Enam Hari Gelar Wisuda di Tiga Kota, Ini Pesan Penting Rektor Prof. Wahyudi
Selasa, 02 Desember 2025 - 09:58 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Rangkaian wisuda Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) digelar di tiga kota yang digelar dari 12 November sampai nanti berakhir di 5 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Pontianak, Semarang, dan Bekasi, menghadirkan suasana haru bagi 7.850 wisudawan yang resmi menyelesaikan studinya. Di balik prosesi itu, Rektor UBSI, Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi ikut merasakan ketegangan yang jarang ia ungkapkan di depan para wisudawan.
Di setiap sesi wisuda, Prof Wahyudi membuka sambutan dengan pesan sederhana yang menggugah. “Hari ini bukan sekadar prosesi. Ini adalah jejak perjalanan yang kalian ukir sendiri,” ujar Prof Wahyudi dari podium, Senin (1/12). Ucapan itu mengingatkan lulusan bahwa perjalanan akademik mereka merupakan hasil dari usaha panjang, bukan sekadar seremonial.
Tahun ini, UBSI melepas ribuan lulusan dari semua kampus, baik di kampus utama atau PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) di Bogor, Karawang, Sukabumi, hingga Tasikmalaya. Mereka datang dari daerah berbeda, namun resmi kembali sebagai bagian dari keluarga besar UBSI. Prosesi berlangsung di antara tata cahaya, layar LED, dan ruang ballroom yang dipenuhi orang tua dan para pendamping.
Dalam sambutannya, Prof Wahyudi menyampaikan capaian UBSI sepanjang tahun. UBSI meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT, termasuk 14 program studi dengan predikat Unggul. Selain itu, kampus berada di peringkat 49 SINTA dan masuk jajaran kampus top versi uniRank. “Semua ini bukan sekadar penghargaan, melainkan kompas bagi langkah UBSI ke depan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab kampus tidak berhenti pada prosesi wisuda. “Mahasiswa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri setelah wisuda. Tugas kami memastikan mereka punya arah,” kata Prof Wahyudi. Pernyataan itu merujuk pada semakin ketatnya kompetisi dunia kerja dan pentingnya pendampingan bagi lulusan.
Di setiap sesi wisuda, Prof Wahyudi membuka sambutan dengan pesan sederhana yang menggugah. “Hari ini bukan sekadar prosesi. Ini adalah jejak perjalanan yang kalian ukir sendiri,” ujar Prof Wahyudi dari podium, Senin (1/12). Ucapan itu mengingatkan lulusan bahwa perjalanan akademik mereka merupakan hasil dari usaha panjang, bukan sekadar seremonial.
Tahun ini, UBSI melepas ribuan lulusan dari semua kampus, baik di kampus utama atau PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) di Bogor, Karawang, Sukabumi, hingga Tasikmalaya. Mereka datang dari daerah berbeda, namun resmi kembali sebagai bagian dari keluarga besar UBSI. Prosesi berlangsung di antara tata cahaya, layar LED, dan ruang ballroom yang dipenuhi orang tua dan para pendamping.
Dalam sambutannya, Prof Wahyudi menyampaikan capaian UBSI sepanjang tahun. UBSI meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT, termasuk 14 program studi dengan predikat Unggul. Selain itu, kampus berada di peringkat 49 SINTA dan masuk jajaran kampus top versi uniRank. “Semua ini bukan sekadar penghargaan, melainkan kompas bagi langkah UBSI ke depan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab kampus tidak berhenti pada prosesi wisuda. “Mahasiswa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri setelah wisuda. Tugas kami memastikan mereka punya arah,” kata Prof Wahyudi. Pernyataan itu merujuk pada semakin ketatnya kompetisi dunia kerja dan pentingnya pendampingan bagi lulusan.
Lihat Juga :