Pameran Potluck 2025 DKV IKJ Tampilkan Karya Lintas Generasi
Kamis, 04 Desember 2025 - 18:33 WIB
loading...
Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ kembali menggelar pameran Potluck. Foto/IKJ.
A
A
A
JAKARTA - Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ kembali menggelar pameran Potluck. Pameran Potluck dibuka secara resmi pada 3 Desember 2025 di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta dan berlangsung hingga 13 Desember 2025.
Bambang Tri Rahadian, Kaprodi Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menjelaskan, potluck adalah tradisi berbagi dimana setiap orang menyumbangkan sesuatu untuk dinikmati bersama. Filosofi inilah yang menjadi dasar dari Pameran Potluck; kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Program Studi DKV IKJ.
“Tahun 2025, Potluck mengangkat tema “Re:Connect”, menyoroti pentingnya menjalin ulang hubungan lintas generasi, institusi, dan disiplin melalui bahasa visual,” jelasnya, melalui siaran pers, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: iNews Media Group Campus Connect Hadir di Unsoed, Gen Z Didorong Melek Finansial
Bambang menambahkan, pameran ini hadir sebagai ruang merayakan keberagaman dunia DKV sekaligus sebagai arena dialog lintas batas, baik antar akademisi, mahasiswa, alumni, maupun pelaku industri kreatif. Dengan format hybrid (offline & online), Potluck 2025 memperluas jejaring ke tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
Bambang menerangkan, desain tidak hanya sekedar bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebuah medium yang menjembatani warisan masa lalu dengan inovasi masa depan. Dalam konteks komunitas Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (Deskov IKJ), karya-karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan panjang penciptaan, pemikiran, serta eksplorasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
“Pameran ini hadir sebagai ruang untuk mengapresiasi warisan kreativitas yang telah dibangun oleh para pendahulu, sekaligus menjadi titik temu bagi gagasan-gagasan baru yang akan membawa dunia desain ke arah yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara Adityayoga, Ketua Pameran Potluck 2025 menerangkan, dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas, pameran ini mengusung pendekatan hybrid, menggabungkan format online dan offline untuk menjangkau lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas desain di tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, pameran ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih interaktif dan partisipatif, tanpa menghilangkan nilai interaksi fisik yang tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kreatif,” ujarnya.
Pameran ini bukan hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi arena pertukaran gagasan, refleksi terhadap perubahan sosial dan budaya, serta ajang untuk merayakan keberagaman ekspresi dalam desain.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, para peserta akan diajak untuk melihat bagaimana desain dapat menjadi medium yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga memiliki kekuatan naratif, membangun identitas, dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan menghubungkan sejarah, kreativitas masa kini, dan proyeksi masa depan, pameran ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas desain untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan kontribusi bagi ekosistem industri kreatif yang semakin dinamis,” pungkasnya.
Bambang Tri Rahadian, Kaprodi Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menjelaskan, potluck adalah tradisi berbagi dimana setiap orang menyumbangkan sesuatu untuk dinikmati bersama. Filosofi inilah yang menjadi dasar dari Pameran Potluck; kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Program Studi DKV IKJ.
“Tahun 2025, Potluck mengangkat tema “Re:Connect”, menyoroti pentingnya menjalin ulang hubungan lintas generasi, institusi, dan disiplin melalui bahasa visual,” jelasnya, melalui siaran pers, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: iNews Media Group Campus Connect Hadir di Unsoed, Gen Z Didorong Melek Finansial
Bambang menambahkan, pameran ini hadir sebagai ruang merayakan keberagaman dunia DKV sekaligus sebagai arena dialog lintas batas, baik antar akademisi, mahasiswa, alumni, maupun pelaku industri kreatif. Dengan format hybrid (offline & online), Potluck 2025 memperluas jejaring ke tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
Bambang menerangkan, desain tidak hanya sekedar bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebuah medium yang menjembatani warisan masa lalu dengan inovasi masa depan. Dalam konteks komunitas Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (Deskov IKJ), karya-karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan panjang penciptaan, pemikiran, serta eksplorasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
“Pameran ini hadir sebagai ruang untuk mengapresiasi warisan kreativitas yang telah dibangun oleh para pendahulu, sekaligus menjadi titik temu bagi gagasan-gagasan baru yang akan membawa dunia desain ke arah yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara Adityayoga, Ketua Pameran Potluck 2025 menerangkan, dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas, pameran ini mengusung pendekatan hybrid, menggabungkan format online dan offline untuk menjangkau lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas desain di tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, pameran ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih interaktif dan partisipatif, tanpa menghilangkan nilai interaksi fisik yang tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kreatif,” ujarnya.
Pameran ini bukan hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi arena pertukaran gagasan, refleksi terhadap perubahan sosial dan budaya, serta ajang untuk merayakan keberagaman ekspresi dalam desain.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, para peserta akan diajak untuk melihat bagaimana desain dapat menjadi medium yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga memiliki kekuatan naratif, membangun identitas, dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan menghubungkan sejarah, kreativitas masa kini, dan proyeksi masa depan, pameran ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas desain untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan kontribusi bagi ekosistem industri kreatif yang semakin dinamis,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :