Pendidikan Joko Widodo, Lulusan UGM yang Jadi Ketua Task Force BRIN untuk Bencana Sumatera

Selasa, 02 Desember 2025 - 13:08 WIB
loading...
Pendidikan Joko Widodo,...
Joko Widodo adalah peneliti yang juga Ketua Task Force Penanggulangan Bencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk bencana Sumatera. Foto/YouTube BRIN.
A A A
JAKARTA - Joko Widodo adalah peneliti yang juga Ketua Task Force Penanggulangan Bencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Saat ini ia sedang fokus untuk menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Joko Widodo menjelaskan, saat ini BRIN telah melakukan pemetaan berbasis satelit, penyediaan air bersih dan siap minum, serta pengerahan tenaga Kesehatan dan dukungan psikososial bagi korban bencana di Pulau Sumatera.

Sejalan dengan institusinya, jelas Joko yang berstatus peneliti ini, aksi yang dilakukan BRIN untuk penanganan bencana Sumatera akan berbasis ilmiah.

Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 604 Orang Meninggal, 464 Belum Ditemukan

"Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan SDM yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat,” katanya, melalui siaran pers BRIN, dikutip Selasa (2/12/2025).

Pemetaan dilakukan dengan data radar Sentinel-1 yang dapat menembus awan dan hujan sehingga pantauan banjir di Aceh dan Sumatera Utara mulai genangan terkini dan penentuan prioritas di lapangan bisa dilaporkan dengan cepat.

Baca juga: Banjir Besar Sumatera: Saat 'Untung Cepat' Menjadi Bencana

Untuk air minum, Unir Air Siap Minum (Arsinum) milik BRIN saat ini tengah disiapkan untuk tanggap darurat. Tim survei lapangan dan operasi drone juga disiapkan ke area-area yang belum dapat diakses jalan darat.

Profil Ketua Task Force BRIN Joko Widodo


Nama Joko Widodo tengah menjadi perhatian saat ini. Bukan hanya ia ditunjuk BRIN untuk menangani bencana Sumatera namun juga kesamaan Namanya dengan mantan Presiden RI Joko Widodo. Berikut riwayat pendidikannya yang dikutip dari akun Linkedin dan laman BRIN.

Joko Widodo S.Si., M.Si., Ph.D. merupakan salah satu peneliti Indonesia yang kiprahnya di bidang teknologi penginderaan jauh, khususnya Synthetic Aperture Radar (SAR), telah meluas hingga level internasional. Perjalanan akademiknya yang panjang dan konsisten menjadi fondasi utama bagi berbagai kontribusinya di dunia riset geospasial dan sains lingkungan.



Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat ia merampungkan gelar Sarjana Geografi pada periode 1993–1999. Minatnya terhadap kajian lingkungan dan fenomena kebumian membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia pada 2009–2011.

Dorongan untuk memperdalam kompetensi di bidang teknologi radar kemudian mengantar Joko melanjutkan pendidikan doktoral di Chiba University, Jepang. Ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Microwave Remote Sensing–Synthetic Aperture Radar, sebuah disiplin ilmiah yang sangat dibutuhkan untuk pemetaan bencana, monitoring lingkungan, hingga manajemen sumber daya alam.

Kompetensi akademiknya terus berkembang seiring pengalaman profesionalnya yang panjang. Joko telah aktif sebagai peneliti di INASAR – Indonesia Synthetic Aperture Radar Information Center sejak 2002.

Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam berbagai proyek riset strategis yang berfokus pada pengolahan data radar, interferometri, serta penerapannya untuk kajian kebencanaan.

Keahliannya pada teknologi Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Environmental Impact Assessment menjadikannya salah satu rujukan nasional dalam analisis perubahan permukaan bumi.

Kiprahnya tidak hanya terbatas di tingkat nasional. Sejak September 2020, Joko berperan sebagai Collaborative Researcher di JMRSL, CEReS, Chiba University, Jepang. Kolaborasi tersebut memperkuat hubungan riset internasional sekaligus membuka ruang kontribusi bagi pengembangan metode penginderaan jauh berbasis radar.

Pada Januari 2023, ia kembali dipercaya sebagai Guest Visiting Researcher di Muroran Institute of Technology, Hokkaido, Jepang, memperluas jejaring akademik serta memperdalam penelitian yang berfokus pada pemanfaatan radar mikrogelombang.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset lebih dari 20 tahun, Joko Widodo memiliki rekam jejak ilmiah yang diakui secara global. Hal itu tercermin dari capaian h-index Scopus sebesar 8 dan Google Scholar sebesar 10—indikator produktivitas dan dampak publikasi ilmiahnya dalam komunitas akademik dunia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Cerita Djoko Slamet...
Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Ikan Sapu-Sapu Ternyata...
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Jadi Pupuk Cair, Begini Cara Mengolahnya
Peneliti UNJ Gandeng...
Peneliti UNJ Gandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam Pengembangan Gim Literasi Gerak
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Jokowi Akan Kunjungi...
Jokowi Akan Kunjungi Lampung, Relawan dan PSI Siap Kawal Seluruh Agenda
Silakan Jokowi Keliling...
Silakan Jokowi Keliling Indonesia, PDIP: Bebas, tapi Harus Tunjukkan Ijazah
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved