Studium Generale Wisuda ITPLN ke-47, Ini Pesan Penting bagi Lulusan
Minggu, 16 November 2025 - 22:10 WIB
loading...
Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar Studium Generale ke-47 sebagai bagian dari ITPLN Career Day 2025 di Jakarta. Foto/ITPLN.
A
A
A
JAKARTA - Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar Studium Generale ke-47 sebagai bagian dari ITPLN Career Day 2025 di Jakarta, Jumat, 14 November 2025. Acara dibuka Wakil Rektor III ITPLN, Ishvandono Yunaini, yang menekankan pentingnya integritas, etika, serta kemampuan belajar berkelanjutan bagi para calon wisudawan yang segera memasuki dunia industri energi dan teknologi.
Dalam sambutannya, Ishvandono menyebut momentum menjelang wisuda sebagai fase krusial bagi mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa ITPLN sebagai kampus energi memiliki DNA industri energi yang harus tercermin dalam karakter dan profesionalitas lulusan.
Baca juga: Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
“Kepercayaan hanya bisa diraih dengan integritas,” ujar Ishvandono, melalui siaran pers, Minggu (16/11/2025).
Ishvandono menguraikan tiga pesan penting bagi lulusan: menjaga integritas dan etika, tidak berhenti belajar di tengah perkembangan ilmu yang berjalan dengan kecepatan eksponensial, serta berani berpikir besar namun memulai dari langkah kecil. Menurutnya, tiga pesan itu menjadi bekal utama menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Ia juga menegaskan posisi strategis lulusan teknik di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Profesi engineer, katanya, tetap menjadi kunci inovasi dan tidak mudah tergantikan oleh kecerdasan buatan.
“Sebagai engineer, hampir bisa dipastikan Anda tidak akan bisa digantikan oleh AI,” kata Ishvandono.
Studium Generale kali ini turut menghadirkan dua narasumber, yakni alumni teknik ITPLN yang kini berkarier di sektor perbankan, Deddy Junaedi dari Bank Mega Syariah, serta Vice President Manajemen Human Capital dan Umum PT PLN Enjiniring, Riziki Yayu Feberina. Kehadiran keduanya disebut menunjukkan luasnya peluang karier lulusan teknik lintas sektor.
Deddy Junaedi, alumni Teknik Sipil ITPLN yang kini berkarier di Bank Mega Syariah mendorong agar lulusan ITPLN tidak ragu melangkah ke berbagai sektor industri setelah lulus, karena kebutuhan tenaga teknik justru semakin meluas. Deddy menekankan bahwa kompetensi teknik, termasuk sipil, elektro, mesin, maupun informatika serta lainnya masih relevan di banyak bidang—bahkan di sektor yang tampak tidak berkaitan langsung seperti perbankan.
“Ilmu teknik itu dipakai di semua sisi. Di perbankan, pembiayaan tak bisa berjalan tanpa kajian teknik sipil. Mulai dari mengecek RAB, konstruksi bangunan, sampai kolateral. Semua ilmu itu terpakai,” ujar Deddy di kampus ITPLN.
Menurutnya, banyak lulusan ITPLN terjebak pada idealisme sempit: merasa wajib masuk PLN hanya karena membawa nama almamater. Padahal, ia menegaskan, kekuatan lulusan justru ada pada brand ITPLN yang berkaitan erat dengan reputasi PLN.
“Gunakan nama ITPLN sebagai privilege. Nama PLN dikenal semua perusahaan. Itu bisa jadi pembuka jalan,” ucapnya.
Deddy juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi membuat persaingan kerja semakin ketat. Karena itu, ia mendorong lulusan untuk tidak terpaku pada satu tujuan.
“Jangan idealis dulu. Jalan saja dulu ke tempat yang sesuai jurusan. Sambil berjalan, kalau masih mau masuk PLN, apply terus. Manfaatkan platform lowongan dan jejaring,” ujarnya.
Senada dengannya, Vice President Manajemen Human Capital dan Umum PT PLN Enjiniring, Riziki Yayu Feberina, menyampaikan bahwa lulusan teknik dari berbagai jurusan sangat dibutuhkan dalam eksekusi proyek PLN.
