Rahasia Belajar Sania, Wisudawan Sarjana Ilmu Komputer UGM dengan IPK Tertinggi
Selasa, 02 Desember 2025 - 09:29 WIB
loading...
Sania Nadlirotullubba, wisudawati Program Sarjana Ilmu Komputer UGM berhasil lulus dengan IPK 3,98, tertinggi di antara 1.729 lulusan. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Sania Nadlirotullubba, wisudawan Program Sarjana Ilmu Komputer FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil lulus dengan IPK 3,98, tertinggi di antara 1.729 lulusan yang mencatatkan IPK rata-rata 3,51 pada prosesi wisuda di Grha Sabha Pramana, Selasa (25/11/2025).
Siapa sangka, Sania mengaku awalnya tidak tertarik dengan dunia komputer. Minatnya mulai tumbuh setelah mendapat saran keluarga untuk mencoba bidang lain selain matematika, yang sudah lebih dulu ia sukai.
Baca juga: Arsul Sani Sangkal Tuduhan Ijazah Palsu: Pamer Foto-foto Wisuda hingga Ijazah Asli
Ia akhirnya memilih Ilmu Komputer karena menilai program studi tersebut tetap relevan dengan konsep-konsep matematika. “Di dunia komputer masih banyak matematikanya, jadi aku memutuskan masuk Ilmu Komputer,” ujarnya, Senin (1/12).
Dalam perjalanan akademiknya, Sania menghadapi perubahan besar saat mengerjakan tugas akhir. Awalnya ia mendalami keamanan informasi dan memilih laboratorium kriptografi. Namun rencana itu berubah setelah ia diterima magang di salah satu instansi pemerintah.
Baca juga:Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
Perbedaan antara fokus penelitian dan pekerjaan membuatnya mengganti topik skripsi ke bidang algoritma dan simulasi tsunami.
Perubahan tersebut menuntut Sania mempelajari hal-hal baru dari nol, mulai dari persamaan gelombang hingga dinamika perambatan gelombang. Meski sulit, ia menilai pengalaman itu memperluas wawasan dan memberikan pengetahuan yang tidak ia dapatkan di kelas.
“Banyak hal yang kupelajari bahkan tidak diajarkan di kampus, tapi dari situ aku dapat banyak insight baru,” tuturnya.
Sania menyebut konsistensi dalam mencatat materi kuliah menjadi cara belajar paling efektif yang membantunya meraih nilai sempurna. Ia selalu menuliskan penjelasan dosen secara rinci di setiap perkuliahan, sehingga mudah baginya melakukan review materi.
Selain mencatat, ia juga membiasakan diri membaca ulang materi secara mandiri, yang memperkuat pemahamannya di luar kelas. Lingkungan belajar yang suportif dan bimbingan dari dosen juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi tepat waktu.
Saat menjalani magang, Sania menerapkan manajemen waktu yang ketat. Ia memastikan jam kerja magang dipakai sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor, sementara malam hari ia dedikasikan khusus untuk skripsi maupun urusan akademik lainnya.
“Intinya maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya tugas ya tugas,” tegas Sania.
Walau merasa ilmunya masih perlu diasah, Sania berharap dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan berbagi pengetahuan. Ia telah lama menyukai kegiatan mengajar dan ingin memperkenalkan konsep teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan riset berbasis teknologi, kepada lebih banyak orang.
“Sejak dulu aku suka mengajar, jadi aku ingin membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi,” pungkasnya.
Siapa sangka, Sania mengaku awalnya tidak tertarik dengan dunia komputer. Minatnya mulai tumbuh setelah mendapat saran keluarga untuk mencoba bidang lain selain matematika, yang sudah lebih dulu ia sukai.
Baca juga: Arsul Sani Sangkal Tuduhan Ijazah Palsu: Pamer Foto-foto Wisuda hingga Ijazah Asli
Ia akhirnya memilih Ilmu Komputer karena menilai program studi tersebut tetap relevan dengan konsep-konsep matematika. “Di dunia komputer masih banyak matematikanya, jadi aku memutuskan masuk Ilmu Komputer,” ujarnya, Senin (1/12).
Tantangan Skripsi dan Perubahan Topik Penelitian
Dalam perjalanan akademiknya, Sania menghadapi perubahan besar saat mengerjakan tugas akhir. Awalnya ia mendalami keamanan informasi dan memilih laboratorium kriptografi. Namun rencana itu berubah setelah ia diterima magang di salah satu instansi pemerintah.
Baca juga:Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
Perbedaan antara fokus penelitian dan pekerjaan membuatnya mengganti topik skripsi ke bidang algoritma dan simulasi tsunami.
Perubahan tersebut menuntut Sania mempelajari hal-hal baru dari nol, mulai dari persamaan gelombang hingga dinamika perambatan gelombang. Meski sulit, ia menilai pengalaman itu memperluas wawasan dan memberikan pengetahuan yang tidak ia dapatkan di kelas.
“Banyak hal yang kupelajari bahkan tidak diajarkan di kampus, tapi dari situ aku dapat banyak insight baru,” tuturnya.
Rahasia IPK 3,98: Konsisten Mencatat dan Rajin Review Materi
Sania menyebut konsistensi dalam mencatat materi kuliah menjadi cara belajar paling efektif yang membantunya meraih nilai sempurna. Ia selalu menuliskan penjelasan dosen secara rinci di setiap perkuliahan, sehingga mudah baginya melakukan review materi.
Selain mencatat, ia juga membiasakan diri membaca ulang materi secara mandiri, yang memperkuat pemahamannya di luar kelas. Lingkungan belajar yang suportif dan bimbingan dari dosen juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi tepat waktu.
Manajemen Waktu: Fokus Satu Tugas dalam Satu Jam
Saat menjalani magang, Sania menerapkan manajemen waktu yang ketat. Ia memastikan jam kerja magang dipakai sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor, sementara malam hari ia dedikasikan khusus untuk skripsi maupun urusan akademik lainnya.
“Intinya maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya tugas ya tugas,” tegas Sania.
Ingin Berbagi Pengetahuan Teknologi dan AI
Walau merasa ilmunya masih perlu diasah, Sania berharap dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan berbagi pengetahuan. Ia telah lama menyukai kegiatan mengajar dan ingin memperkenalkan konsep teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan riset berbasis teknologi, kepada lebih banyak orang.
“Sejak dulu aku suka mengajar, jadi aku ingin membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :