibu yang membuka dan berteriak Alhamdullilah. Saya pun senang bercampur sedih karena nantinya harus merantau berpisah dari Ibu,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (19/5/2026).
Rasa syukur tak henti diucapkan Salsabila saat mengetahui dirinya dinyatakan lolos masuk prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM ) melalui jalur prestasi tersebut.
Baca juga: 10 Jurusan dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2026, Ada Pilihanmu?
Momen pengumuman pada 31 Maret 2026 kala itu masih membekas jelas dalam ingatannya. Diliputi rasa takut tidak diterima, Salsabila bahkan sengaja menunda membuka hasil pengumuman hingga akhirnya tertidur. Saat sang ibu memintanya membuka pengumuman, air matanya kembali pecah karena cemas. Namun suasana berubah haru ketika ibunya yang terlebih dahulu melihat hasil di ponsel spontan berteriak, “Alhamdulillah,” tanda ia berhasil diterima di kampus impian.
“Saat itu saya tidak berani membuka pengumuman, sering menangis karena takut tidak diterima. Akhirnya, Ibu yang membuka dan berteriak Alhamdullilah. Saya pun senang bercampur sedih karena nantinya harus merantau berpisah dari Ibu,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (19/5/2026).
Lihat Juga :