Ia mencontohkan kebutuhan besar untuk drafter yang menguasai desain transmisi dan gardu induk. Pada September lalu saja, pihaknya membutuhkan 30 drafter untuk penyiapan dokumen perencanaan lelang.
“Itu tidak harus dari jurusan tertentu. Elektro bisa, sipil bisa. Banyak mahasiswa ITPLN sudah punya sertifikasi AutoCAD, itu sangat membantu,” kata Riziki.*
Dalam sambutannya, Ishvandono menyebut momentum menjelang wisuda sebagai fase krusial bagi mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa ITPLN sebagai kampus energi memiliki DNA industri energi yang harus tercermin dalam karakter dan profesionalitas lulusan.
Baca juga: Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
“Kepercayaan hanya bisa diraih dengan integritas,” ujar Ishvandono, melalui siaran pers, Minggu (16/11/2025).
Ishvandono menguraikan tiga pesan penting bagi lulusan: menjaga integritas dan etika, tidak berhenti belajar di tengah perkembangan ilmu yang berjalan dengan kecepatan eksponensial, serta berani berpikir besar namun memulai dari langkah kecil. Menurutnya, tiga pesan itu menjadi bekal utama menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Ia juga menegaskan posisi strategis lulusan teknik di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Profesi engineer, katanya, tetap menjadi kunci inovasi dan tidak mudah tergantikan oleh kecerdasan buatan.
“Sebagai engineer, hampir bisa dipastikan Anda tidak akan bisa digantikan oleh AI,” kata Ishvandono.
Studium Generale kali ini turut menghadirkan dua narasumber, yakni alumni teknik ITPLN yang kini berkarier di sektor perbankan, Deddy Junaedi dari Bank Mega Syariah, serta Vice President Manajemen Human Capital dan Umum PT PLN Enjiniring, Riziki Yayu Feberina. Kehadiran keduanya disebut menunjukkan luasnya peluang karier lulusan teknik lintas sektor.
Deddy Junaedi, alumni Teknik Sipil ITPLN yang kini berkarier di Bank Mega Syariah mendorong agar lulusan ITPLN tidak ragu melangkah ke berbagai sektor industri setelah lulus, karena kebutuhan tenaga teknik justru semakin meluas. Deddy menekankan bahwa kompetensi teknik, termasuk sipil, elektro, mesin, maupun informatika serta lainnya masih relevan di banyak bidang—bahkan di sektor yang tampak tidak berkaitan langsung seperti perbankan.
“Ilmu teknik itu dipakai di semua sisi. Di perbankan, pembiayaan tak bisa berjalan tanpa kajian teknik sipil. Mulai dari mengecek RAB, konstruksi bangunan, sampai kolateral. Semua ilmu itu terpakai,” ujar Deddy di kampus ITPLN.
Menurutnya, banyak lulusan ITPLN terjebak pada idealisme sempit: merasa wajib masuk PLN hanya karena membawa nama almamater. Padahal, ia menegaskan, kekuatan lulusan justru ada pada brand ITPLN yang berkaitan erat dengan reputasi PLN.
“Gunakan nama ITPLN sebagai privilege. Nama PLN dikenal semua perusahaan. Itu bisa jadi pembuka jalan,” ucapnya.
Deddy juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi membuat persaingan kerja semakin ketat. Karena itu, ia mendorong lulusan untuk tidak terpaku pada satu tujuan.
“Jangan idealis dulu. Jalan saja dulu ke tempat yang sesuai jurusan. Sambil berjalan, kalau masih mau masuk PLN, apply terus. Manfaatkan platform lowongan dan jejaring,” ujarnya.
Senada dengannya, Vice President Manajemen Human Capital dan Umum PT PLN Enjiniring, Riziki Yayu Feberina, menyampaikan bahwa lulusan teknik dari berbagai jurusan sangat dibutuhkan dalam eksekusi proyek PLN.
Ia mencontohkan kebutuhan besar untuk drafter yang menguasai desain transmisi dan gardu induk. Pada September lalu saja, pihaknya membutuhkan 30 drafter untuk penyiapan dokumen perencanaan lelang.
“Itu tidak harus dari jurusan tertentu. Elektro bisa, sipil bisa. Banyak mahasiswa ITPLN sudah punya sertifikasi AutoCAD, itu sangat membantu,” kata Riziki.*
(nnz)
Lihat Juga :