Okky Madasari Berbagi Kisah Inspiratif di Gelar Wicara Kalpasastra 2025

Sabtu, 29 November 2025 - 19:17 WIB
loading...
Okky Madasari Berbagi...
Okky Madasari seusai menjadi narasumber Gelar Wicara Kalpasastra 2025 yang digelar BEM Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Foto/BEMP Sastra Indonesia UNJ
A A A
JAKARTA - Sastrawan yang juga sosiolog Okky Madasari berbagi kisah inspiratif dalam acara Gelar Wicara Kalpasastra 2025 yang digelar BEM Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Okky mengatakan, butuh proses dan konsistensi dalam berkarya.

Okky mengatakan, novel pertamanya berjudul Entrok terbit 2010. "Pada saat itu saya belum 26 tahun, saya menerbitkan novel pertama saya tanpa saya mengenal siapa pun di industri perbukuan, tanpa saya kenal siapa editor yang harus saya jumpai, itu sebuah keputusan besar ketika saya putuskan untuk menulis dan menyelesaikan novel," kata Okky dalam acara yang digelar di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Okky, setelah novel selesai, muncul pertanyaan siapa yang akan menerbitkan novel itu. Dirinya lalu mengirim karyanya itu ke penerbit terbesar di Indonesia tanpa mengenal siapa pun. "Ternyata diterima. Pada titik itu saya percaya bahwa bicara tentang karya itu kembali ke substantif," ujar Okky.

Baca Juga: UNJ Bangun Akademi Golf Pertama di Kampus, Fokus Pembinaan dan Akses Publik

Okky menambahkan, setelah novel pertamanya diterima untuk diterbitkan, dirinya terus mencoba untuk konsisten menulis dan menghasilkan karya berikutnya. "Sambil menunggu Entrok terbit, saya mulai menulis novel kedua saya. Begitu seterusnya, begitu seterusnya," kata Okky.

Kata Okky, pengalaman dirinya yang awalnya tak mengenal siapa-siapa di industri perbukuan tersebut bisa menjadi pelecut bagi para mahasiswa Sastra atau penulis pemula untuk tetap berkarya. "Semua membutuhkan proses dan konsistensi. Tidak mungkin kita bisa mengumpulkan 80 esai kalau kita nggak konsisten nulis terus," ujar perempuan asal Magetan ini.

Okky mengatakan, di tengah gempuran social media atau media sosial, dirinya yakin sastra tetap mendapat tempatnya. Dia mengatakan, puisinya berjudul Telinga dan Mata pada akhirnya malah mewarnai alias viral di media sosial.

Okky juga bicara tentang fenomena writer's block, yakni kondisi ketika seorang penulis kesulitan atau merasa tidak mampu lagi untuk menulis, baik secara sementara maupun permanen. Dia pun memberikan tips agar bisa kembali punya semangat menulis.

"Ketika writer's block itu datang, ikuti itu sebagai sebuah panggilan untuk baca, karena dengan membaca itu ada proses riset," ujarnya.

Selain itu, bisa juga dengan menonton film, mengobrol dengan orang, refreshing, atau bahkan tidur. "Ketika writer's block datang, jangan paksakan diri. Ambil kesempatan itu sebagai jeda untuk memanaskan kembali api imajinasi kita dengan berbagai cara itu," katanya.



Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Gelar Wicara Kalpasastra 2025 Maritza Tabina Nurathifa mengatakan, tujuan acara bertema 'Alinea: Jelajah makna, melintas masa, lewat aksara!' ini adalah memberikan gagasan baru bagaimana sastra fiksi tidak hanya hadir sebagai hiburan. "Tapi juga sebagai media transformatif yang bisa digunakan untuk menyampaikan kritik, entah itu kritik sosial, kritik politik, atau kritik budaya," ujarnya kepada SindoNews.

Dia mengatakan, selain Gelar Wicara bersama Okky Madasari, ada juga acara lainnya seperti musikalisasi puisi, monolog, pameran puisi, pembacaan puisi, dan drama singkat. "Ini merupakan acara tahunan dan salah satu proker tahunan dari BEMP Sastra Indonesia UNJ," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
UNJ Diganjar Penghargaan...
UNJ Diganjar Penghargaan KONI Pusat, Jadi Rujukan Ilmu Keolahragaan Nasional
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Guru, UNJ Sosialisasikan Deep Learning ke Pondok Pesantren
AYP Dorong Kampus Melihat...
AYP Dorong Kampus Melihat Asesmen Jadi Peluang Berkelanjutan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Rekomendasi
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved