UP Cetak 1.465 Lulusan Berintegritas, Siap Jadi Pilar Utama Indonesia Emas
Selasa, 02 Desember 2025 - 17:10 WIB
loading...
Universitas Pancasila (UP) menggelar perayaan Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024–2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 2 Desember 2025.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Pancasila (UP) hari ini menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul berkarakter kuat melalui perayaan Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024–2025. Sebanyak 1.465 wisudawan dari berbagai jenjang resmi dilepas dengan pesan kunci integritas dan kesiapan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.
Rektor UP, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang serbacepat, integritas dan karakter adalah modal utama yang harus dipegang teguh para lulusan.
"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Para lulusan harus terus memperkuat integritas, karakter, serta kemampuan beradaptasi di dunia kerja global," ujar Prof. Adnan dalam sambutannya di Jakarta International Convention Center (JICC).
Integritas dan Non-Akademik sebagai Modal Karier
Penekanan pada karakter diperkuat oleh orasi ilmiah yang disampaikan oleh tokoh nasional. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., menyoroti pentingnya aktivitas non-akademik bagi pengembangan karier.
"Jangan hanya fokus di akademik. Kegiatan non-akademik lebih banyak mendukung karier. Hasil akademik bisa dibaca, tetapi kemampuan bertanding, bertarung, bernegosiasi adalah modal hidup yang menjadikan kalian tangguh dan pantang menyerah," tegas Prof. Reda.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina UP, Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo, mengingatkan para wisudawan mengenai tantangan besar yang dihadapi bangsa di tengah momentum bonus demografi.
Siswono Yudo Husodo menyoroti ironi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia yang masih terendah dibanding negara tetangga meski memiliki kekayaan alam melimpah, seperti 42 persen cadangan nikel global dan cadangan gas alam terbesar di dunia.
"Indonesia tidak mungkin menjadi negara maju jika strukturnya tetap resources base economy (ekonomi berbasis sumber daya mentah). Kita harus bertransformasi menjadi negara penghasil finished product yang diperlukan dunia," kata Siswono.
Ia mendorong para lulusan agar berani memulai usaha sendiri (wirausaha) dan siap menghadapi persaingan global (the borderless world) untuk menggeser ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
UP Buktikan Kualitas Lewat Prestasi Internasional
Komitmen UP dalam mencetak generasi unggul terbukti dari berbagai prestasi yang diraih. Perguruan tinggi ini berhasil menempati peringkat 28 nasional dan 198 dunia dalam pemeringkatan UI GreenMetric, menegaskan fokus pada keberlanjutan dan kampus hijau.
Di tingkat mahasiswa, tim Fakultas Teknik meraih Juara 1 Transjakarta BRT Station Design Competition, sementara Paduan Suara UP sukses menjuarai Thailand International Choral Festival 2025. Prestasi internasional juga diukir oleh mahasiswa Fakultas Farmasi dan peraih medali di berbagai kompetisi bela diri dan ilmiah.
Dengan bertambahnya 1.465 lulusan, kini Universitas Pancasila memiliki lebih dari 78.480 alumni yang dikenal sebagai pribadi berintegritas, adaptif, dan berkarakter kuat di berbagai sektor strategis.
Rektor UP, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang serbacepat, integritas dan karakter adalah modal utama yang harus dipegang teguh para lulusan.
"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Para lulusan harus terus memperkuat integritas, karakter, serta kemampuan beradaptasi di dunia kerja global," ujar Prof. Adnan dalam sambutannya di Jakarta International Convention Center (JICC).
Integritas dan Non-Akademik sebagai Modal Karier
Penekanan pada karakter diperkuat oleh orasi ilmiah yang disampaikan oleh tokoh nasional. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., menyoroti pentingnya aktivitas non-akademik bagi pengembangan karier.
"Jangan hanya fokus di akademik. Kegiatan non-akademik lebih banyak mendukung karier. Hasil akademik bisa dibaca, tetapi kemampuan bertanding, bertarung, bernegosiasi adalah modal hidup yang menjadikan kalian tangguh dan pantang menyerah," tegas Prof. Reda.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina UP, Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo, mengingatkan para wisudawan mengenai tantangan besar yang dihadapi bangsa di tengah momentum bonus demografi.
Siswono Yudo Husodo menyoroti ironi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia yang masih terendah dibanding negara tetangga meski memiliki kekayaan alam melimpah, seperti 42 persen cadangan nikel global dan cadangan gas alam terbesar di dunia.
"Indonesia tidak mungkin menjadi negara maju jika strukturnya tetap resources base economy (ekonomi berbasis sumber daya mentah). Kita harus bertransformasi menjadi negara penghasil finished product yang diperlukan dunia," kata Siswono.
Ia mendorong para lulusan agar berani memulai usaha sendiri (wirausaha) dan siap menghadapi persaingan global (the borderless world) untuk menggeser ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
UP Buktikan Kualitas Lewat Prestasi Internasional
Komitmen UP dalam mencetak generasi unggul terbukti dari berbagai prestasi yang diraih. Perguruan tinggi ini berhasil menempati peringkat 28 nasional dan 198 dunia dalam pemeringkatan UI GreenMetric, menegaskan fokus pada keberlanjutan dan kampus hijau.
Di tingkat mahasiswa, tim Fakultas Teknik meraih Juara 1 Transjakarta BRT Station Design Competition, sementara Paduan Suara UP sukses menjuarai Thailand International Choral Festival 2025. Prestasi internasional juga diukir oleh mahasiswa Fakultas Farmasi dan peraih medali di berbagai kompetisi bela diri dan ilmiah.
Dengan bertambahnya 1.465 lulusan, kini Universitas Pancasila memiliki lebih dari 78.480 alumni yang dikenal sebagai pribadi berintegritas, adaptif, dan berkarakter kuat di berbagai sektor strategis.
(unt)
Lihat Juga :