FH UNEJ Rayakan Dies Natalis ke-61, Soroti Implementasi UUD 1945 dan Arah Pembangunan Nasional

Senin, 17 November 2025 - 23:00 WIB
loading...
FH UNEJ Rayakan Dies...
Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-61 di Auditorium Universitas Jember (15/11/2025). Foto/Unej.
A A A
JAKARTA - Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-61 di Auditorium Universitas Jember (15/11/2025). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang fakultas, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membahas relevansi konstitusi dan hukum dalam arah pembangunan nasional.

Acara tahun ini menghadirkan tokoh nasional, Marsekal Madya (Purn). Dr. Bambang Eko Suhariyanto, S.H., M.H., Wakil Menteri Sekretaris Negara RI, sebagai pidato kunci dengan judul “Implementasi UUD 1945 dalam Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto Melalui Asta Cita.”

Baca juga: Kunker ke Universitas Jember, Komisi X DPR Bahas Revisi UU Sisdiknas

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya menegaskan, usia ke-61 FH UNEJ adalah simbol kematangan lembaga yang telah menorehkan banyak prestasi, baik dalam pengembangan akademik, riset, maupun kontribusi nyata bagi masyarakat.

“FH UNEJ telah menjadi rumah keilmuan yang kokoh, di mana gagasan hukum tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi menjadi instrumen perubahan sosial. Para pemikir, penegak hukum, pembuat kebijakan, dan pemimpin publik telah dilahirkan dari kampus ini untuk memberi warna bagi Indonesia,” tegasnya.

Ia lalu menambahkan, perguruan tinggi hari ini menghadapi tantangan percepatan digitalisasi, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, serta dinamika hukum dalam sektor ekonomi dan tata kelola publik. FH UNEJ, menurutnya, harus terus memperkuat mutu tridharma, meningkatkan kualitas tata kelola berbasis digital, serta membuka ruang internasionalisasi menuju target besar 2035 sebagai World Class Law School.

Baca juga: Universitas Jember Kembangkan Gel Herbal dari Kopi Robusta untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

“Di era digital ini, penguasaan hukum harus disertai pemahaman teknologi. Itulah kenapa inovasi akademik, kolaborasi global, dan peneguhan integritas menjadi kunci transformasi FH UNEJ,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Wamen Setneg RI, Marsekal Madya (Purn). Dr. Bambang Eko Suhariyanto, S.H., M.H., memaparkan secara komprehensif hubungan antara UUD 1945 khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 dengan delapan program prioritas nasional yang disusun dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa kesejahteraan sosial sebagaimana amanat konstitusi harus diwujudkan melalui kebijakan yang terukur, progresif, dan konsisten. Selama delapan dekade, Indonesia menghadapi tantangan ketimpangan ekonomi, eksploitasi sumber daya alam yang belum optimal, serta kebocoran fiskal yang masif akibat underground economy.

“UUD 1945 telah memberikan landasan moral dan legal yang sangat jelas tentang bagaimana perekonomian harus dijalankan. Asta Cita hadir sebagai upaya konkret menerjemahkan amanat tersebut ke dalam kebijakan pembangunan yang dapat dieksekusi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tentang pentingnya hilirisasi sumber daya alam, pemberdayaan koperasi desa, program makan bergizi gratis, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta langkah pemberantasan ekonomi gelap sebagai bagian strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya kekosongan hukum atau benturan regulasi, tetapi resistensi struktural dan lemahnya kapasitas negara dalam menegakkan kebijakan yang sesuai amanat konstitusi.

“FH UNEJ diharapkan menjadi garda depan dalam mengawal konstitusionalitas kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Dekan FH UNEJ, Prof. I Gede Widhiana Suarda, S.H., M.Hum., Ph.D., menyampaikan tentang kinerja dan arah strategis fakultas. Dengan jumlah 3.291 mahasiswa dan 80 dosen, ia menegaskan eksistensinya sebagai fakultas hukum berakreditasi unggul yang memiliki rekognisi nasional dan internasional.

Dirinya juga mengungkapkan, perjalanan strategis fakultas melalui Renstra 2021–2025 yang berfokus pada pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi, akreditasi unggul, otonomi fakultas, peningkatan reputasi nasional, hingga target reputasi internasional.

“Kami sedang membangun fondasi kuat menuju World Class Law School pada 2035. Ini dilakukan melalui peningkatan kualitas dosen, digitalisasi tata kelola, penguatan riset hukum, serta ekspansi kerja sama internasional,” jelasnya.

Pembacaan Dies Reader disampaikan oleh Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., dengan topik penting yaitu “Upaya Peningkatan Perlindungan Konsumen Melalui Reformasi Regulasi, Kelembagaan, dan Budaya Konsumen.” Ia menekankan pentingnya pembaruan regulasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang dinilai masih memiliki sejumlah problem norma, termasuk definisi konsumen yang terbatas, mekanisme pembuktian terbalik, hingga ambiguitas dalam penyelesaian sengketa BPSK dan jalur pengadilan.

“Efektivitas perlindungan konsumen tidak akan tercapai tanpa keselarasan antara substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum masyarakat,” paparnya.

Ia juga menekankan, keberhasilan perlindungan konsumen sangat ditentukan oleh peningkatan literasi masyarakat, penegakan hukum yang konsisten, serta pemberdayaan lembaga penyelesaian sengketa.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ichwan Effendi, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangganya sebagai alumni FH UNEJ dan menekankan pentingnya menegakkan integritas dalam profesi hukum. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan ruang akademik sebagai kesempatan membangun karakter hukum yang kuat, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
UNEJ Buka Prodi Baru...
UNEJ Buka Prodi Baru S1 Sains Data, Siap Cetak Ahli Big Data dan AI
43 Dokter Baru Dilantik...
43 Dokter Baru Dilantik di UNEJ, Siap Mengabdi untuk Daerah Pedesaan dan Terpencil
Cerita Inspiratif dari...
Cerita Inspiratif dari UTBK 2026 di UNEJ: Peserta Disabilitas Berjuang Wujudkan Mimpi Kuliah
Update Kasus Pelecehan...
Update Kasus Pelecehan di FHUI: 16 Terlapor Diperiksa, Bukti Chat 2024–2026 Ditelaah
Laporkan Saiful Mujani...
Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim, MPSI: Perbuatan Melawan Hukum dan Kategori Makar
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Rekomendasi
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved