Mahasiswa UGM Rancang Dapur Pintar Berbasis AI untuk MBG, Ini Keunggulannya
Rabu, 19 November 2025 - 16:22 WIB
loading...
Tim mahasiswa UGM rancang dapur pintar berbasis Artificial Intelligence (AI). Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) dari Universitas Gadjah Mada ( UGM ), yang dipimpin oleh Muhammad Afnand Kabhila bersama anggota Fauzi Septriantoro, Muhammad Rizky Khoirul Amar, Safira Mahardika Rahayu, dan Muhammad Firdaus Ar Riza, merancang Sustainable Integrated Kitchen System (SIKE).
Inovasi berupa dapur pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) ini dikembangkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) serta mengolah limbah makanan menjadi energi terbarukan. Atas inovasi tersebut, tim bimbingan Ni Nyoman Nepi Marleni resmi lolos menuju PIMNAS ke-38.
Afnand menjelaskan bahwa program MBG merupakan upaya strategis pemerintah, namun implementasinya masih mengalami kendala seperti perbedaan selera anak hingga persoalan manajemen logistik. Hal ini menyebabkan meningkatnya sisa makanan dan memperparah masalah food waste.
Ia berharap SIKE dapat menjadi solusi menyeluruh untuk mengatasi tantangan tersebut. “SIKE kami rancang sebagai solusi end-to-end untuk memutus paradoks ini, memastikan gizi tersampaikan dengan baik dan tidak ada yang terbuang sia-sia,” ujarnya, mengutip laman UGM, Rabu (19/11/2025).
Lebih jauh, Afnand memaparkan bahwa SIKE beroperasi melalui dua prioritas utama. Prioritas pertama meliputi optimalisasi menu dan rantai pasok, dengan pemanfaatan AI untuk memantau stok bahan baku secara real-time serta menganalisis kebutuhan gizi siswa berdasarkan preferensi dan ketersediaan pangan lokal.
Prioritas kedua berfokus pada manajemen limbah melalui konsep ekonomi sirkular. Setiap sisa makanan dicatat menggunakan sensor berat (load-cell), kemudian datanya diproses oleh AI untuk mengevaluasi menu.
“Puncaknya, limbah sisa dari tahap penyajian akan diolah menjadi energi biogas. Energi ini kemudian akan digunakan kembali untuk proses pengolahan di dapur MBG. Ini adalah siklus tertutup yang sesungguhnya,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan, tim PKM SIKE mempublikasikan konsep inovatif ini melalui video gagasan konstruktif di kanal YouTube, Instagram, dan TikTok resmi tim.
Video tersebut menampilkan alur dramatis tentang seorang siswa yang pingsan karena menu MBG yang kurang sesuai, lalu memperkenalkan SIKE sebagai solusi komprehensif untuk perbaikan program.
Konten itu mendapat respons positif dan telah ditonton lebih dari 146.000 kali di Instagram. “Kami berharap gagasan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi cetak biru pelaksanaan MBG yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tutup Afnand.
Inovasi berupa dapur pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) ini dikembangkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) serta mengolah limbah makanan menjadi energi terbarukan. Atas inovasi tersebut, tim bimbingan Ni Nyoman Nepi Marleni resmi lolos menuju PIMNAS ke-38.
Afnand menjelaskan bahwa program MBG merupakan upaya strategis pemerintah, namun implementasinya masih mengalami kendala seperti perbedaan selera anak hingga persoalan manajemen logistik. Hal ini menyebabkan meningkatnya sisa makanan dan memperparah masalah food waste.
Ia berharap SIKE dapat menjadi solusi menyeluruh untuk mengatasi tantangan tersebut. “SIKE kami rancang sebagai solusi end-to-end untuk memutus paradoks ini, memastikan gizi tersampaikan dengan baik dan tidak ada yang terbuang sia-sia,” ujarnya, mengutip laman UGM, Rabu (19/11/2025).
Lebih jauh, Afnand memaparkan bahwa SIKE beroperasi melalui dua prioritas utama. Prioritas pertama meliputi optimalisasi menu dan rantai pasok, dengan pemanfaatan AI untuk memantau stok bahan baku secara real-time serta menganalisis kebutuhan gizi siswa berdasarkan preferensi dan ketersediaan pangan lokal.
Prioritas kedua berfokus pada manajemen limbah melalui konsep ekonomi sirkular. Setiap sisa makanan dicatat menggunakan sensor berat (load-cell), kemudian datanya diproses oleh AI untuk mengevaluasi menu.
“Puncaknya, limbah sisa dari tahap penyajian akan diolah menjadi energi biogas. Energi ini kemudian akan digunakan kembali untuk proses pengolahan di dapur MBG. Ini adalah siklus tertutup yang sesungguhnya,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan, tim PKM SIKE mempublikasikan konsep inovatif ini melalui video gagasan konstruktif di kanal YouTube, Instagram, dan TikTok resmi tim.
Video tersebut menampilkan alur dramatis tentang seorang siswa yang pingsan karena menu MBG yang kurang sesuai, lalu memperkenalkan SIKE sebagai solusi komprehensif untuk perbaikan program.
Konten itu mendapat respons positif dan telah ditonton lebih dari 146.000 kali di Instagram. “Kami berharap gagasan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi cetak biru pelaksanaan MBG yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tutup Afnand.
(nnz)
Lihat Juga :