Termasuk Rafflesia, Ini 3 Bunga Puspa Nasional yang Patut Dilindungi

Rabu, 26 November 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A
Bunga ini awalnya ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang sedang bekerja dengan Dr Joseph Arnold pada ekspedisi Thomas Stanford Raffles. Bunga ini pun diabadikan dengan nama gabungan keduanya, Raffles dan Arnoldi.

2. Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai Puspa Pesona


Puspa Pesona adalah sebutan untuk bunga anggrek bulan. Dr. CL Blume, seorang ahli botani dari Belanda, adalah orang pertama yang menemukan bunga ini. Jenis bunga ini umumnya ditemukan di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Australia.

Phalaenopsis amabilis tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut dan hidup secara epifit di hutan-hutan dengan menempel pada batang atau cabang pohon. Anggrek bulan, pada pemaknaannya sendiri sebagai Puspa Pesona, memiliki kecantikan yang membuat orang terpana saat melihatnya. Dengan cepat, bunga yang indah ini akan menarik perhatian dia.

3. Bunga Melati (Jasminum sambac) sebagai Puspa Bangsa


Bunga melati dianggap sebagai Puspa Bangsa karena bentuknya yang indah dan aromanya yang semerbak. Bunga ini banyak digunakan di Indonesia sebagai obat tradisional. Kandungannya dikenal dapat menguntungkan kesehatan tubuh.

Bunga ini memiliki banyak makna bagi masyarakat Indonesia. Bunga melati tidak hanya melambangkan kesucian dan kesucian, tetapi juga dianggap sebagai simbol ketulusan dan kesucian. Oleh karena itu, mereka sering digunakan dalam upacara keagamaan dan pernikahan.

Ketiganya sangat penting untuk konservasi, studi ilmiah, dan identitas ekologi Indonesia selain memiliki nilai estetis.

M/G Tasya Rosmalina
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Cerita Djoko Slamet...
Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Peneliti UNJ Gandeng...
Peneliti UNJ Gandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam Pengembangan Gim Literasi Gerak
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka Lowongan 47 Formasi, S2/S3 Berbagai Jurusan Bisa Daftar!
Kisah Zhafif, Siswa...
Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved